Kualitas Hidup

Manusia memang aneh. Orang di desa berlomba-lomba ingin pergi ke kota. Orang di kota memanipulasi wahana supaya bisa merasakan kehidupan di desa.

Ceritanya saya sedang mudik ke Jember. Sedang musim mangga saat ini. Kalau di Jakarta, Anda harus beli mangga mulai dari seharga 7.500, 9.000, 15rb, atau 20rb sekilo. Disini, di ruma saya, saya bisa icip berbagai varian mangga. Iya, selain mangga di rumah mama, tetangga kanan-kiri-depan juga punya pohon mangga dengan rasa yang berbeda. Seperti kata pepatah, lain lubuk lain belalang. Lain tanah, lain pula rasa mangganya :9 Belom lagi mangga-mangga di jalan, yang entah punya siapa, yang biasanya, jatuh karena sudah terlalu masak. Lalu, dipungut saja deh. Hahaha. (bukan saya yang ngambil)
Kalau di Jakarta, untuk bisa survive sehat setiap hari, saya harus konsumsi Vitamin C, madu dan minum susu setiap hari. Ya mungkin pola makan harus dibenahi juga. Tapi maksud saya, dengan pola makan yang relatif yang sama, di rumah mama saya gak perlu konsumsi seperti di Jakarta. Kalo di Jakarta, kelewat minum vitamin c sehari aja, badan rasanya langsung nggreges gak karuan. Uwew, mungkin polutan begitu jahat ya. Udara segar di Jakarta rasanya mahal sekali. Untuk menuju Ragunan yang penuh pepohonan, kita harus melalui keramaian yang berpolusi dulu. Jadi impas deh. Makanya, saya salut dengan ayah kakak nailah, masih diberi kesehatan, padahal sepeda motoran setiap hari. Gak kebayang sesak nafasnya seperti apa πŸ˜₯
Mau naek mobil? Nambah kemacetan mesti ya. Waktu tempuh juga jadi lama. Hidup yang penuh pilihan dan risiko :O Semoga sehat selalu dan bahagia ya kami semuanya.. πŸ™‚

Suruh siapa datang Jakarta??
Enggak. Saya tidak sedang menentang takdir Tuhan. Saya berusaha menerima. Ini bagian hidup yang mesti saya jalani. Semoga rumah kami segera jadi deh, sedikit melipir dari ibukota dan merasakan suasana yang gak seruwet ibukota. Saya rindu jalanan sepi πŸ™‚ Yang kalo nyetir motor gak pake mikir πŸ˜€

Tenang kakak nailah, kakak nailah pasti akan tau yang namanya sawah, sungai, dan sapi makan rumput. Atau sekalian sapi mbajak sawah dan tukang selep beras keliling?? :))

Advertisements

2 thoughts on “Kualitas Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s