nispah

Dulu. Saya pikir hanya saya saja yang selalu merasa sepi setelah berada di rumah cukup lama. Liburan semester kuliah yang panjang. Dan harus memulai lagi pergi ngampus.
Sekarang. Saya masih menjadi perantau.
Mudik masih bisa sangat lama. (soalnya saya libur setiap hari dan kakak nailah belom mulai sekolah)
Mudik terakhir kemaren. Saya jadi tau. Ternyata mama saya pun merasa ‘nispah
Bagaimana tidak.
Adek saya dan istrinya (yang baru menikah) pulang bersama saya dan keluarga. Adek-adek saya yang lain sedang sekolah. Jadilah mama-papa cuman berdua di rumah. Haaa. T_T
Hari sebelumnya saya tanya mama? Mama sedih gaak bentar lagi sepi lagi di rumah? Ya sedihlah.. Nispah..
Saya jadi tau. Tidak cuman saya yang merasa sepi.
Dulu saya menghabiskan hari-hari setelah pulang lama, nguplek di kamar kosan sendiri. Kan naek sepur ya. Nyampenya pagi. Pulang-pulang sekalian ngegembol Hokben. Bisa sampe siang. Nanti udah lama gak keluar-keluar, mbak kosan kamar sebelah akan mulai khawatir. Hahahahaa. Wina kenapaaaaaa. Lalu yasudah. Mewek 😀

Ah. Beginilah hidup.
Bertemu dan kemudian berpisah.
Berpisah mungkin tak bertemu kembali.
Mungkin bertemu kembali.

Maka. Mumpung masih ada kesempatan. Gunakan dengan baik, kira-kira begitu hikmahnya.. 🙂

Advertisements

2 thoughts on “nispah

  1. Ass…kk (pggil aj y )…
    Skrg aku bkerja di jkrta tpatnya di prushaan farmsi n alat kcantikan jga alat2 kdoktran ….
    Aku pngen kul. frmsi thun ini kra2 klo kul. frmasi mnantang gak sperti exac dan apa bdanya kdokteran dgan farmsi..
    thk sblmnya…bls k sni y 08977517675

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s