Ganti StatuS

Sudah lama tidak menulis, sedang mengurus persyaratan untuk berganti status…kaefer_v lg

Beberapa hari lagi ceritanya akan berganti status… Eits, tenang dulu, bukan dari single menjadi double… (haha, yang ini nanti dulu…)

Perubahan status ini adalah hasil pertarungan di sidang perceraian antara aku dengan sesuatu yang selama 4 tahun ini menyertaiku… (lha, hebat beud yak, double aja belum koq udah cerai…). Maksutnya adalah perpisahanku dengan farmasi yang sudah turut membesarkan dan mendewasakan pola pikirku. Sidang perceraiannya sudah diputuskan tanggal 2 Oktober kemaren, bertepatan dengan batik yang akhirnya menjadi milik Indonesia juga… Nah, perhelatan akbarnya akan dilaksanakan tanggal 24 Oktober nanti…

Huhu, kalau ingat-ingat 4 tahun kemaren, jadi banyak bersyukur sampai di titik ini… 83_400x400

TPB yang benar-benar tahap paling bahagia, praktikum cuma sekali seminggu, gantian antara fisika dasar dan kimia dasar…cukup menjadi kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang), menghabiskan banyak jam tidur di kosan sampai akhirnya diingatkan oleh bapak dosen wali: ”kuliah adoh-adoh lha koq kerjoane turu ae..” hmm, kalo inget sampe sekarang jadi suka senyum sendiri…

Tingkat dua, kuliah mulai padat, mulai berkenalan dengan kegiatan kampus, icip sana-sini, merasakan apa itu the real student college..Sampai-sampai pernah meninggalkan kunci sepeda motor dan berakhir dengan harus membuat surat pernyataan lalai, halah…Kena burung koak juga sempat (hmm, katanya belum mahasiswa itb kalau belum pernah kena koak..miss u koak, di mana engkau sekarang…?)

Tingkat tiga juga masih sibuk akademik dan kuliah, merindukan lamanya rapat berjam-jam di himpunan. Sampai pernah berkata, hmm, nanti aku akan merindukan saat-saat ini…Hehe, di tingkat ini ni jadi bermasalah dengan Ibu Kaprodi gara-gara ospek jurusan (haduh, maafkan aku ibu, banyak salah, udah dimaafkan kata beliau kemaren pas salaman di yudisium, kata ibu: iya kamu bikin banyak dosa sama saya..). Praktikum, tes awal, tes akhir, laporan sudah jadi makanan sehari-hari. Piuhh, betapa keras tempaan kuliah di sini… Continue reading

Advertisements