Seperti Lampu…

Postingan terakhir tertanggal 27 April 2011. Sekarang tanggal 19 Mei 2011. Hahaha, baiklah..Pertama-tama saya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang muncul disebabkan karena yang punya blog mulai melupakan blognya.*Pembenarannya: Saya bukannya malas ngeblog, tapi banyak kerjaan yang lain di rumah. Hari ini saja kebetulan saya sedang rajin mengerjakan pekerjaan rumah tangga sehingga bisa sedikit bersantai, walaupun belom tahu, nanti malam ketika suami saya pulang, kami akan makan malam apa. 😀 *

Oh ya.Tadi pagi salah satu lampu di rumah, padam seketika. Tapi masih bisa menyala lagi. Saya pikir lampunya sudah habis umurnya. Tapi ya begitu, menyala lagi. Dan teraaaaaaang sekali. Suami saya bilang: “Sepertinya lampunya sedang mengalami sakaratul maut.” Eh iya mungkin ya.
Saya jadi bertanya, kenapa saya sering melihat lampu yang akan mati tampak menyala lebih terang daripada biasanya..? Ah, saya sedang malas mencari referensi ilmiahnya. Maafkan.
Saya cuma ingin menganalogikandengan kehidupan manusia. Seharusnya, semakin tua seorang manusia, semakin mendekati ajalnya, mestinya bisa memberikan performa terbaiknya. Seperti lampu tadi, yang menyala lebih terang atau mungkin jauh lebih terang daripada biasanya. Semakin baik dalam segala hal. Karena akhir hidup kitalah yang menentukan bukan…?
Mari dekatkan diri kita dengan surgaaa….

Advertisements

3 thoughts on “Seperti Lampu…

  1. “Seharusnya, semakin tua seorang manusia, semakin mendekati ajalnya, mestinya bisa memberikan performa terbaiknya”

    hmm… boleh juga pelajarannya.

    btw, setau saya, ga semua lampu yang mau “wafat” kayak gitu…
    itu cuma terjadi jika kerusakannya pada “something” entah apa namanya yang berfungsi mengendalikan arus ke lampu. karena si “dia” rusak, akibatnya aliran arus ke lampu tidak terkendali… lampu jadi “overcharge”…
    dan akhirnya… innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.

    hehe, tapi ini semi sotoy mbak win. kamu tak berdosa jika tak percaya. apalagi yang bilang bukan anak elektro 😛

  2. oh gitu ya secara ilmiahnya. “overcharge” ini juga fenomena yang menarik. makin tua harusnya di”overcharge” dengan hal-hal yang positif. 😀

    ah, sotoy dikit tak apa lah. syukur-syukur kalo ada yang berbaik hati meluruskan ke-sotoy-an itu..hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s