Mau Dibawa Kemana…

Bosan dengan berita saat ini..? Merasa jengah..? Geregetan gara-gara kasus century ga ada cerita lanjutannya..? Atau gemes sama tingkah laku Ga*us? Ngerasa sebel sama A*il yang keukeuh marekeuh dirinya tak bersalah..? Atau terheran-heran sama DPR yang mau renovasi gedung berikut spa dan kolam renangnya..? daaaaaaaan, sekian banyak berita laen yang tak kalah bikin sesak napas. 
Sama! Saya juga sebeeeel banget. Pertama-tama mari kita sama-sama ucapkan: Astaghfirullaha’adziim, Astaghfirullaha’adziim…
Kadang..saya merindukan berita-berita yang membawa aura positif, yang kalau saya nonton membuat saya bilang ‘subhanallah, alhamdulillah‘. Bukan berita-berita cem di atas, yang bikin emosi jiwa. <Ini juga yang akhirnya bisa meloloskan saya (dan suami) dari rencana jual tipi lama dan berganti dengan tipi yang baru..hahaha,,nonton tipi jaman sekarang maleees..apalagi kalo yang punya stasiun tipi punyanya tokoh tertentu, beritanya jadi nggak berimbang>.
Hmm..akan ajadi apa yah Indonesia beberapa tahun ke depan..? Ah, jadi ingat jaman mahasiswa yang penuh idealisme. Sekarang…? Masih punya dong. Disesuaikan dengan realita tentunya. Kalo tidak itu namanya tidak realistis. Lakukan sesuatu untuk bangsamu, walopun sedikit!
Katanya yah…Rakyat Indonesia itu banyak yang miskin. Tapi, coba liat jalanan di Bandung tiap hari Sabtu-Minggu. Macet sama mobil. restoran-restoran mahal juga penuh tuh parkirannya, sama mobil juga. FO-FO, beeeeh rameeee, coba tengok ke Dago ato Setiabudi. Jadiii, kata siapa rakyat Indonesia miskin. Kalo kata salah satu liputan yang saya tonton. Sudah miskin, tidak punya harapan pulaaa..ah..miriiiiis. Ada juga statement di acaranya Pak Ogah yang bikin saya cukup hahahihi. Ceritanya meliput nelayan-nelayan kita. “Ikan itu kan proteinnya tinggi ya..Bagus untuk kecerdasan..tapiii, nelayan kita kok tidak pintar-pintar yaaa..?” Ah, saya ngakak nonton ini. 😀
Jadi sebenarnya pengen cerita apa..?
Nggak tau juga, saya pengen ngalor ngidul saja.
Karena saya di Bandung, dan yang paling rame di Bandung selain orang-orang plat B yang rame belanja dan makan-makan tiap weekend sabtu-minggu adalah kasusnya artis yang lagi sidang di PN Bandung gara-gara katanya lokasi kejadiannya di Bandung, saya juga mau citcitcuit soal itu ah.
Kalo diinterview kira-kira sih jadi gini hasilnya, hahahaha, saya belom gila dengan menginterview diri sendiri. ini kira-kira cuma seputar pertarungan di dalam batin saya sajah. Yaa, macem rakyat kecil yang diwawancara sama reporter tipi gitulah kira-kira.

=====
Anda setuju dengan pornografi dan pornoaksi?
Tentu saja TIDAK!!!! Na’udzubillahi mindzalik. Dikutip dari detikHealth bahwa pronografi bisa menimbulkan kerusakan otak melebihi efek narkoba. Lengkapnya seperti ini:

Mengapa pornografi sangat rentan bagi anak dan remaja?

“Pornografi dapat memberi dampak langsung pada perkembangan otak anak dan remaja, yang bisa menyebabkan kerusakan otak permanen bila tidak segera diatasi,” ujar Dr Mark B. Kastlemaan, pakar adiksi pornografi dari USA, dalam acara ‘Seminar Eksekutif Penanggulangan Adiksi Pornografi’ di Hotel Grand Kemang, Jakarta, Senin (27/9/2010).
Menurut Dr Mark, ada dua bagian otak yang masing-masing berfungsi untuk berpikir logika (Pre Frontal Corteks atau bagian otak depan) dan emosi reaktif (sistem limbik atau bagian tengah otak).
Pada bagian Pre Frontal Corteks (PFC), otak bertanggung jawab untuk mengontrol konsekuensi, tujuan masa depan, kecerdasan dan rasa peduli dengan orang lain.
Sedangkan pada bagian limbik, otak bertanggung jawab untuk melindungi dari bahaya, keinginan untuk bersenang-senang, tidak peduli dengan konsekuensi dan hanya peduli pada diri sendiri (ego).

“Pornografi sangat rentan pada anak dan remaja karena bagian logika otak belum berkembang dengan baik,” jelas Dr Mark lebih lanjut.

Dr Mark menjelaskan, ada 3 tahapan perkembangan otak, yaitu koneksi, pemangkasan dan myelinasi.

1. Koneksi

Tahapan ini adalah ketika anak-anak membawa informasi dari lingkungan sekitar dan menyimpannya di neuron (sel-sel otak). Terdapat triliunan sel-sel otak yang saling terkait. Pada tahapan ini bagian limbik otak berkembang sangat awal dan mencapai puncak pada usia 3 bulan, sedangkan bagian logika (PFC) baru mencapai puncak pada usia 3 tahun.
2. Pemangkasan
Pada tahapan ini, otak melakukan pemilihan informasi mana yang bisa digunakan dan mana yang dibuang. Sambungan-sambungan saraf yang digunakan akan tetap dan menjadi kuat, sedangkan yang tidak digunakan akan ‘hilang’. Pada tahapan ini, limbik akan hilang atau terpangkas di usia 5 tahun, sedangkan PFC belum lengkap sampai usia 16 tahun.
3. Myelinasi
Pada tahapan ini, neuron dilapisi oleh zat yang berlemak, licin seperti lilin yang disebut myelin. Bagian limbik akan mengalami proses myelinasi pada usia 7-8 tahun (otak kelihatan seperti ‘orang dewasa’), sedangkan PFC belum lengkap sampai usia 25 tahun.

Dari 3 tahapan otak tersebut sangat jelas bahwa bagian otak limbik yang tidak peduli dengan konsekuensi berkembang lebih dulu. Nah, pada anak dan remaja yang bagian otak logikanya belum berkembang, pornografi akan sangat berpengaruh dan rentan menyebabkan adiksi (kecanduan) serta bisa merusak tumbuh kembang otak anak.
Pada pecandu pornografi, Dr Mark menjelaskan, otak akan merangsang produksi dopamin dan endorfin, yaitu suatu bahan kimia otak yang membuat rasa senang dan merasa lebih baik.
Dalam kondisi normal, zat-zat ini akan sangat bermanfaat untuk membuat orang sehat dan menjalankan hidup dengan lebih baik. Tapi dengan pornografi, otak akan mengalami hyper stimulating (rangsangan yang berlebihan), sehingga otak tidak bekerja dengan normal bahkan sangat ekstrem, yang kemudian bisa membuatnya mengecil dan rusak.

“Bila bagian otak limbik selalu digunakan untuk pornografi pada anak dan remaja, maka bagian otak yang bertanggung jawab untuk logika akan mengalami cacat, karena otak hanya mencari kesenangan tanpa adanya konsekuensi,” tutur Dr Mark.

Dengan rusaknya otak, maka anak dan remaja akan mudah mengalami bosan, merasa sendiri, marah, tertekan dan lelah. Selain itu, dampak yang paling mengkhawatirkan adalah penurunan prestasi akademik dan kemampuan belajar, serta berkurangnya kemampuan pengambilan keputusan.

Tapi sebenarnya pornografi pada anak lebih mudah diatasi ketimbang pada orang dewasa,” tegas Dr Mark.

Menurut Dr Mark, otak anak yang belum berkembang dengan sempurna sebenarnya bersifat neuro plastic (mudah dibentuk).

Di satu sisi akan berdampak buruk karena pengaruh media dan pornografi akan lebih mudah masuk. Tapi di sisi lain pengaruh tersebut bisa lebih mudah dihilangkan bila ada usaha yang dilakukan perlahan untuk memulihkannya, terutama usaha yang dilakukan oleh orangtua.

Apakah Anda sekalian mau mengalami kerusakan otak..? Oke, kalo Anda mau, apakah Anda mau anak-anak Anda dan generasi selanjutnya mau juga terkena efek ini..? Tanyakan saja kepada hati nurani Anda.
Saya, warga negara Indonesia yang sangat cinta negeri ini,  juga nggak ingin negeri ini jadi kena adzab Allah, gara-gara manusianya pada nggak taat. Cukuplah kisah-kisah negeri yang telah dimusnahkan menjadi pelajaran bagi kita. (QS 9:20) : “Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, ‘Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan dan negeri-negeri yang Telah musnah? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata, Maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Tak ingatkah dengan kaumnya Nabi Nuh yang ditenggelamkan dengan air bah..?
Tak ingatkah dengan negeri kaumnya Nabi Luth yang dijungkirbalikkan..?
Tak ingatkah..?
Atau masih tak cukup juga..?
Ingatlah, Akhirat itu sangat nyata. Hmm, saya orang yang berusaha mencintai Allah dan kalau hukumnya dilecehkan orang saya sedih dan saya benci juga orang itu.

Pesan untuk para hakim?
Kan katanya putusan hakim tanggal 31 Januari minggu depan yah..Saya, yang cuma rakyat kecil, dan juga seorang istri biasa saja bepesan: Semoga hukumannya diputuskan seadil-adilnya. Ingat Pak, pekerjaan hakim adalah pekerjaan yang mulia. Mulia di hadapan Allah apalagi di hadapan keluarga. Salah memutuskan, maka makanan untuk anak-istri pun tercemar dengan rejeki yang belum jelas kehalalannya. Kalau anak bapak atau istri bapak yang ada di kursi pesakitan itu, gimana perasaan bapak..?

Pesan untuk A*il?
Allah Maha Pengampun dan Maha Penerima Taubat. Walopun di media Anda terlihat tidak mengaku bersalah, tapi saya masih berharap Anda untuk bertobat kepada Allah, minta ampun kepada Allah. Hal-hal yang Anda lakukan tidak untuk dipamerkan. Ajaran agama tidak memerintahkan itu untuk diceritakan kepada orang lain. Diceritakan saja tidak boleh. Apalagi dipamerkan begitu. Kasian sekian ratus anak Indonesia yang otaknya terancam rusak gara-gara itu. Justru itu adalah hal yang sangat privasi maka tidak untuk dipamerkan. Saya do’akan semoga hidayah Allah datang pada Anda.

Pesan untuk para pendukungnya dan segala antek-anteknya..?

Heu..Bingung saya mau bilang apa. Tapi seperti do’a Rasulullah ketika beliau dilempari batu hingga berdarah-darah sewaktu menyebarkan da’wah di Thaif: “Ya Allah, ampunilah kaumku,  sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang tidak mengerti” <Diriwayatkan oleh al-Bukhariy 12/282, Muslim 12/149, Ibnu Majah 4025, Ahmad 1/380 dari ‘Abdullah bin Mas’ud>. Maka, do’a itu pulalah yang saya lantunkan untuk mereka, untuk para ABG-ABG Labil yang mengaku dirinya Gahul, atau siapapun lah yang masih memberikan dukungan. Saya benci kalian karena Allah. karena hukum-hukumNya yang tidak ditegakkan.

Saya bukannya sok suci. Saya juga manusia biasa, yang sedang berusaha menjadi orang baik. Semoga ke depannya kasus-kasus semacam ini bisa hilang. Saya memimpikan Indonesia yang damai, penuh toleransi, dan merdeka..

Hmmm, wallahu a’lam bishshawab…


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s