Susahnya Bilang:” Terima Kasih”

Sehabis belanja dan hujan deras setelahnya memungkinkan saya untuk panik, memikirkan apakah helm yang tadinya kering-kering saja, akan berubah menjadi basah atau tidak. Dan itu yang terjadi malam itu. Tapi bukan itu yang hendak saya ceritakan. Celingukan mencari di manakah tukang parkir berada. Huh. Hilang. Dan giliran mau bayar, pasti ujug-ujug datang. <sebel nggak siiiih>
Ya, jok sepeda motor kami basah. Dan kami masih celingukan mencari ke mana perginya tukang parkir. Di sebelah sepeda motor kami yang sedang parkir itu, ada mas-mas penjual nasi goreng berkopyah. Tiba-tiba saja mengelap jok sepeda motor kami. Dan kami masih celingukan. Dan saya hanya senyum-senyum takjub plus bingung, sampai lupa untuk mengucapkan terima kasih. Serupa dengan suami saya, masih sibuk celingukan mencari tukang parkir. Sampai akhirnya datang. Dan, kami tak mengucapkan terima kasih kepada mas penjual nasi goreng. <paraaaah >
Jadi mikir:
::masih ada ya orang baik yang tak mengharapkan balasan?::
::masih ada ya orang yang berbaik hati tanpa maksud di belakangnya…?::
Aiiih, masih ada ternyata…

**efek terlalu banyak ketemu orang jahat, berprasangka baik hati nya jadi berkurang.sigh*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s