Malam

jika langit sudah berubah gelap, itu tandanya ia datang.
kekasihku pulang dan hari akan berubah menjadi petang.

rembulan malu-malu, serupa jua sang bintang.
semakin larut, semakin senyap, lengang…
saatnya kami mengembalikan jiwa pada Sang Dalang,
berselimutkan pekatnya langit, ditemani mimpi-mimpi nan gemilang.

suara kodok, riuhnya penjual sate, ting-tingan abang penjual sekoteng, dan deru kendaraan masih saja seliweran, menambah hiasan penghuni malam yang panjang.

dengan namaMu aku hidup, dan dengan namamu aku mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s