Home Sweet Home

Kalau disuruh membayangkan tentang rumah impian, tidak ada yang pernah terlintas di dalam benak saya sedikitpun. Aiiih, aneh betul ya saya… πŸ™‚
Seriusan, saya nggak pernah kebayang, saya pengen punya rumah yang seperti apa. Apa yang bentuknya bulet-bulet kayak rumah jamur, apa yang bentuknya kotak-kotak kayak tahu tempe, apa yang bentuknya segitiga kayak pohon cemara…Gak kebayang. Ukurannya sebesar apa. Dapurnya kayak apa. Tamannya kayak gimana.. Mau diisi barang-barang yang seperti apa..?? Haha.. Sampe-sampe, saya pernah ditanya, pengennya kalo punya rumah, rumahnya mau diapakan..? Saya jawabnya:
1. Pengen di tamannya ditanemin TOGA trus dikasih papan nama tiap tumbuhan (nama latin, nama bahasa indonesianya)+khasiatnya, masih buntut karena dunia saya bergelut dengan dunia obat-obatan. kan pengen jadi farmasis di rumah sendiri gtuuu.. πŸ™‚


2. trus di tamannya dikasih ayunan


3. trus ditanemin pohon mangga dan juga pohon sawo.. πŸ™‚ ini karena saya sangat suka makan mangga, apalagi mangga arumanis dan juga makan sawo. sebenernya saya juga suka durian, jambu, belimbing, aaaaaah, tapi mana cukup kalo ditanemi segitu banyak, ada juga itu kebon bukan rumah kaan.. πŸ˜€

Truss, akhir-akhir ini saya mulai sedikit ‘punya pengen’ tentang rumah yang ingin saya huni:
4. kalo punya rumah, yang cukup aja deh, ga pengen yang besar-besar amat. soalnya kalau besar-besar, pasti capek bersihinnya kaan..
5. saya pengen punya rumah yang terasa aman: mau pasang teralis, biar aman, biar orang laen nggak seenaknya melangkah masuk.

6. dan yang paling penting, saya mau punya tempat jemuran yang letaknya nggak di depan rumah (kayak gambar di bawah ini). merusak pemandangan menurut saya. annoying banget. jadi bingung: ga mikirin jemuran apa, kalo semua bagian bangunannya dibuat rumah..?? hmm, ga boleh judge deng!

“nggak kayak gini pokoknya”

Saya pokoknya seneng aja kalo dulu waktu masih singgel, pulang ke rumah dan berkumpul bersama mama-papa dan adek-adek kecil saya. Bukan tentang bangunannya. Tapi tentang para penghuninya. Mungkin karena itulah, disebutnya home sweet home. Bukan house sweet house. Berada di rumah itu seharusnya jadi tempat yang menenangkan, setelah seharian beraktivitas. Makanya gak salah, rumah adalah tempat nginep doang seperti hotel <hehe, ini yang sering saya lakukan waktu eSeMA>.
Sekarang, saya ‘sudah agak’ kepikiran mau punya rumah yang kayak gimana <walopun belom jelas-jelas banget> . Rumah berdua, bertiga, bereempat dan seterusnya sesuai takdir Allah. Berharap nanti klo punya rumah, rumahnya jadi hunian yang barokah. Amiin..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s