Semangat Pagiiii :-O

Tepat sekitar 1 minggu yang lalu..
Saat saya hendak pergi ngampus untuk suatu urusan.
Di lampu merah perempatan Dago(Ir.H.Juanda)-Bawah jembatan flyover Pasopati, saya sedang mengantri menghadap ke barat. Ke arah toko Kue Labe**e. Ke arah jalan menuju Gedung Annex, tempatnya Pak Rektor ITB ngantor.
Seorang bapak pemulung paruh baya yang berlari-lari menyebrangi zebra cross.
Bersemangat sekali.
Karena memang lampu hijau sudah menyala, dan bapak itu melambaikan tangan untuk meminta jalan dengan berseri-seri.
Topinya terbang. Wusssshh….
Dan beliau menoleh, melihat topinya yang sudah tergeletak di tengah jalan.
Dan hanya tersenyum kecil. Mungkin sedikit tertawa.
Ya, tak apa, topi itu masih bisa diambil saat lampu merah menyala lagi, mungkin…
Ah senyum penuh semangatnya itu, membuat saya menjadi pecundang pagi itu. Saya kalah semangat.

Saya kalah semangat.
Bukan bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi bersyukur yang membuat kita bahagia.

Belajar dari Anak Kecil yang Belajar Berjalan…

Masih ingatkah ketika kita belajar berjalan? Atau kalau sudah lupa bagaimana rasanya, coba perhatikan adik kecil kita yang sedang belajar berjalan. Mulai dari bisa duduk, kemudian merangkak, belajar berdiri, berdiri dengan berpegangan, berjalan sambil berpegangan, sampai akhirnya bisa berjalan dengan sempurna. Ada sebuah pembelajaran yang sangat menarik di sana. Kita perlu mencermati bahwa ketika beranjak berjalan dengan sempurna, kita pasti akan mengalami jatuh berkali-kali. Ada penelitian yang menyebutkan bahwa kita terjatuh kurang lebih 240 kali. Sungguh angka yang sangat banyak. Tapi apa? Kita selalu mencoba untuk bangkit kembali, berusaha kembali, sampai akhirnya kita bisa berjalan dengan mandiri tanpa perlu berpegangan ke mana-mana. Kalau Sang Maha Pencipta berkehendak, bisa saja dibuat langsung bisa berjalan tanpa melewati tahapan-tahapan itu. Ya, saat-saat jatuh memang menyakitkan mungkin [aku bilang mungkin, karena kalau jatuhnya di kasur kan nggak sakit]. Tapi kalau nggak jatuh, bisa jadi kita nggak maju. Masa’ kalah ama masa kecil kita yang begitu taft… Ya nggak… Nah, tetap semangat…