Teman Biasa Aja Ya!

Kadang vertigo dateng sebagai sebuah nightmare. Ketakutan akan berbagai hal muncul kalo lagi kambuh. Pikiran macem-macem terlintas, sementara saya harus berhenti berpikir tentang apapun. Harus kosong. Relaksasi, terutama mengosongkan isi kepala. Dan lalu tidur damai kayak putri tidur.

Saya selalu khawatir kalau-kalau vertigo kambuh lagi. Sebenernya saya sudah hapal. Saya gak boleh capek, gak boleh overload alias banyak pikiran, gak boleh kurang tidur, gak boleh setres. Eh tapi, saya kan manusia hidup. Yagak mungkin lah saya tanpa masalah. Kalo udah kambuh, saya baru inget deh, ayo coba cek ke dokter. Kenapa sih, apa sih penyebabnya? Tapi, gak jadi mulu. Soalnya begitu vertigonya ilang, lupa deh pernah sakit begitu. Dasar bandel. Ah, anggap saja, selalu ada waktu istirahat setelah pekerjaan berat menyapa..

Kalo udah kambuh, cuman pengen segera sembuh dan kesana-kemari ngerjain banyak hal, tidur dengan kepala berputar-putar sungguh gak enak. Itu juga yang mungkin mengambil ‘kekeblukan’ saya. Jadi susah tidur. Kadang posisi salah sedikit aja bikin muter. Jadi takut mau tidur. Argh, saya benci dibuat khawatir begini. Gak jarang, si vertigo ini mengambil limit saya. Membuat saya takut mengambil tantangan. Padahal, katanya push your limit dulu aja, kalaupun akhirnya tepar juga, berarti waktunya untuk beristirahat.. Semacam, mengambil sedikit sisi keberanian, ketakutan yang gak beralasan. Tapi sungguh, vertigo itu gak nyaman.

Jadi, kita teman biasa aja ya, gak lebih!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s