Celoteh Pagi

Sabtu, 4 Agustus 2012

Pagi ini, Bandung dingiiiiiiiiiinnnnnn sekali. Ini hampir tahun ketujuh saya menetap di kota ini.. Lama juga ya. Nggak kerasa. Kerasa deeng, apalagi klo homesick.
Desaaaku yang kucinta. Pujaan hatiku.
Tempat Ayah dan Bunda, dan Handai Taulankuuuu…
Tak mudah kulupakan Tak mudah berceraii,
Selalu kurindukan,
Desaaaku yang permai

Manusia memang aneh ya.. Yang hidup di kota pengen pulang kampung. Yang di desa pengen ke kota. Halah, halaah.. Saya? Jelas saja pengen pulang. Hidup jauh dari orang tua dan kerabat itu menyedihkan yaa. Hahaha. Katroook. Ngeliat pengumuman Tes CPNS yang mau dibuka, mupeeeeeng.. Kalau orang desa bilang bosan liat sawah. Saya bosen liat ramai. Sah-sah saja kan? πŸ˜€

ohya, saya mau cerita kejadian beberapa hari yang lalu.
Ceritanya gas habis. air minum sejuta umat juga habis. Telpon tukang air sama tukang gas. Datang. Tapi pesanannya salah, yang dibawa malah dua buah galon air minum. Bilang, nanti akan diantar. Dibawalah galon dan tabung gas kosongnya, supaya nanti tidak repot katanya. Oke.
Tak lama, datang mas yang beda lagi, kali ini memang yang biasa mengantar pesanan. dan benar, tapi aya bilang. Tadi ada yang nganter kesini. Tapi salah. Kurang gas nya. Oke, dan kemudian membayar.
Tak lama, datang lagi mas-mas yang pertama nganter aer galon. Sambil membawa tabung gas. Lalu saya bilang, sudah dianter sama temennya. Mas nya pulang.
—–

—–

Tak lama datang lagi tuh si mas yang pertama. Tadi yang nganter siapa ya?
Curiga saya.. Bentar, bentar, ini dari bukan dari yang biasa saya pesan ya??
Iya Bu.. *tepokjidat*
Laaaah, emang harusnya nganter kemana gituuu? *setengah sebel*
Harusnya ke sebelah Bu, nomer nya kan sama. *sebelah rumah nomer 13 aslinya yang kemudian oleh developer dibilang 12A, sedangkan nomer rumah saya 12*
Laaah,terus gimana..?? *mendadak dongdong*
Bingung lah, mendadak bego si ummi kakak nailah, bari jeung telpon mas-mas yang nganter biasanya. Tapi akhirnya selesai kok. Jadi mereka tukeran uang, tabung gas kosong, dan galon kosong gitu deh..
Pelajaran pentingnya: Tanya dulu yang nganter darimana, kalau bukan yang biasa nganter. Heheheh πŸ˜€ Jangan asal terima aja. Karena bisa jadi, pada saat yang sama, tetangga Anda juga sedang kehabisan aer minum πŸ˜€
—–
End

 

 

 

Advertisements

One thought on “Celoteh Pagi

  1. walaahh..saya pernah mpe ga enak hati, karna yang ditelepon akhirnya nganter juga, setelah saya samperin yg punya toko galon. ternyata, yg saya telepon ma toko yg saya datangi itu beda.. πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s