Why Kenapa?

Kakak.
Kenapa kami memanggilnya kakak. Karena ia adalah anak pertama.
Kenapa bukan adek bayi, kan lucu? Karena ia adalah anak pertama, kalau Allah berkenan menitipkan amanah lagi kepada kami, panggilannya harus diubah dong, jadi butuh adaptasi lagi nantinya… πŸ˜€ Terinspirasi cerita ayah yang sampe sekarang tetep dipanggil ‘adek’ padahal punya adek. Hehehe.. Ayahnya dipanggil ‘adek’, anaknya dipanggil ‘kakak’.. πŸ˜€
Kenapa kakak? Bukan mbak? Buat panggilan adeknya kalo ada nanti, pokoknya yang bungsu aja baru dipanggil adek. Yang ini terinspirasi di rumah ummi. Kalo ke yang lebih tua manggil mas/mbak. Giliran ke yang lebih muda panggil nama. Jadi biar semua punya sebutan. Biar berasa punya panggilan khusus. πŸ˜€

Ummi.
Kenapa ummi? Tadinya pengen dipanggil momna (mom wina), tapi dengan akhiran vokal ‘a’, saya tidak ingin anak-anak kelak jejeritan manggil ibunya. Cukup kepada ayahnya saja ya. Hehehe..
Akhiran vokal ‘i’ kayaknya sih gampang juga ditereakkan. Tapi gak sebebas akhiran vokal ‘a’. Hehehe, biar beda aja ah. Saya panggil Mama. Mas Zaki panggil Ibu. Kakak Nailah panggil Ummi. πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s