tentang ‘dia yang kusayang’

Masih hangat dalam benak saya, ketika saya memaksa untuk menukar bingkisan kado dari kantor bapak untuk mama. Ceritanya mama saya mendapat titipan kado juga untuk budhe. Daaaaan, saya yang masih kecil sangat ingin menukar bingkisan itu dengan bingkisan lain yang ditujukan untuk budhe saya. Karena apa cobaaaaaaa..? Cuma karena bungkus kadonya lebih bagus! Setelah dibuka isinya.. Hmm, ternyata isinya yang ternyata cangkir setengah lusin itu , jauh lebih tidak bagus daripada yang seharusnya mama saya dapat. Aaaaaaaaaah, saya jadi menyesal. Saya yang waktu itu belom tau apa itu: “Don’t judge the book by its cover”. Cuma bisa diam dan bengong. Sementara mama saya cuma bilang: “tuuuh kan, lebih bagus yang aslinya emang buat mama“. Dan tidak marah sedikit pun. 😦
Entahlah..tiba-tiba kemaren sore tiba-tiba pikiran saya melayang ke memori itu. Dan baru sadar kalau esok harinya (it means today) adalah hari Ibu se-Indonesia (saya tidak tau kapan hari Ibu sedunia, bodo amat). Saya jadi ingat kisah ke’ngeyelan’ saya waktu kecil. Kalo dipikir-pikir sekarang, harusnya waktu itu saya tidak merengek-rengek untuk menukar bingkisan hanya karena kertas kadonya yang lebih menarik buat saya. Kan bisa toh, mama saya tetap dapet cangkir bagus, trus saya minta saja kertas kado yang bagus itu ke budhe. Aaaaaaaah, namanya juga anak kecil. 😦
Belom bisa mikir panjang, dan belom bisa mikir yang sebaiknya bagaimana. Hmm, baru nyadar, memang belom ada pola pikir ya waktu itu. Aiiiis, beruntunglah saya, berarti saya bertambah pintar, sudah bisa mengerti kalo yang seperti dulu itu salah. 😀
Oya,,kemaren sore karena saya bosen tingkat tinggi, saya telpon mama. Padahal sebelumnya bingung mau ngobrol apa. Tapiii, kata suami saya: “telpon aja, pasti ada yang diobrolin ntar..” Daaaaan, benar sajah.. 1jam lebih jadinya. Hehe.. 😀
Di antara obrolan yang panjaaaaaaaaaaaaaaaang itu, ada hal yang paling berkesan:
klo ditanya mau jadi rumput atau pohon pilih mana…?
Kata Mama saya:
Mama pilih jadi rumput. Walaupun diinjak-injak orang, rumput masih tetap hijau. Masih tetap kuat. Masih tetap punya harga diri. Akarnya kuat, dihempas angin juga nggak goyang ke barat, ke timur, ga ikutan. Tetep kokoh. Kalo pohon makin tinggi makin kenceng terpaan anginnya, kalo nggak kuat bisa patah.kalo akarnya nggak kuat bisa tercabut dai tanah
Hmmm,,,saya jadi ingat ayat quran yang ini:
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik* seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk ** seperti pohon yang buruk, yang Telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” [QS Ibrahim (14) : 24-26]

*termasuk dalam Kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti Laa ilaa ha illallaah.
**termasuk dalam Kalimat yang buruk ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.

Hmm..Anda mau jadi pohon atau rumput…?? Apapun itu, saya mau jadi sesuatu yang akarnya kuat. 😀 biar kokoh tak bergeming seperti tegarnya batu karang, tapi jadi tempat tinggal berbagai biota laut. 🙂

Anyway, selamat hari ibu. Untuk semua ibu dan calon ibu di Indonesia.. Ada yang mau share cerita tentang ibu/mama nya..??

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s