sederhana itu…

Teladan kita, Rasulullah. Lebih memilih tidur di atas pelepah kurma supaya tak tidur nyenyak. [saya? masih juauuuuuuh, lebih seneng tidur di kasur empuk πŸ˜₯ ]

Atau, sebutlah Umar. Memilih untuk makan roti gandum keras, yang bahkan kalau dipakai mukul kepala orang, bisa benjoL… Maka, Abdullah bin Umar berkata: wahai Ayah, mengapa engkau memakan roti gandum yang keras itu? kalau ayah mau, aku bisa memberimu roti yang empuk. Lalu, kata Umar, hei Abdullah. aku ini khalifah, aku menguasai seperempat dunia, kalau aku mau, aku bisa memanggil juru masak yang enak dari Persia, aku tau. tapi aku takut, enak nya makanan ini, melupakanku pada akhirat. [tidur, makanan — arrrggggh, dua hal yang benar-benar menggoda.]

Di masa sekarang, di negeri ini. Ternyata masih ada juga orang-orang yang mewarisi kesederhanaan, meskipun mereka di puncak jabatan, pastilah bergelimang harta. Sebut saja Wapres kita, Pak Boed. Saya baru tau, pas nonton Mata Najwa. Beliau orangnya sederhana sekali… Digambarkan, celana robek masih dipakai, sepatu kets jebol masih disol, dan rumah pribadi yang retak belom diperbaiki (belom sempat kata Bu Hera πŸ˜€ )

Ternyata, ada juga contoh-contoh kata-kata yang sering terngiang-ngiang di kuping saya

seiring meningkatnya pendapatan Anda, tetaplah pada gaya hidup sebelumnya.

Terakhir, Presiden Uruguay, Jose Mujica, beliau oke juga!

yang pantas disebut miskin adalah mereka yang bekerja keras hanya untuk mempertahankan gaya hidup mewah dan selalu menginginkan lebih dan lebih

Saya juga pengen bisa punya gaya hidup sederhana begitu. Semoga bisa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s