Gak Punya Uang


suatu pagi, sepulang belanja. seorang anak kecil yang bapak-ibunya dua-dua nya bekerja menyapa saya.
AK: anak kecil
S: saya

AK: aku mau beli mobil. aku punya uang. kalo kamu, pasti gak punya uang ya
S: -____-
(bingung mesti komentar apa, senyum kecut pleus bingung, buru2 masuk rumah, merenungi nasib 😀 )

trus ya iseng saya cerita ke ayah kakak nailah tentang kejadian paginya
S: ayah, ayah, kata si anak kecil itu, masa’ aku gak punya uang katanya. melas nemen yo –!
Ayah: hahaha, itu maksudnya mungkin begini mi.. kan ibunya dia bekerja, nyari uang mungkin bilangnya.. nah, liat ummi di rumah mulu, mungkin maksudnya kok nggak kerja gitu, nggak nyari uang.. jadi dianggapnya gak punya uang.
S: ya tetep aja melasnyooooo. –!

hehehe. bahasa anak kecil itu dan segala kelakuan mereka adalah cerminan sikap orang-orang di sekitar nya. jadi, hati-hati yaa memberikan penjelasan kepada mereka. even they’re not your children.

okay, karena di ibukota ini serba larang. bahkan banyak orang yang bilang kalo suami-istri gak kerja gak bisa hidup(wow). jadi marilah para ibu yang punya kesempatan menjadi ibu rumah tangga yang katanya gak punya uang seperti saya, untuk senantiasa meng-upgrade ilmu pengetahuan.. walaupun. sepintar-pintarnya kita, anak-anak akan bertambah besar dan mereka akan jauh lebih kritis daripada kita. seperti kata salah seorang seniro saya, minimal supaya kita ini nggak malu-maluin amat. 🙂

ps: selamat kembali merantau di ibukota. semoga betah selalu. mengingat harga properti di Jember pun sudah tak ramah kantong. 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s