[Re]Launching

Sebenarnya ini adalah hal yang sudah lama sekali ingin saya lakukan. Apakah itu..? Makan Donat J.Co, tentu tidak! Karena hari ini adalah 2 Ramadhan 1431 H, jadi tidak mungkin siang-siang bolong begini saya memakan J.Co bukan…?? Karena saya sedang shaum, alhamdulillah, insyaAllah.. 🙂 <senangnyeeeee betemu ramadhan kembaliii>
Jadi, apa dong..?  Ini lho..saya mau memperkenalkan blog tetangga, maksutnya tetangga saya berbagi ruang kehidupan, berbagi ruangan, berbagi makanan, berbagi banyak hal dah.. <paling penting berbagi makanan, haha, teuteup…>
Jadi, ceritanya saya mau promosi lapak tetangga itu…Main-mainlah ke sana…Ya, ya…? Oke dah.. 🙂

Note: Buat yang punya lapak, nanti kalo ada yang maen-maen, diterima dengan baik ya.. 😀

Kalau Belum Waktunya, Semua Hanya Cita-Cita

Yap, tulisan ini dibuat untuk sahabat tersayang. Sekaligus nasihat untuk saya sendiri. Sebagai wujud rasa syukur saya terhadap semua nikmat yang Allah berikan hingga detik ini. Hihi, saya jadi suka menulis hal-hal tentang pernikahan sekarang. Kan saya sudah menikah, jadi saya jadi punya curiousity yang lebih terhadap hal itu sekarang.

Tidak ada salahnya pula sepertinya kalau saya share di blog <kali ini saya mau menulis, umm mengetik kali ya, atau menuangkan ide dalam my cerebral praise, agak serius deh…hehe, ah tetep aja pake hehe…>

Nah, apa sih, tentang apa? Kan di atas saya sudah cerita, gimana sih kok nanya lagi, itu lho, satu hal, menikah.

Iya menikah. Kenapa gitu? Jadi begini, kadang ada begitu banyak ketakutan dalam diri seorang wanita ketika get married. Mengapa demikian? Banyak hal. Banyak faktor. Banyak alasan. Banyak pembenaran. Banyak halangan. Dan banyak lainnya.

Belum ada calon. Belum siap. Khawatir keluarga tidak mendukung. Tanggal pernikahan tidak ketemu hari baiknya. Neptu tidak cocok [haha, primbon sekalee]. Singel lebih menyenangkan. de el el de es te, yah, hayyah, banyak dah. Tapi itu pilihan kok.

[sedikit cerita, dulu, saya anti sekali baca buku tentang pernikahan, anti dengerin materi tentang munakahat, nggak pernah itu sekali-kalinya ikutan sekolah pra nikah, sampai akhirnya anti lelaki juga <hihi, parah>. Eits, tapi jangan salah, gitu-gitu, saya meniatkan untuk menikah lho…Catat itu: Poin Pertama: harus diNIATkan. Untuk Allah dan RasulNya [saya kan umatnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam] dan kemajuan umat]

Simpulan akhir saya [haha, parah, parah, baru juga mulai menulis, udah simpulan ajah], seperti judul tulisan ini:

Kalau belum waktunya, semua hanya cita-cita

Kok gitu?

Iya, nggak ada yang salah, semuanya hanya masalah waktu saja. <seperti yang sering suami saya bilang kalau saya lagi ababil>

Sepanjang sesuatu belum terlaksana atau pun terjadi, maka itu akan menjadi cita-cita dalam benak saja dan tercatat dalam hati bukan atau tertuang dalam sebuah rencana di atas secarik kertas..? Continue reading

The Power of Ring

Wew, judulnya udah kayak apa ajah…hahaha…

Ini lho, saya sedang hendak membahas tentang cincin kawin. Iseng amat yak. Biarin ah.

Sakti juga cincin ini [menurut saya deng]

Kenapa coba?

Bisa menjadi indikator paling mudah untuk melihat kalau seseorang (perempuan) sudah menikah atau tidak [nggak mungkin kaaan pake name tag buku nikah gtu, wew, lebaaai]. Lihat saja jari manis kanannya (kalau budaya Jawa, nggak tau lagi kalau iseng aja make di jari yang itu…). Mungkin memang sedikit mengikuti tradisi. Tapi kalaupun saya memakainya, insyaAllah niatnya bukan itu. Lalu, diniatkan untuk apa?

Ya itu tadi, biar orang tau kalau saya sudah menikah..

Terus kenapa?

Ya nggak apa-apa…Cuma pengen aja… 🙂

Puisi Cinta untuk Sahabatku

Hmm, pas dibaca-baca lagi sepertinya ini bagus untuk dishare, makanya saya posting di sini…

Pernikahan, menyingkap tabir rahasia..
Lelaki yang kamu nikahi adalah lelaki yang kami percaya
Ia tidaklah semulia Muhammad shallallahu’alaihi wasallam
Ia juga tidaklah setakwa Ibrahim ’alaihissalam
Pun tidak setabah Ayub ’alaihissalam
Ataupun segagah Musa ’alaihissalam
Apalagi setampan Yusuf ’alaihissalam
Lelaki yang kamu nikahi itu hanyalah lelaki akhir jaman yang punya cita-cita m enjadi sholeh
Pernikahan…
Mengajarkan kewajiban bersama
Mengingatkan perlunya iman dan takwa
Untuk belajar meniti sabar dan ridho Allah subhanahuwata’ala
Karena yang kamu nikahi tidak segagah mana…
Justru itu akan membuatmu tersentak dari alpa..
Ia bukanlah Rasulullah,
Pun bukan pula Ali,
Ia hanyalah lelaki akhir jaman, insyaAllah satu-satunya lelaki yang kamu cinta atas izinNya
Satu-satunya yang berusaha sholeh untukmu atas kehendakNya…
Amien Ya Allah…

Sebersit do’a dari sudut Jember, Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, amin, allohumma amin…

dikirim oleh seorang sahabat, tanggal 24 Maret 2010, jam 07:42

Gyabooooooo

Wiuhhh…wuihhhhh…sudah lama sekali saya tidak merawat blog saya…ada rumah lain yang kemarin butuh perhatian sangan intens… 🙂

Alhamdulillah, bisa kembali menulis. Walaupun kali ini temanya agak sedikit curhat blak-blakan, biasanya saya kan anti curhat di blog. Kalaupun curhat tidak segitunya curhat… :p

Yeah, alhamdulillah, hari ini tanggal 8 April 2010, ini berarti H+ berapa yaaa sejak akad nikah saya (yaa, silakan dihitung sendiri…)…hihi…Lucu juga kadang-kadang kalau dipikir-pikir, suka amazing sendiri sampai sekarang…Subhanallah…

Sampai sekarang, kadang, saya masih sering ’ilok-ilokan’ (ejek-ejekan, saling lempar lelucon) sama suami. Gimana nggak…

Kadang saya mikir, lha…ternyata saya kuliah jauh-jauh ke Bandung, harus SPMB dulu yang amit-amit itu, trus harus menyelesaikan S1 saya, ternyata eh ternyata buat menikah sama si mas toh…dunia sempit ternyata…kuliah jauh-jauh dapetnya orang sono jugah, as my wish siiiih… =)

Atau

Di antara teman facebook saya yang sekitar 1300-an itu, tidak ada tuh nama si mas..alias tidak punya account fb…(duh, duh…katanya hidupnya di dunia nyata bukan di dunia maya…)


Atau

Dulu saya suka mikir, ntar kalau saya punya suami, agak ribet manggil nama kecil saya, di rumah kan saya dipanggil ‘Nia’,eh taunya…suami saya memang taunya nama saya Nia, lhaaa…ayah dan ibunya adalah guru ngaji saya waktu kecil dulu di TPA begitulaah, jadinya ya memanggil nama di rumah…

Atau

Dulu saya segitunya pengen balik ke Jember, masih ada arsip artikelnya di sini. Suka ngakak sendiri kalau baca itu. eh taunya…hahaha…

Apapun itu, saya tetap bersyukur…alhamdulillah…saya senaaaaang…

Karena saya percaya Allah selalu memberikan dan mempersiapkan skenario terbaikNya… Continue reading