Ayah-Ummi

Dulu.. Saat-saat menjelang pernikahan. Saya sudah mulai berpikir, kelak..anak-anak saya akan saya suruh memanggil saya apa yaa..
Apakah saya sudah pernah cerita tentang hal ini?? Rasanya belum ya.
Awalnya.. Saya ingin dipanggil Momna. Haha. Aneh memang. Mom Wina/Nia. Lama-lama. Kalau akhirannya masih bervokal ‘a’,, nanti klo anak saya lagi hobi tereak-tereak bakalan gampang jejeritan. Momnaaaaaaaa. Soalnya saya sering gitu sama Mama. Mamaaaaaa.
*kecuali anak-anak saya kelak modelnya pendiem kayak saya, klo lagi bobo’ :)) *
Ganti ah. Apa dong ya..
Ibu? Gak ah.
Mami? Kerren beut. Terlalu keren buat saya.
Ummi aja ah. Setelah praktek jejeritan sendiri dan dirasa agak susah melafalkan ‘ummi’ sambil jejeritan. Dipilihlah ummi. Walopun. Saya liat sendiri,, ternyata anak kecil bisa juga ih tereak ummi dengan semangat klo lagi ada maunya.

Sementara si mas waktu itu, saya tanya dia pengen dipanggil apa.. ‘Ayah’ katanya..
Bagooooosss. Jadi. Nanti anak-anak saya bakalan jejeritan panggil ayahnya aja. Hehehe.. Padahal ayahnya pendiem. Biar berebeken sekalian ya ayah.. huahaha

Maka..dari sinilah ketidakkompakan tersebut dimulai. huehehe
Kenapa gak Abi-Ummi??
Yey. Suka-suka kami dong..  :-p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s