Nailah dan LOL

Masih tentang LOL lagi 😀

Cerita sebelumnya di sini. Di kemudian hari pernah pula dia bercerita tentang LOL lagi. Kalau teman-teman WA yang menyimpan kontak saya mungkin pernah juga membaca status saya soal LOL ini.

Kakak Nailah bercerita, “ummi, ternyata kata Ustadz, nggak semua doa kita itu dikabulkan sama Allah. Ada yang diganti dengan hal yang lain yang lebih baik atau disimpan nanti sebagai balasan di akhirat…”

Saya cuman ketawa. Lha udah sering saya bilang, nggak akan ummi beliin kakak LOL. Mahal dan eman-eman uangnya nak. Bisa kenyang kalo untuk makan. Bisa kekal kalau untuk sedekah.

Terus beberapa hari lalu. Kami ngobrol lagi. Gara-garanya habis mendengarkan kajian ada kisah soal Jabir membeli kaki kambing karena sudah lama tidak makan kaki. Bertemulah Jabir dengan Umar, Umar berkata “memangnya walau rindu makan kaki, mau dihabis-habiskan uangnya untuk memenuhi keinginan?” Umar kemudian membacakan ayat “Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (seraya dikatakan kepada mereka), “Kamu telah menghabiskan (rezeki) yang baik untuk kehidupan duniamu dan kamu telah bersenang-senang (menikmati)nya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu sombong di bumi tanpa mengindahkan kebenaran dan karena kamu berbuat durhaka (tidak taat kepada Allah).” [QS Al Ahqaf ayat 20]. Poinnya soal mengutamakan Allah dibandingkan dirinya.

Habis itu saya bilang lagi, “nanti kalo kakak minta LOL lagi ummi bacain ayat ini ke kakak”

Dia cuman tertawa, “iya-iya aku udah nggak pengen LOL lagi. Pernah sih aku pengen berdoa sama Allah minta LOL, tapi kayaknya nggak mungkin deh dikabulkan….”

Ayahnya ikut nimbrung “mungkin ada barang yang harganya lebih mahal dari LOL yang Allah berikan buat kakak. Mungkin meja belajar itu?”

(padahal sebenernya meja belajar itu hadiah kami buatnya saat dia menyelesaikan hapalan qurannya.entahlah kami nggak pengen beliin LOL itu memang…)

Nah, kadang, ummi juga malu dan bingung mau berdoa apa sama Allah. Tapi buat kasus LOL, udah bener itu Kakak Nailah nggak yakin berdoa soal LOL. Atau berdoa aja terus nanti Allah ganti barang lain gitu ya? Hehe…

Btw, kadang ummi juga suka ngerasa kurang yakin. Ngerasa kadang apa yang ummi pengen itu kayak mustahil. Tapi mesti diubah ini. Nggak boleh begitu. Kalau pun bingung, maka cukupkan dengan membaca “istighfar: astaghfirullaahal ‘adzim” insyaAllah, semua hajat yang kita ingin akan dikabulkan oleh Allah. Mungkin bukannya tidak yakin. Tapi karena percaya sama Allah, Allah pasti akan memberikan apa yang kita butuh pada yang waktu yang tepat. Ingat kisahnya penjual roti dan Imam Ahmad bin Hanbal? Kisah yang sudah masyhur. Tapi tak apa saya tuliskan kembali di sini. Suatu ketika, Imam Ahmad sangat ingin pergi ke Basrah. Padahal beliau tinggal di Baghdad. Maka pergilah beliau ke sana. Waktu itu belum ada ya mobil dan pesawat, adanya unta kali ya. Bagdad ke Basrah jaraknya kalau ditempuh kurang lebih 500 km. Itu sekitar dari Tangsel ke Jogja lah kira-kira jauhnya. Kalau jalan kaki kata gugelmep sekitar 5 harian. Sampai di Basrah, Imam Ahmad sholat isya’ di sebuah masjid. Selesai itu, beliau bermaksud istirahat di dalam masjid. Tapi diusir oleh penjaga masjid. Jaman itu nama Imam Ahmad memang terkenal. Tapi tak semua orang kenal wajah beliau. Beliau akhirnya mencoba istirahat di teras masjid. Tapi, lagi-lagi diusir. Akhirnya, beliau bertemu dengan seorang penjual roti di dekat masjid yang menawarkan apakah mau beristirahat di rumahnya. Singkat cerita, Imam Ahmad bermalam disana dan mendapati penjual roti ini selalu beristighfar, kecuali ketika diajak berbicara oleh Imam Ahmad. Imam Ahmad penasaran. Beliau bertanya, ” Wahai bapak, aku lihat engkau selalu mengucap istighfar. Sudah berapa lama engkau membacanya?” Ternyata sudah 30 tahun lamanya penjual roti itu melakukan kebiasaan itu. Imam Ahmad penasaran lagi “Apa saja yang sudah kau dapat?” Kata penjual roti itu,

“Semua keinginanku sudah dikabulkan Allah, kecuali 1 hal: Aku ingin bertemu dengan Imam Ahmad”

Masya Allah, Allahu Akbar, jadi demikianlah, yang menggerakkan Imam Ahmad dari Baghdad ke Basrah. Karena istighfarnya penjual roti, yang tentu saja bagian dari ketetapan Allah.

Jadi, ketika tak tau harus berdoa apa, istighfar insyaAllah mencukupkan segalanya….


Sekian, semoga bermanfaat ya.

2 thoughts on “Nailah dan LOL

    • Is it you my partner in crime? Hehhe long time no see? Gimana kabarrrr? Lama tak bersua. Xixixi dzikir tu ibadah paling murah paling mudah no ribet2. gak butuh duit gak butuh modal gak butuh wudu dulu. tapi kadang suka terabaikan nggak si?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.