emak rata-rata,saya juga keknya

pernah viral tulisan soal ibu rata-rata..isi tulisannya kek bgini, sumbernya maaf nggak ditulis soalnya udah nggak jelas siapa penulis aslinya..

***

Ibu Rata-Rata

Pernah kepikiran ga, kalau kita ini sepertinya kok jadi ibu yang biasa-biasa saja ya. Ibu dengan kemampuan rata-rata, bukan ibu luar biasa. Ngga ada satu bidang khusus yang kita kuasai dan membuat kita istimewa di mata suami dan anak-anak.

Masak ngga jago. Udah yang dimasak itu-itu aja, rasanya juga ngga konsisten. Hari ini enak, besok kurang asin, lusa hambar, minggu depan mutung ngga masak. Padahal itu masaknya juga udah penuh perjuangan. Beda banget sama ibu-ibu di grup masak itu. Yang bikin sambel aja kayanya menggoda banget, apalagi bikin masakan berat. Beralih ke bikin kue, malah lebih parah. Resep bolu ngakak jadi bolu mingkep dan resep bolu mingkep jadi ngakak kalau kita yang bikin. Belum lagi soal kue bantet dan gosong. Beda sama tetangga sebelah yang jago bikin kue, bahkan sampai terima pesanan, order memanjang menjelang lebaran.

Okelah dapur mungkin memang bukan keahlian kita, tapi soal beres-beres rumah, kita ahlinya kan? Ngga juga ternyata. Lha wong rumah juga ngga pernah rapi, bisa rapi hanya dalam hitungan menit. Setrikaan ngga pernah bisa memenuhi jadwal, hanya menumpuk di keranjang-keranjang cantik. Cucian juga sama. Jarang on time. Hari ini nyuci, besok bahkan bisa jadi lusa baru keluar dari mesin cuci untuk dijemur.

Di dapur ngga ahli, beres-beres rumah juga bukan pakarnya. Jadi, dimana kira-kira keahlian sempurna kita? Sabar menghadapi anak-anak yang kreatif banget itu? Bukan. Cubitan masih suka mendarat di tubuh anak-anak ketika level stress meninggi.  Punya bisnis rumahan yang beromzet puluhan juta? Belum juga. Insya Alloh otw. Aktif di organisasi sekolah atau kemanusiaan? Ngga juga. Jadi bidang apa donk yang bisa bikin kita jadi ibu luar biasa?

Kalau mau dilihat satu-satu, sepertinya memang tidak ada satu bidang khusus  yang saya kuasai dengan sempurna yang bisa membuat suami dan anak-anak bangga dengan hal itu. Saya ibu biasa saja, dengan kemampuan rata-rata bahkan dibawah rata-rata untuk hal-hal tertentu. Tapi, sebutan ibu luar biasa itu ada karena ada pembandingnya kan? Pembandingnya ya ibu dengan kemampuan rata-rata macam saya ini (dilempar bolu bantet).

First of all, love yourself moms. Mau ibu luar biasa atau ibu rata-rata, cintai diri sendiri mak, dalam porsi yang seharusnya, jangan sampai bablas ke narsistic. Besarnya cinta kita ke suami dan anak-anak seringkali membuat kita lupa mencintai diri sendiri. Terlalu banyak target yang kita bebankan ke diri sendiri demi menjadi ibu yang sempurna, meskipun hanya di satu bidang saja.

Percayalah, anak-anak yang manis itu akan menganggap kita ibu luar biasa, meskipun kita hanya bisa memasak telur dadar. Karena telur dadar buatan ibu tiada duanya. Kita adalah ibu luar biasa karena ketika mereka menyebut sebuah barang, kita tahu persis dimana letaknya (kecuali sedang lupa). Kita adalah ibu luar biasa  karena kita bisa memahami dengan tepat apa yang diinginkan bayi umur dua tahun bahkan hanya melalui gerakan tangannya. Kita adalah ibu luar biasa  karena kita paham benar ayam goreng macam apa yang jadi kesukaan anak-anak. Kita adalah ibu luar biasa karena kita yang terakhir tidur di malam hari dan yang pertama bangun di pagi hari. Kita adalah ibu luar biasa karena kita bisa memasak sambil menggendong bayi sekaligus ngitung pesanan customer dan masukin baju kotor ke mesin cuci. Kita adalah ibu luar biasa.

Kita tetap ibu luar biasa meskipun kemampuan kita hanya rata-rata. Kalau sekarang kita belum bisa menjadi luar biasa seperti standar umum yang berlaku, kita akan menjadi luar biasa ketika anak-anak kita sudah dewasa dan berkeluarga. Kita mengalami sendiri bukan? Betapa bersyukurnya kita mempunyai ibu yang luar biasa, yang sering ngomel hanya untuk mengingatkan tentang cuci piring setelah makan, tentang menyapa kepada orang yang lebih tua, tentang berterima kasih, tentang tidak menyakiti orang lain, tentang menghargai orang lain, dan masih banyak lagi.

Teruslah berusaha menjadi luar biasa dengan kemampuan rata-rata kita. Jangan lelah mengajarkan iqra’ meskipun satu bulan hanya satu huruf yang dikuasai anak kita. Jangan lelah mengingatkan soal kata maaf, tolong, dan terima kasih. Jangan lelah mengingatkan sholat lima waktu meskipun membutuhkan energi yang luar biasa. Jangan lelah moms, jangan lelah…

Kita mungkin ibu rata-rata saat ini, tapi cinta dan usaha akan menjadikan kita ibu luar biasa suatu saat nanti.

***

Get the points? Kadang kita terlalu kelelahan karena banyaknya target yang kita bebankan ke diri sendiri untuk menjadi sempurna..Padahal menjadi sehat dan waras aja udah bagus banget..Kebayang nggak kalo ibunya nggak waras dan nggak sehat, kasian anak-anak. Bener,, anak-anak gak butuh kita yang sempurna bisa segala macem hal. Bisa berhitung tambah-tambahan ribuan aja adalah hal yang mengagumkan untuk mereka. Bisa hapal surat An Naba’ aja mungkin adalah hal yang waw buat mereka. 

Kalo sama suami sih ah udahlah harus banyak minta pemakluman. Kalo harus nyaingin perempuan-perempuan di luar sana yang kekinian banget yang trend nya menjadi alay, unyu-unyu yang kalo poto-poto pake monyong-monyongin mulut, manis-manis manjah ala incess syahrono, centil, selalu cantik, selalu wangi nggak bau bawang, nampak smart bin intelek ah apalah saya otak menumpul seiring buku yang dikontenerkan, rumah yang selalu rapih bukan kek rumah saya yang berantakan kek kapal pecah, kebun yang selalu indah, masakan yang selalu nampak lezat, ah sudahlah saya menyerah.. Kalo harus dibandingin ah saya nggak ada apa-apanya lah. Jauh.

But one thing, since become a mom,my children were my world.. home was my world..there was no beautiful world other outside.and since that i closed my eyes and my ears to keep my soul healthy

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s