Muslimah sebagai Seorang Istri

Lama tak menulis..xixixi

Kali ini saya mau mencoba share apa yang saya dapat waktu saya ikut pengajian ibu2 di perumahan..Bisa terbilang sangat jaraaaaang saya menulis soal apa yang saya dapat..Saya punya kelemahan soal menyampaikan kembali..Sering tidak sistematis…Beda halnya menulis soal keseharian itu kan mengalir saja.Tapi menyampaikan suatu ilmu kembali,itu sungguh berat buat saya..Makanya mungkin selain materi kali ini emaks emaks bangettttt dan mengena makjleb bertubi-tubi mungkin agak dapat ruh nya..I’ll try then

Entah judulnya apa? Hahaha saya beri saja judul ya “Muslimah Sebagai Seorang Istri” (makleummm bawa bayik,yaa ndengerinnya sambil gendong2 gtu deh..euh kasian amat anak2 selalu jadi kambing hitam ya..tapi memang iya..hadirnya kita di majelis ilmu membawa anak-anak itu memang nggak akan membuat kita 100% menyerap ilmu..hadir sendiri aja belom tentu bisa 100% apalagi bawa anak #eh pembenaran lagi.tapi saya yakin,hadirnya kita di majelis-majelis ilmu yang katanya turut dihadiri oleh para malaikat sehingga menjadi salah satu waktu diijabahnya doa, memberikan sebuah kesempatan emas untuk saya untuk banyak berdoa..apa saja..orang jawa bilang:ngalap berkahnya saja..kalau ada yang heran kenapa saya mau bersusah-susah bawa bayik hadir ke kajian ya karena ini..mudah-mudahan dengan hadirnya saya saja mendapat barokah dari Allah sekaligus itu tadi,saya banyak berdoa dalam hati.aamiin)

Pengajian serius tapi santai, ringan namun bergizi kali ini disajikan oleh Ustadzah Hj. Erika Suryani Dewi,Lc..Beliau ini aktif di Daarut Tauhid.Pernah tinggal di Sudan juga selama 13 tahun.

Pernahkan ibu-ibu sekalian terbangun di pagi hari dan bingung akan mendahulukan yang mana?Tumpukan piring menggunung?Perut lapar keroncongan,Masak dulu?Baju kotor sudah menumpuk?Lantai rumah minta disapu? dan berakhir dengan tidak melakukan apapun…?

.Kekuatan Doa.
Kadang kita lupa memulai hari dengan memohon pertolongan dengan berdoa kepada Allah..Kita cuman ingat berdoa soal Ya Allah minta jodoh,Ya Allah minta rezeki, Ya Allah sembuhkan lah anak-anakku yang sakit, Ya Allah pengen bla bla bla, dan yang lainnya..Tak ada salahnya jika kita selalu menyertakan dan memanjatkan doa kepada Allah di setiap urusan, sekecil apapun urusan itu..Tak ada salahnya kita berdoa “Ya Allah mudahkan urusanku hari ini..” “Ya Allah mudahkan dan ringankan aku dalam menyetrika” Tak ada salahnya…Sehingga setiap hal yang kita kerjakan di rumah entah itu menyapu, entah itu mencuci piring, entah itu menyapu, mengepel dan aktivitas lainnya akan terasa ringan dikerjakan dan mudah-mudahan mendapatkan ridho dari Allah..Karena apa, jika Allah ridho, surga lah balasannya insyaAllah..

…ingat…ridho Allah = surga…

Itu kenapa surga ada di telapak kaki ibu..dalam setiap langkah-langkah nya di rumah jika ada keridhoan Allah,insyaAllah surga lah balasannya..

Bahkan, sampai dikatakan bahwa jihadnya wanita itu adalah di rumahnya..
.Benahi Niat.

Terkadang yang membuat terasa berat, sempit dan tidak lapang itu adalah ketika mata kita bertabrakan dengan materi,dengan hal-hal yang berbau duniawi.Sahabat Rasul dulu dikisahkan jika di rumahnya sudah terlalu banyak perabot,maka mereka akan mengeluarkannya dari rumahnya..Supaya apa?Supaya mereka tidak terikat dengan dunia..Apalagi untuk kaum hawa..Kebanyakan mereka ini membeli apa yang mereka inginkan, bukan yang dibutuhkan..Pun hati-hati, jika kita menginginkan anak-anak kita bersekolah tinggi hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus dan uang yang banyak, koreksi kembali niat kita..Tanamkan kepada mereka bahwa surgaNya lah yang menjadi orientasi hidup kita..Supaya kita bisa masuk surgaNya Allah..Karena kehidupan kita di dunia ini tak lebih dari sekedar musafir yang hanya tinggal sementara saja.

Juga jangan suka mengungkit-ngungkit.Misal, dengan mengatakan “Ibu ini sudah capek-capek mengurus kamu.” Atau “Ibu ini sudah habis banyak uang menyekolahkan kamu”

Dalam hadits disebutkan “Jangan suka membatalkan pahala sedekah dengan mengungkit dan menyakiti”

Maka dari itu ikhlas ini bukan perkara saat dikerjakan saja, akan tetapi adalah sebuah perkara panjang sampai kita mati.Karena sepanjang itu,setan tidak akan berhenti menggoda kita.

.Jadikan Baiti Jannati.

Maka dari itu..jadikanlah rumah-rumah kita ini sebagai masjid,sebagai pesantren,sebagai markas,sebagai basecamp,sebagai magnet yang mempunyai daya tarik..Bagaimana supaya anak-anak betah di rumah? Itu dimulai dari bagaimana ibunya.

Jadikan rumah kita sebagai tempat pulang yang nyaman sesuai al quran dan as sunnah.Bukan dengan kenyamanan lain yang tidak sesuai dengan keduanya.Jangan sampai ketika kita akan pulang ada perasaan malas pulang ke rumah,tidak betah,tidak nyaman,tidak tenang.Hari ini kalau kita sadari,musuh-musuh Islam akan berupaya bagaimana membuat wanita-wanita berada di luar rumahnya.

.Wahai Ayah.

Yang tak kalah penting dan bahkan sangat berpengaruh adalah bagaimana posisi ayah dalam rumah.Kalau dibilang ibu adalah pendidik pertama dan utama di rumah.Atau dengan kata lain adalah gurunya.Maka ayah adalah kepala sekolahnya.Keduanya harus kompak.Jangan karena sibuk mencari nafkah,kemudian mengabaikan soal pendidikan anak-anaknya.

Rezeki itu bukan dicari, tapi dijemput.Jadi,ketika mencari nafkah, niat juga harus diperbaiki.Jangan habiskan waktu hanya untuk urusan mencari nafkah.Ingat,apakah sudah mendidik anak-anak dengan benar?

Karena anak-anak yang belum aqil baligh kemudian mereka sholat, maka pahalanya untuk kedua orang tuanya.Namun…Jika mereka melakukan dosa,maka dosanya itu juga untuk kedua orang tuanya..

Pun kalau anak kita masuk pesantren,jangan lupa untuk tetap mendidik mereka.Karena tanggung jawab itu ada di tangan orang tua.Jangan sampai kita merugi, ketika anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh/sholehah yang mendapatkan pahalanya adalah guru-gurunya saja.

Sempatkan dalam seminggu untuk berkumpul bersama dengan keluarga seperti yang dicontohkan oleh seorang ustadz fulan, untuk mengaji bersama.Saling mendengar bacaan dan taushiyah.

.Pelajaran dari Para Shahabiyah/Istri Rasulullah.

Walaupun di rumah saja..para shahabiyah/istri Rasulullah ini tetap punya penghasilan sendiri untuk soal infaq/shodaqoh mereka.Jika soal nafkah mereka menerima dari Rasulullah,namun untuk urusan infaq/shodaqoh ini mereka mencari sendiri dari hasil keringat mereka sendiri.Saking tidak relanya pahalanya dibagi dua dengan suaminya.Karena kalau dari uang suami, pahalanya bagi dua ya..dan ingat..infaq/shodaqoh ini tidak melulu soal uang ya.bisa berupa bentuk lainnya.ada yang mungkin pandai memasak kemudian membagikannya,ada yang mungkin pandai menjahit dan membagikan hasil jahitannya.

Jadi,ummahaat,back to home please..


Wallahu a’lam.


Advertisements

30 my age 😢

Menjelang usia saya yang kepala tiga ini saya jadi teringat momen dimana mama saya pernah menjadi single parent.. 😭😭 Kala itu mama saya berusia 33 tahun dengan 3 anak piyik. Saya masih kelas 1 smp, adek yang nomer dua masih kelas 4 sd kali yak, dan yang nomer tiga masih 1,5 tahun. Hidup sebagai single parent di kala itu nggak mudah. Secara ya,,masih kinyis-kinyissss bo. Banyak yang ngrasani. Banyak yang menggoda. Ada yang ngelabrak. Ada brondong muda yang mendekat. Ah macem-macem lah ceritanya.. Saya ingat itu semua, tapi waktu itu saya nggak bisa saling cerita dan bicara dengan beliau. Kita memilih bahasa diam. Mama saya diam, kadang tiba-tiba menangis. Saya juga diam nggak ngerti mesti gimana..MasyaAllah,betapa tabah dan sabarnya mama saya kala itu yak.. 😖😖

… Sampai suatu saat dimana saya dewasa dan menikah, saya jadi tau…

Mama saya pernah bilang, mama punya dua anak perempuan, mama nggak pengen ngerusak rumah tangga orang lain pun seandainya itu bisa dilakukan.. Mama cuman nggak pengen, kalo anak-anak mama yang mengalami itu gimana rasanya? Pasti sedih dan menyakitkan kan. Mama nggak cuman mikiri enaknya mama aja. Anak-anak gimana..

Jadi dulu, setelah menjadi single parent itu.. ada mas-mas brondong yang umurnya kira-kira 24 an lah mendekati mama saya. Mama saya cuman bilang, sampean tu masih muda. masih lebih layak dapet yang lebih muda. Ya itu tadi. Beliau cuman nggak mau anak-anak perempuannya kelak mengalami hal yang pahit-pahit. Kata mama, segala hal nggak enak biar mama aja yang ngalamin.. Ya Allah,sayangilah mamaku selalu..

Mama saya juga orang paling depan yang menyuruh saya nggak boleh bekerja. Kamu kalo kerja, nanti siapa yang merhatiin suamimu? Sama-sama capek. Gtu katanya. Yawes saya iyah-iyah aja. Walopun kadang jujur saja namanya juga manusia biasa kadang ada lah masa nya saya pengen bekerja kantoran pake jas apoteker. Wkwkwkwk. Atau pake jas lab kerja di lab. Ih mimpi saya banget itu dulu, kerja barengg mikroskop setiap hari. Sampe ngebayangin tinggal di tepi pantai, punya rumah di tepi pantai dan punya mini laboratorium di dalam rumah.

Suatu saat saya pernah nawari beliau hape android. Ya biar kami mudah berkomunikasi. Jaman udah canggih, kan kita pengen yak video call an sama beliau. Jawab beliau apa? Nggak ah. Mendingan hape jadul. Banyak bahayanya itu lanjut beliau. Apa itu wa itu.. Begh bisa-bisa ada yang menggoda mama. Kita tuh tambah lama menikah godaannya makin banyak (iya,akhirnya mama saya menikah lagi pas saya kelas 3 smp). Ada aja lah dari mana-mana. Beliau tu beneran pesen sama saya, kalo nggak penting-penting banget gak usah ya chat chat sama laki-laki. Apalagi curhat-curhat sama laki-laki. Lebih baik hati-hati dan dihindari yang kayak gitu. Saya iyah-iyah ajah (namanya juga dinasehati dengerin aja dulu kan..). Ya saya tau diri juga kalik. Kalo gak penting-penting amat saya nggak akan nanggepin. Ngapain. Kek gak ada orang lain aja selain saya apah. Istri orang ini tauk. Yaa once you open the door, i think you will give another chance, bener juga kata mama saya. Bahasa jawanya mah witing trisno jalaran soko… Gak ono maneh!! 😪 Inget. Sesuatu yang dulunya tabu jadi nggak tabu karena apa? Ya karena itu tadi, karena dianggap biasa aja..

Eh eh katanya begini,wew…

Nah looooo…

Terkait gambar di atas, ada kebiasaan lucu mama saya.jadi inbox sms nya itu nyaris selalu bersih.cuman biar apa?yaaa biar nggak rame aja kalo sewaktu-waktu papa saya liat.jadi gambar di atas nggak selalu berarti kek gtu yak.. 😁

Mama juga pernah bercerita.. Bahkan dulu, kalo ada tamu laki-laki alm bapak saya, mama saya nggak boleh tu ikut ketemu. Cukup menyuguhkan makanan/minuman, udah masuk lagi ke dalam ruangan lain. Tapi mama saya juga baik-baik aja digitukan, soalnya bapak saya juga gak pernah lirak-lirik sana-sini. Alm bapak saya termasuk yang kaku soal gimana berinteraksi dengan perempuan lain. Bener-bener secukupnya aja nyapa perempuan lain selain mama saya. So sweet dah kisah mereka itu.. alm bapak saya dan mama itu dulunya sama-sama punya banyak mantan wkwkwk bahasa kerennya playboy and playgirl gtu.. tapi begitu mereka menikah gak ada lagi tuh tebar-tebar pesona. gak kayak jaman sekarang yak. makin tua makin menjadi. Makin tebar pesona sana-sini. 

Ah, jadi nostalgila deh saya.. mudah-mudahan Allah selalu menyayangi kedua orang tua saya. Tanpa mereka, apalah saya..

Tapi akhirnya beberapa waktu yang lalu saya jadi tau. Ada yang share video di newsfeed fesbuk (jaman sekarang kan apa yang ada di newsfeed fesbuk suka dijadiin berita di portal-portal berita bahkan kadang sampe masuk tv, dih kurang berita apa gimana sih yak). Pekerjaan paling luar biasa bagi para iblis tu katanya ya berusaha merusak rumah tangga dengan segala cara. Bahkan kalo mereka laporan sama bosnya saya udah menyuruh manusia ini itu kurang bergengsi pekerjaannya, yang paling oke tuh ya merusak rumah tangga anak manusia sampai membuat mereka bercerai. Duh, naudzubillaah.. Saya pernah nonton di link inih:

Hmm. Jadi ngeri sendiri. Mudah-mudahan Allah selalu menjaga rumah tangga saya. Sebaik-baik penjagaan hanya penjagaanNya.. aamiin

..kalo candaan saya sama temen-temen.kita-kita kaum perempuan ini tambah lama kek mobil,harga jualnya tambah turun.tapi kalo laki-laki tuh ibarat properti,makin lama makin naik terus harga jualnya.ya iya,mereka tambah lama,harusnya secara karir semakin bagus.duit harusnya semakin stabil.lha perempuan?belom beberapa kali turun mesin akibat hamil-melahirkan-menyusui.tapi percayalah,kamu cantik luar biasa di mata Allah. 😍…

celoteh krucil #11: cita-cita

waktu umur 3th ++ kalo ditanya cita-citanya mau jadi apa, kakak nailah bilangnya mau jadi ilmuwan..
(gegara waktu kecil sering dikasi nonton vcd kakek pengetahuan)
sekarang sudah 4th ++ kalo ditanya cita-citanya mau jadi apa,
bilangnya:
aku mau jadi dokter dan dokter gigi
(kalo ini kayaknya karena dia amaze dengan profesi dokter)

ini sebuah kemajuan.dulu saya bahkan nggak kebayang punya cita-cita pengen jadi apa. asal ceplos aja pengen jadi arsitek, dan bertambah besar makin sadar: nol putul soal gambar-menggambar dan agak lemah di kecerdasan logis dan kecerdasan spasial. entahlah sebenernya saya ini jago apa. hahaha. kerasanya cuman dijejeli semua ilmu dan tau sedikit-sedikit di permukaan. dan nggak paham detailnya. tapi ternyata arah pendidikan kita memang demikian. sekalipun S1, bidang ilmu yang dikuasai masih sangat umum. baru kalo sudah S2 dan S3, makin menguasai suatu bidang ilmu secara khusus. jadi sadar, makin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, sejatinya semakin sedikit ilmu yang dikuasai, karena semakin khusus. tapi yamg membuat kaya menurut saya adalah pengalaman menuju ke sana.

kembali ke soal cita-cita kakak nailah, yang saya amati, cita-citanya konsisten menjadi orang di balik layar..kalo diamati dengan karakternya saat ini udah cocok sih..she was born not to be an actress i guess 😉

hehehe,apapun itu cita-cita: di mata Allah tugas kita cuman jadi manusia yang bertaqwa kepada Allah dengan sebaik-baik amal.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” [QS Al Mulk (67) : 2]

Cerita Kita #2: Haid itu Apa Mi?

Beberapa hari yang lalu saya sedang membayar hutang puasa. Kakak Nailah tau, umminya sedang puasa. Dia sibuk tanya, hutang saya tinggal berapa. Pagi sebelum dia berangkat sekolah, dia tau saya tidak sarapan. “ummi puasa ya?”
Pulang sekolah, saya makan hahaha. Lalu, dia bertanya, “ummi katanya puasa? kok makan” (dulu sudah pernah saya beritahu bahwa puasa itu tidak makan dan tidak minum, dari adzan subuh sampe adzan maghrib.. pernah saya ceritakan, kadamg dia suka lupa nawarin makanan pas saya lagi puasa, akhirnya lama-lama dia paham..)
tik tak tik tuk tik tak tik tuk, udah laper disuruh njelasin pulak. apa ya errrr. yawdah bilang aja yang sesungguhnya..
“Oh iya ummi haid..”
“haid itu apa mi?”
hmmm, mikir dikit dan saya mulai mencoba menjelaskan dengan bahasa yang mungkin dia pahami…
“haid itu adalah tanda kalo wanita jadi dewasa.itu nanti bakalan keluar darah dari tempat pipis.darah itu darah kotor,harus keluar, kalo nggak dikeluarkan nanti bisa jadi penyakit.”
“sakit nggak??”, tanyanya lagi (ini anak saya tuh kalo sama luka,sakit dll agak lebayyy..luka cuman beset doang nangisnya luarrrr biasa)
“yaa sakit sedikit, tapi jangan dibayangkan kayak luka ya..”

“kalo ayah?”, okay pertanyaan masih berlanjut..
“ayah beda lagi… laki-laki dan perempuan Allah ciptakan nggak sama. kalo perempuan punya tempat buat simpen kakak waktu masih dalam perut, namanya rahim.laki-laki enggak. kalo perempuan bisa menyusui anaknya. laki-laki enggak.”

“ooo..”
(fiuuuuuuhhh akhirnya muncul juga o tanda mengerti,, okaay, sementara ini pertanyaan nya begtu..nanti-nanti pasti bakalan muncul pertanyaan lainnya..)

Baksos Ramadhan

Latepost juga sebenernya, makleum kalo baru beres acara masih suka jetlag gtu deh..
Sharing kegiatan positif kan nggak mengenal waktu yaak..Semoga bisa diadopsi untuk kegiatan positif di tempat Anda yaak..
Jadi judul acaranya adalah Belanja Sambil Beramal..
Idenya: menjual barang-barang di rumah kita yang sudah tidak terpakai, tapi masih bagus. Sama-sama menguntungkan: space di rumah berkurang (istilah kerennya declutter) dan bisa dijadikan ladang amal. Waktu itu kita juga menerima uang tunai, tapi dengan jual barang-barang yang masih in very well condition itu katanya yang punya ide lebih seru daripada langsung terima cash, well, belakangan saya menyadari, kan jadi tau warga sekitar juga yak dengan interaksi jual beli yang terjadi.. Jadi, nantinya hasil penjualan dan uang tunai yang diterima akan dibelikan sembako untuk disalurkan kepada para janda-janda yang sudah sepuh dan juga untuk bapak-bapak penggali kubur di TPU.
Rasanya kalo diingat-ingat, ini adalah baksos pertama yang saya ikuti sejak setelah menikah deh ya. Makleum habis nikah baru menghuni rumah Bandung 2 tahun, ayahnya Nailah mutasi ke Jekardah. Habis itu ngontrak, yaa kalo ngontrak kan gtu yaak, cuek beybeh. Nah, jadi barulah disini ini saya jadi terlibat proyek amal lagi secara langsung.. Kalo yang nggak langsung, kadang kan kurang berasa gimanaaaa gitu, hehehe
Nah, yang punya ide adalah senior di perumahan yang usianya sama kayak Mama saya tapi masih cihuy bin gaul bingits deh! Makleum warga metropolitan yaa.. Sosialita yang udah biasa bikin acara-acara amal (kalo saya mah apa lah, hanya butiran debu kosmik)
Pengumpulan barang-barang berlangsung satu minggu. Sempat ada miskomunikasi berantai tapi nggak menyurutkan semangat kami.. Orang kan di bulan ramadhan berlomba-lomba berbuat kebaikan! Jadi mesti semangat dong yak.

Acara jual-menjual berlangsung dari ba’da asar sampe menjelang solat tarawih. Animo warga yang membeli juga bagus banget loh.
Alhamdulillaah di akhir kegiatan, dengan ijin Allah, bisa dibuat 160 pake sembako masing-masing senilai 80ribu rupiah.. Barakallahu fikum, semoga Allah selalu membimbing kita agar selalu berada di jalanNya, aamiin

image

dipilih-dipilih-dipilih

image

Persiapan & Pembagian Sembako

image

Pembagian Sembako

Membuat orang tersenyum itu memang candu ya? Candu yang baik.. 😉

Latepost: 17-Agustusan

Semoga belom basi banget karena tahun belom berganti.. Kali ini saya mo bercerita waktu saya jadi Ketua Panitia Abal-Abal bin Dadakan untuk acara 17an. Entah gimana ceritanya demi..kian, eh demi supaya anak-anak merasakan keseruan yang saya alami di masa kecil akan sebuah momen kemerdekaan bangsa. Yaaa saya kan sangat mencintai masa anak-anak saya yang bahagia. Maka saya pun punya harapan minimal anak saya (dan otomatis berefek pada anak-anak tetangga) punya kenangan tentang masa kecil yang membahagiakan. Orang sekarang bilangnya sih: untuk seru-seruan! Benar adanya kalo ada yang bilang, it takes a village to raise up our children. Kita nggak bisa membesarkan anak kita sendirian sajah, di dalem rumah ajah. Lha wong syariatnya manusia itu punya tugas hablum minallah (secara vertikal kepada Tuhannya) dan hablum minannas (secara horizontal kepada sesama manusia).. Dan kan, sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya.. Yaa kapan lagi anak-anak berkompetisi bersama kalo nggak momen begini.. (yaa walopun anak saya yang sangat pemalu itu nggak ikut semua lomba, semoga dia jadi terbiasa dengan iklim sportif dan kompetitif)..
Okay, saya pernah bilang sama suami, someday, kalo saya bisa berkarir di luar rumah saya pengen banyak melibatkan diri dalam kerja-kerja sosial. (oh,dan mungkin karena ini salah satu impian di masa depan, nampaknya mulai dikabul doanya sama Allah.. kadang saya bgtu bersemangat tapi kadang waktu ngerjainnya tapi pas dapet hantaman sana-sini suka tiba-tiba mutung, nah itu jeleknya saya. semangat di awal, mutung di tengah, dan butuh waktu lama untuk recharge semangat. semoga masih wajar ya, namapun manusia, butuh mengobati luka hati, hanya waktu yang dapat menyembuhkannya — oow, efek kebanyakan baca sinopsis drama korea :)) )
Baiklaaah..
Kali aja ada yang mau mencari jenis lomba apa sajah untuk acara 17an, ini beberapa lomba yang sudah dilaksanakan di perumahan saya yang mungkin bisa diadopsi..
Persiapan dilaksanakan kurang lebih seminggu ajah sebelum hari-H, haisss nggak jaman sekolah, nggak jaman bermasyarakat, manusia Indonesia memang suka bekerja di bawah deadline tekanan batin gitu yak. :p Karena persiapannya singkat, maka lomba-lomba yang diadakan juga yang kira-kira memungkinkan, gampang persiapan perlengkapan perlombaannya.
Rapat cuman satu hari ajah untuk menentukan jenis lombanya apa aja, tentu saja sebelumnya udah ada bahan mentah lomba apa aja yang mau dilaksanakan.

Continue reading

random thing

alasan mungkin kenapa bapak-bapak paling males nemeni belanja istrinya adalah karena emak-emak itu kadang bela-belain selisih 5rebu perak untuk 1 item barang setelah berkeliling ke seluruh deretan toko di sebuah pusat perbelanjaan, dan kenyataannya kemudian kembali ke toko pertama yang dikunjungi…
syukurnya, dan beneran harus bersyukur tuh ya ayahnya Nailah,saya bukan tipe pembelanja di tempat yang rame. kalopun kepaksa ke tempat rame, begitu ketemu satu toko, ada yang cocok ya beli. karena nggak tau ntarnya bakalan ketemu si toko itu lagi apa nggak. trus, terbantunya lagi, jaman sekarang mah belanja tinggal melototin henpon. tinggal transfer, udah deh nunggu pesanan dateng. sempat nyesek sih kalo tau kadang beda selisih harga 5-10 rebu. tapi pada akhirnya kita harus menyadari, demikian lah rejeki dibagi. nggak usah menyesali. berarti memang rejeki si penjual yang menjual lebih mahal.. ikhlaskan sajjaaah hahahaha..(walo gondok tapi yaaa mau gimana lagi, lha wong udah dibeli kaan..)