Muslimah sebagai Seorang Istri

Lama tak menulis..xixixi

Kali ini saya mau mencoba share apa yang saya dapat waktu saya ikut pengajian ibu2 di perumahan..Bisa terbilang sangat jaraaaaang saya menulis soal apa yang saya dapat..Saya punya kelemahan soal menyampaikan kembali..Sering tidak sistematis…Beda halnya menulis soal keseharian itu kan mengalir saja.Tapi menyampaikan suatu ilmu kembali,itu sungguh berat buat saya..Makanya mungkin selain materi kali ini emaks emaks bangettttt dan mengena makjleb bertubi-tubi mungkin agak dapat ruh nya..I’ll try then

Entah judulnya apa? Hahaha saya beri saja judul ya “Muslimah Sebagai Seorang Istri” (makleummm bawa bayik,yaa ndengerinnya sambil gendong2 gtu deh..euh kasian amat anak2 selalu jadi kambing hitam ya..tapi memang iya..hadirnya kita di majelis ilmu membawa anak-anak itu memang nggak akan membuat kita 100% menyerap ilmu..hadir sendiri aja belom tentu bisa 100% apalagi bawa anak #eh pembenaran lagi.tapi saya yakin,hadirnya kita di majelis-majelis ilmu yang katanya turut dihadiri oleh para malaikat sehingga menjadi salah satu waktu diijabahnya doa, memberikan sebuah kesempatan emas untuk saya untuk banyak berdoa..apa saja..orang jawa bilang:ngalap berkahnya saja..kalau ada yang heran kenapa saya mau bersusah-susah bawa bayik hadir ke kajian ya karena ini..mudah-mudahan dengan hadirnya saya saja mendapat barokah dari Allah sekaligus itu tadi,saya banyak berdoa dalam hati.aamiin)

Pengajian serius tapi santai, ringan namun bergizi kali ini disajikan oleh Ustadzah Hj. Erika Suryani Dewi,Lc..Beliau ini aktif di Daarut Tauhid.Pernah tinggal di Sudan juga selama 13 tahun.

Pernahkan ibu-ibu sekalian terbangun di pagi hari dan bingung akan mendahulukan yang mana?Tumpukan piring menggunung?Perut lapar keroncongan,Masak dulu?Baju kotor sudah menumpuk?Lantai rumah minta disapu? dan berakhir dengan tidak melakukan apapun…?

.Kekuatan Doa.
Kadang kita lupa memulai hari dengan memohon pertolongan dengan berdoa kepada Allah..Kita cuman ingat berdoa soal Ya Allah minta jodoh,Ya Allah minta rezeki, Ya Allah sembuhkan lah anak-anakku yang sakit, Ya Allah pengen bla bla bla, dan yang lainnya..Tak ada salahnya jika kita selalu menyertakan dan memanjatkan doa kepada Allah di setiap urusan, sekecil apapun urusan itu..Tak ada salahnya kita berdoa “Ya Allah mudahkan urusanku hari ini..” “Ya Allah mudahkan dan ringankan aku dalam menyetrika” Tak ada salahnya…Sehingga setiap hal yang kita kerjakan di rumah entah itu menyapu, entah itu mencuci piring, entah itu menyapu, mengepel dan aktivitas lainnya akan terasa ringan dikerjakan dan mudah-mudahan mendapatkan ridho dari Allah..Karena apa, jika Allah ridho, surga lah balasannya insyaAllah..

…ingat…ridho Allah = surga…

Itu kenapa surga ada di telapak kaki ibu..dalam setiap langkah-langkah nya di rumah jika ada keridhoan Allah,insyaAllah surga lah balasannya..

Bahkan, sampai dikatakan bahwa jihadnya wanita itu adalah di rumahnya..
.Benahi Niat.

Terkadang yang membuat terasa berat, sempit dan tidak lapang itu adalah ketika mata kita bertabrakan dengan materi,dengan hal-hal yang berbau duniawi.Sahabat Rasul dulu dikisahkan jika di rumahnya sudah terlalu banyak perabot,maka mereka akan mengeluarkannya dari rumahnya..Supaya apa?Supaya mereka tidak terikat dengan dunia..Apalagi untuk kaum hawa..Kebanyakan mereka ini membeli apa yang mereka inginkan, bukan yang dibutuhkan..Pun hati-hati, jika kita menginginkan anak-anak kita bersekolah tinggi hanya untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus dan uang yang banyak, koreksi kembali niat kita..Tanamkan kepada mereka bahwa surgaNya lah yang menjadi orientasi hidup kita..Supaya kita bisa masuk surgaNya Allah..Karena kehidupan kita di dunia ini tak lebih dari sekedar musafir yang hanya tinggal sementara saja.

Juga jangan suka mengungkit-ngungkit.Misal, dengan mengatakan “Ibu ini sudah capek-capek mengurus kamu.” Atau “Ibu ini sudah habis banyak uang menyekolahkan kamu”

Dalam hadits disebutkan “Jangan suka membatalkan pahala sedekah dengan mengungkit dan menyakiti”

Maka dari itu ikhlas ini bukan perkara saat dikerjakan saja, akan tetapi adalah sebuah perkara panjang sampai kita mati.Karena sepanjang itu,setan tidak akan berhenti menggoda kita.

.Jadikan Baiti Jannati.

Maka dari itu..jadikanlah rumah-rumah kita ini sebagai masjid,sebagai pesantren,sebagai markas,sebagai basecamp,sebagai magnet yang mempunyai daya tarik..Bagaimana supaya anak-anak betah di rumah? Itu dimulai dari bagaimana ibunya.

Jadikan rumah kita sebagai tempat pulang yang nyaman sesuai al quran dan as sunnah.Bukan dengan kenyamanan lain yang tidak sesuai dengan keduanya.Jangan sampai ketika kita akan pulang ada perasaan malas pulang ke rumah,tidak betah,tidak nyaman,tidak tenang.Hari ini kalau kita sadari,musuh-musuh Islam akan berupaya bagaimana membuat wanita-wanita berada di luar rumahnya.

.Wahai Ayah.

Yang tak kalah penting dan bahkan sangat berpengaruh adalah bagaimana posisi ayah dalam rumah.Kalau dibilang ibu adalah pendidik pertama dan utama di rumah.Atau dengan kata lain adalah gurunya.Maka ayah adalah kepala sekolahnya.Keduanya harus kompak.Jangan karena sibuk mencari nafkah,kemudian mengabaikan soal pendidikan anak-anaknya.

Rezeki itu bukan dicari, tapi dijemput.Jadi,ketika mencari nafkah, niat juga harus diperbaiki.Jangan habiskan waktu hanya untuk urusan mencari nafkah.Ingat,apakah sudah mendidik anak-anak dengan benar?

Karena anak-anak yang belum aqil baligh kemudian mereka sholat, maka pahalanya untuk kedua orang tuanya.Namun…Jika mereka melakukan dosa,maka dosanya itu juga untuk kedua orang tuanya..

Pun kalau anak kita masuk pesantren,jangan lupa untuk tetap mendidik mereka.Karena tanggung jawab itu ada di tangan orang tua.Jangan sampai kita merugi, ketika anak-anak kita menjadi anak-anak yang sholeh/sholehah yang mendapatkan pahalanya adalah guru-gurunya saja.

Sempatkan dalam seminggu untuk berkumpul bersama dengan keluarga seperti yang dicontohkan oleh seorang ustadz fulan, untuk mengaji bersama.Saling mendengar bacaan dan taushiyah.

.Pelajaran dari Para Shahabiyah/Istri Rasulullah.

Walaupun di rumah saja..para shahabiyah/istri Rasulullah ini tetap punya penghasilan sendiri untuk soal infaq/shodaqoh mereka.Jika soal nafkah mereka menerima dari Rasulullah,namun untuk urusan infaq/shodaqoh ini mereka mencari sendiri dari hasil keringat mereka sendiri.Saking tidak relanya pahalanya dibagi dua dengan suaminya.Karena kalau dari uang suami, pahalanya bagi dua ya..dan ingat..infaq/shodaqoh ini tidak melulu soal uang ya.bisa berupa bentuk lainnya.ada yang mungkin pandai memasak kemudian membagikannya,ada yang mungkin pandai menjahit dan membagikan hasil jahitannya.

Jadi,ummahaat,back to home please..


Wallahu a’lam.


Advertisements

Kuliah Jurusan Apa? Jurusan Farmasi

image

Pertama-tama saya mengucapkan beribu maaf untuk pertanyaan seputar kuliah di jurusan farmasi pada kolom komentar di blog ini yang tidak sempat saya balas, inbox ke email yang mungkin juga tak sempat terbalas, pun inbox ke fesbuk yang masuk filtered message. Sesungguhnya saya ingin membalas satu per satu. Namun apa daya, kadang keterbatasan saya sendiri yang sok sibuk jadi nggak sempat membalas. Sedikit cerita, saya lulus dari Sekolah Farmasi ITB tahun 2009. Jadi memang sudah (agak) lama sekali ya. Dan sekarang juga tidak menekuni dunia farmasi. Doakan aja ya ada jalannya kembali ke dunia farmasi.. 🙂

Alhamdulillah, teman seangkatan saya, Rini Inggriani, S.Si, Apt sudah melahirkan buku ini. Semoga bisa menjawab pertanyaan adik-adik semua ya.. Bisa didapat di Gramedia terdekat. atau bisa menghubungi Ibu Rini di email beliau ya: rini.inggi@gmail.com

Buku ini akan menjawab pertanyaan adik-adik sekalian soal seluk-beluk perkuliahan di farmasi.
-Mulai dari pra, saat menjalani, dan pasca kuliah,
-Apa yang harus disiapkan saat ingin masuk jurusan farmasi (termasuk, harus jago matematika atau kah fisika atau kah kimia atau biologi, trus kalo saya hanya jago salah satunya gimana?),
-Apa saja yang akan dipelajari saat perkuliahan,
-Peluang berkarir lulusan farmasi,
-Di dalam buku ini juga ada daftar sekolah dan perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi farmasi beserta akreditasinya
-Ada juga daftar industri-industri farmasi di Indonesia,
-Ada juga penjelasan mengenai program profesi apoteker,
-Tips-tips untuk bisa survive kuliah di farmasi (misal yang sudah kejeblos di farmasi dan merasa salah jurusan)
-Testimoni lulusan farmasi

Semoga hadirnya buku ini bisa menjawab semua rasa ingin tahu soal jurusan farmasi ya. Jadi,,yang masih penasaran soal farmasi buruannnnn beli buku ini yaaaaaa!! 🙂

Segera cari di Toko G terdekat di kota adek-adek yaaa!!!

Knee

Last sunday, I didn’t know what happened. Suddenly, I felt discomfort on my right knee. There was a bone that didn’t back to its place well. I often called it: kecekluk. Owh. So painful. I realized that support my body with only one knee was a hard job. Uyeah. —sa’karung beras boo
Ok, first take some strechings.
-turn the body resting on knees. to the right 8 times. to the left 8 times.
-turn clockwise the right ankle 8 times and counter clockwise 8 times

Second, do a simple massage. turn the patella while feeling the painful part (my mama said diunyeng-unyeng 😀 )

Alhamdulillaah, now I have back my knees 🙂

Cerita Menyapih Kakak Nailah

Ok. Seperti janji saya untuk menceritakan penyapihan kakak nailah.. Ini ceritanya, selamat menyimak dan siapa tau ada yang butuh juga sharing nya.. 🙂

2 Okt 2013 (23 bulan 3 hari)
Mempertimbangkan:
-makan dan minum bagus
-susu uht/sufor ok
-cemilan ok
-usia hampir 2 tahun, wajib nya sudah gugur, sebenarnya dalam banyak tafsir, kewajiban menyusui adalah 30 bulan terhitung sejak masa kehamilan. kira-kira setelah anak berusia 21 bulan
-mulai menyakitkan, karena banyak digigitnya kalo ng-asi 😀 jadi banyak bete nya mbok nya 😀

Maka, program penyapihan ingin segera dimulai dan dituntaskan..

What to do?
*sounding sejak sekitar 2-3 bln sblmnya
-nanti kalo 2 tahun berhenti mimik ummi ya
-yang mimik itu bayi
-kakak sudah 2 tahun, sudah besar, disebutin satu-satu. uti gak mimik, kung gak mimik, om gian, tante yiyin, om andre, eyang, kakak rama, ayah, wes semuanya diabsen.. 😀
-kalo haus: minum aer putih pake gelas, boleh minum susu pake gelas atau botol susu
-setiap malam klo nglilir dibiasakan minum air putih, sediakan di dekat tempat tidur
*dilakukan sblm tidur,saat bermain/santai
*berdoa kepada Allah (penting ini)
*niat yang bulat dan tekad yang kuat 😀

Eksekusi
Suatu sore, 2 Okt 2013
Ketika nonton tipi, dikit2 minta mimik maka si ummi menilai inilah saat yg tepat mulai menyapih. “Kakak, kan sudah besar ya, minum susu pake gelas”
dengan iming2: mobil-mobilan 😀 kalo berhasil gak mimik (pada kenyataan nya mobil2 an nya tetap dibelikan, sebagai kado ultah, bukan kado berhasil disapih :D)
image

Hasil: GAGAL, karena ayah pulang kerja malem, ummi sudah esmosih tingkat tinggi, kakak nailah rewel. Akhirnya dipending dulu. Bagaimanapun, peran ayah sangatlah penting. Baik dalam masa menyusui ataupun masa penyapihan. Haha, ini karena niat ummi nya kurang manteb kayaknya..

Gak lama setelah itu, kakak sakit. Makinlah gak tau kapan mau disapih.. Secara yaaa. Anak sakit itu nemplokk sama emaknyee.

Continue reading

masukitb.com

masukitb.com

web di atas katanya sih buat adek-adek SMA yang sedang galau nyari jurusan untuk kuliah.. supaya nanti pas kuliah gak ngerasa salah jurusan. 😀

semoga membantu ya.

mohon maaf juga kalo saya bales email/inbox fb/komen tentang jurusan farmasi nya suka selow respon.. intinya mah kalo yg di atas ada pertanyaan serupa biasanya gak saya bales lagi. 😀

semangat mencari jurusan yang sesuai ya. 🙂

Ketika Allah Mengajari Saya Bagaimana Cara Bersyukur

Apakah Anda percaya bahwa hidayah Allah bisa datang lewat orang-orang di sekitar Anda..?
Saya termasuk orang yang sangat percaya akan hal itu.
Seorang sahabat yang akun surelnya bernama ukhtimaniez (hehehe,,dan itu surel dari kampus dulu,ampun dah.akun saya juga nggak kalah narsis: immoeth.. 😀 ) bercerita kepada saya salah satu hal yang ia peroleh dari sebuah majelis ilmu. Tentang berdo’a. Kurang lebih begini yang saya ingat:

Berdoa sama Allah kan gratis ya, nggak bayar. Maka mintalah banyak hal kepadaNya. Coba tuliskan 1000 keinginan. Dan bacalah ketika waktu berdo’a tiba.

Kemudian. Pada suatu waktu ketika saya sedang banyak tidak bersyukur. Pada suatu masa ketika saya merasa banyak tidak puas dengan kehidupan yang saya jalani saat ini. Teringatlah saya akan cerita di atas. Dan mulailah saya menuliskan keinginan-keinginan saya pada sebuah buku kecil.

yes, i still have dreams.

1. pengen masuk surga,jumpa Allah dan RasulNya
2. Naek haji
3. …
4. …
dst

Tahukah Anda? Saya baru bisa menulis hanya sampai nomor 22.
Saya jadi terdiam dan kemudian tersenyum. Astaghfirullah, betapa menuliskan keinginan itu sangat sulit ya. Betapa Allah itu sudah mengatur kehidupan saya sedemikian indah. (jadi inget salah satu film yang ceritanya manusia yang menjadi Tuhan.saking bingungnya dengan banyaknya keinginan manusia,kacau balaulah kehidupan saat dia menjadi Tuhan)
Saya jadi bersyukur.
Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmus shaalihaat (segala puji bagi Allah yang dengan ni’matNya,sempurnalah kebaikan)

Maka sekarang, ketika saya sedang banyak tak bersyukur, saya lihat catatan do’a itu lagi, dan masih tidak bisa melanjutkan menulis. Bukannya saya tidak punya keinginan. Tapi, saya ingat-ingat kembali apa yang sudah saya dapatkan 24 tahun ke belakang. Lalu, saya lihat 22 keinginan tadi. yang 22 saja belum saya ikhtiarkan dengan maksimal. masa’ sudah mau minta lagi sama Allah…?? *tapi, berdo’a kan gratisan yak.siapa yang hari gini gak mau gratisan?tengoklah operator seluler aja berlomba-lomba ngasih gratis ini,gratis itu… :p

maka..benarlah adanya.untuk urusan dunia lihatlah ke bawah.untuk urusan akherat lihatlah ke atas.

terima kasih..untuk lingkaran kebaikan yang selalu menyelimuti saya.sesungguhnya ini ni’mat yang paling besar,tapi sering terlupakan.
ni’mat iman, islam dan semua dekapan ukhuwah di dalamnya.
terima kasih ya Allah.untuk terkabulnya do’a-do’a yang mungkin saya pun lupa pernah berdo’a tentang itu, atau do’a-do’a keluh-kesah saya,do’a-do’a ndumel saya yang saya tidak sabar menunggunya… (padahal sudah tau ilmunya,bahwa Allah bisa mengabulkan do’a, menundanya, atau menggantinya dengan yang lebih baik).

dasar manusia ya.nggak pernah berhenti menggerutu.
Allah.saya minta lagi ya, semoga ketika saya tidak bersyukur, Engkau ajari caranya bersyukur. Aamiiin…