sedih

sedih itu adalah.
ketika orang-orang yang saya sayang, berkeluh kesah tidak kepada saya tapi kepada orang lain, dan terjadi di depan mata saya.

rasanya. seperti gak bisa dapet kepercayaan ya? useless. yaa gimana gitu lah rasanya.

tapi katanya. itu salah satu bentuk rasa sayangnya juga. gak pengen membebani saya.

ah, sedih. kenapa cuma bahagia yang dibagi? saya juga mau dibagi kesedihan.. gakpapa kok kalo saya jadi sedikit mikir.

beri saya kesempatan untuk berbakti.

#selamat hari ibu, mama
semoga Allah senantiasa menyangimu, menjaga mama saat kita terpisah ratusan kilometer.

mama

Kalau ada nominasi paling bijaksana di dunia ini. Maka saya akan mengusulkan mama saya sebagai salah satu nominatornya. Bukan. Bukannya saya mau sok mengagungkan mama. Tapi. After I have been a mom. I know. Tak bisa dibandingkan dengan nya. Kalah jauh. Even Im a bachelor degree. Yeah. She’s always give me a chance. Kecuali soal bersih-bersih rumah dan memasak. Hahaha. Thats why I have lil problem with that job. 😀
Tapi. Keputusan paling penting dalam kehidupan saya. Adalah mengijinkan saya bahkan dengan
tegas tidak membolehkan saya berkarir di luar rumah, another word: stay at home as housewife.
Padahal saya sendiri suka itung-itungan. Kuliah saya habis biaya gak sedikit. Gak lama habis wisuda saya langsung menikah. See. She just say. “jadi orang tua gak masalah itung-itungan gitu”
Ah. How come? Padahal,, banyak orang tua yang ingin balik modal ketika punya anak. Menjadikan mereka aset mungkin? Banyak yang begini. Larangan menikah karena anak pertama. Kerja dulu. Biayai adek-adekmu. Sering saya bilang: “masa’ iya. aku belum ngasi apa-apa sama mama.sama adek-adek.”
Ah. How come?
At least. Saya bisa punya bekal berhubung anak pertama saya seorang putri. Kalau nanti dia mau kuliah sesuai minatnya dan kemudian bekerja di luar, jadi dokter spesialis kandungan misalnya (hahaa.ngarep.aamiin) saya mau kok jagain anak kakak nailah (ahaha.come on. kakak nailah belum 2 tahun miiii). Ya. Maksudnya. Saya harus bisa legowo. Kalaupun nanti dia memilih seperti ummi nya. Di rumah saja. 😀

ya Allah. sayangilah orang tuaku sebagaimana mereka menyangiku.jagalah mereka ketika aku tak bisa menjaganya.sesungguhnya penjagaanMu adalah Yang Paling Sempurna..aamiin

tentang ‘dia yang kusayang’

Masih hangat dalam benak saya, ketika saya memaksa untuk menukar bingkisan kado dari kantor bapak untuk mama. Ceritanya mama saya mendapat titipan kado juga untuk budhe. Daaaaan, saya yang masih kecil sangat ingin menukar bingkisan itu dengan bingkisan lain yang ditujukan untuk budhe saya. Karena apa cobaaaaaaa..? Cuma karena bungkus kadonya lebih bagus! Setelah dibuka isinya.. Hmm, ternyata isinya yang ternyata cangkir setengah lusin itu , jauh lebih tidak bagus daripada yang seharusnya mama saya dapat. Aaaaaaaaaah, saya jadi menyesal. Saya yang waktu itu belom tau apa itu: “Don’t judge the book by its cover”. Cuma bisa diam dan bengong. Sementara mama saya cuma bilang: “tuuuh kan, lebih bagus yang aslinya emang buat mama“. Dan tidak marah sedikit pun. 😦
Entahlah..tiba-tiba kemaren sore tiba-tiba pikiran saya melayang ke memori itu. Dan baru sadar kalau esok harinya (it means today) adalah hari Ibu se-Indonesia (saya tidak tau kapan hari Ibu sedunia, bodo amat). Saya jadi ingat kisah ke’ngeyelan’ saya waktu kecil. Kalo dipikir-pikir sekarang, harusnya waktu itu saya tidak merengek-rengek untuk menukar bingkisan hanya karena kertas kadonya yang lebih menarik buat saya. Kan bisa toh, mama saya tetap dapet cangkir bagus, trus saya minta saja kertas kado yang bagus itu ke budhe. Aaaaaaaah, namanya juga anak kecil. 😦
Belom bisa mikir panjang, dan belom bisa mikir yang sebaiknya bagaimana. Hmm, baru nyadar, memang belom ada pola pikir ya waktu itu. Aiiiis, beruntunglah saya, berarti saya bertambah pintar, sudah bisa mengerti kalo yang seperti dulu itu salah. 😀
Oya,,kemaren sore karena saya bosen tingkat tinggi, saya telpon mama. Padahal sebelumnya bingung mau ngobrol apa. Tapiii, kata suami saya: “telpon aja, pasti ada yang diobrolin ntar..” Daaaaan, benar sajah.. 1jam lebih jadinya. Hehe.. 😀
Di antara obrolan yang panjaaaaaaaaaaaaaaaang itu, ada hal yang paling berkesan:
klo ditanya mau jadi rumput atau pohon pilih mana…?
Kata Mama saya:
Mama pilih jadi rumput. Walaupun diinjak-injak orang, rumput masih tetap hijau. Masih tetap kuat. Masih tetap punya harga diri. Akarnya kuat, dihempas angin juga nggak goyang ke barat, ke timur, ga ikutan. Tetep kokoh. Kalo pohon makin tinggi makin kenceng terpaan anginnya, kalo nggak kuat bisa patah.kalo akarnya nggak kuat bisa tercabut dai tanah
Hmmm,,,saya jadi ingat ayat quran yang ini:
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik* seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk ** seperti pohon yang buruk, yang Telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” [QS Ibrahim (14) : 24-26]
Continue reading

Who next, your mother..?

Who should I give my love to? My respect and my honor to. Who should I pay good mind to? After Allah, And Rasulullah

Comes your mother. Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father

Cause who used to hold you. And clean you and clothes you. Who used to feed you? And always be with you
When you were sick. Stay up all night. Holding you tight. That’s right no other.Your mother (My mother) Continue reading

Ego

Ego = kardi, dalam bahasa madura merupakan kepanjangan dari kareppa dhibik, atau dalam bahasa jawa diterjemahkan sebagai karepe dhewe…yang artinya (tenang, saya tahu Anda sedang menunggu) : semaunya sendiri, atau bahasa sekarang nya egois.

Jadi ingat adek bungsu saya yang tidak mengerti apa arti kardi dan kemudian seperti biasa nyamber aja:

”Kalo kamu Kardi, aku Tukiyem daaahh…”

Hihi…Kalau ingat masa kecil dan sampai sekarang pun, sepertinya saya sangat dekat dengan ke-kardi-an ini.

Sampai suatu hari, saya menangis sejadi-jadinya gara-gara merasa bersalah kepada seseorang yang sangat saya sayangi (mama saya maksutnya).

 

Betapa tidak.

Saya sering kali punya pendapat yang sering saya pertahankan, dan mama saya hanya mengalah. (kalau saya ingat, duh, saya ini sok tau sekali, sampai-sampai mama saya mengalah, dan mungkin mama saya ingin berkata: hmm, Nak, kalau saja mama tahu kamu jadi begini, mungkin mama tidak menyekolahkan kamu sehingga jadi sangat ’pintar’ begini, dan juga pintar ’ngeles’) Continue reading

A Song for Mama

Ini lirik lagunya “A Song for Mama” dari Boys II Men… Lirik lagunya bagus banget menurutku, bagus, bagus… Hmm, tidak ada salahnya kalau aku tulis di blogku sebagai sebuah ungkapan hati untuk mamaku tercinta, untuk semua mama di dunia, yang tak pernah lelah mendo’akan anak-anaknya, yang tak pernah putus asa memberikan motivasinya, yang tak pernah putus memberikan kasih sayangnya…liebesle

 

You taught me everything

And everything you’ve given me

I always keep it inside

You’re the driving force in my life,

Yeah…

 

There isn’t  anything

Or anyone that I can be

And it just wouldn’t feel right

If I did’nt have you by my side

You were there for me to love and care for me

When skies were grey

Whenever I was down

You were always there to comfort me

And no one else can be what you have been to me…

You’ll always be ,

you always will be the girl

In my life for all times

 

Chorus:

liebesle1Mama, mama, you know I love you

Oh you know I love you

Mama, mama, you’re the queen of my heart

Your love is like

Tears from the stars

Mama, I just want you to know

Loving you is like food to my soul

(yes you did)

 

You’re always down for me

Have always been around for me

Even when I was bad

You showed me right from my wrong

Yes you did

And you took up for me

When everyone was down in me

You always did understand

You gave me strength to go on

There was so many times

Looking back when I was so afraid

And then you came to me

And say to me I can face anything

And no one else can do

What you have done for me

You’ll always be ,

You always will be the girl

In my life for all times

 

Back to chorus

Bunda Menangis

Tumbuhan ini kata mama, namanya ’bunda menangis’. Soalnya setiap pagi mengeluarkan air dari pucuk daunnya. Kalau prediksiku, tumbuhan ini melakukan peristiwa yang disebut gutasi, singkatnya mengeluarkan kelebihan uap air yang ada di dalam sel tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya… [hyaa, bener nggak ya…terakhir kali belajar beginian pas SMP sepertinya]. Dulu, pas masih di Bondowoso, ada juga pohon yang seolah-olah menangis, kebetulan pohonnya ada di jalan dekat rumah, di Jalan Pelita. Kalau Anda berdiri di bawah pohon itu, serasa hujan lokal. Dan seperti biasa, yang ada kemudian adalah cerita mistis tentang pohon tersebut…

Tapi, bukan tumbuhan itu koq yang ingin kuceritakan. Ini tentang sebuah kisah yang tanggal 18 malam dibawakan oleh Ust. Budi Prayitno di DT, dan aku mendengarnya lewat radio di kosan. [hahaha, maaf ya usatadz, banyak kisahnya yang aku ceritakan kembali di blog, aku suka sekali dengan kisah-kisah inspiratifnya, koq bisa ya beliau menemukan begitu banyak hikmah yang bertebaran di muka bumi ini… Subhanallah…].

Nah, setelah membaca kisah ini, juga mohon dido’akan semoga tokoh dalam cerita ini diberikan yang terbaik, diberi kekuatan, diberi keteguhan oleh Sang Khaliq… Continue reading