pengabdian

habis nonton Habibie-Ainun, uyeah. akhirnya dapet juga itu dvd nya. original. stop piracy dong!
pertanyaan suami: film nya bagus? nangis gak nontonnya?
filmnya bagus. gak lebay, saya udah mbayangin pasti lebay deh, lebay deh, eh, bagus dong.
nangis? iya. sedih.

image

image

ada tangis haru biru, waktu ngeliat gatotkoco pertama kali terbang,bangga. Indonesia bisa loh ternyata. ada scene di mana Pak Habibie pergi ke hanggar, dan melihat pesawatnya mangkrak. sedih. sedih. bayangkan. sesuatu yang katanya kita mengabdikan diri kita untuk nya dan ternyata berakhir begitu saja? sedih.
dan saat bu ainun sudah sakit parah di hari-hari akhirnya, Pak Habibie pernah berkata: saya harus membayar semua pengorbanan Ainun. tapi, pemeran Arlis bilang: Ainun tidak berkorban, dia mengabdi.

pengabdian.
dan ada yang selalu akan jadi korban di balik kata pengabdian.
Pak Habibie, hampir menghabiskan banyak waktunya untuk mengabdi kepada negeri ini, saat purna tugas, yang mestinya menikmati hari tua bersama, Bu Ainun pindah alam terlebih dahulu bahasa beliau. memang, sejatinya manusia memang akan berpindah alam. sedih ah tapinya. semoga Pak Habibie dan Bu Ainun dapat buah pengabdiannya kelak di akhirat ya Pak, Bu. saya yakin, beliau-beliau ini, tulus ikhlas mengabdi.

sering kita dengar keidealan:
muda kaya raya
tua masuk surga

enak banget kan. faktanya gak demikian. terlalu mainstream kata orang sekarang.

teringat obrolan suami dan temannya.
“aku ini punya anak, istri, dan orang tua yang harusnya banyak dapat perhatian. dan perusahaan ini emangnya bayar berapa untuk mengganti waktu kebersamaan yang
hilang?”

image

jleb banget deh.
seperti sering saya bilang.
segede-gede perusahaan menggaji suamimu atau menggajimu, uang itu gak akan pernah bisa mengganti waktu kebersamaan yang hilang bersama istri dan anakmu. keluargamu, termasuk orang tua juga. tak bisakah kita, anak-anaknya punya kesempatan mengabdi kepada mereka??
dan anakmu, mereka cuma punya masa kecil satu kali..
gak bisa saya bayangkan. bapak-bapak yang berangkat kerja saat anaknya masih tidur pagi hari dan pulang juga saat sudah tidur di malam hari, setiap hari.. tapi. ya. begitulah kehidupan. kadang kita tak punya pilihan, kita terpaksa memilih yang demikian, atas nama: demi bertahan di kehidupan yang keras ini.

-boleh anggap serius cuap-cuap saya ini, kalau merasa terganggu, abaikan saja-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s