Jangan-Jangan

Jangan bayem, jangan asem, lho kok…. Jadi mengarah ke makanan sih… >.<

Bukan, bukan itu maksut saya…

Saya sedang mengingat-ingat sebuah obrolan dengan salah seorang sanak saudara ketika beberapa waktu yang lalu saya bersilaturahim ke sana. Namanya juga silaturahim, obrolannya pun kesana kemari sudah tidak jelas ujungnya di mana, nyambung saja kemana-mana. Sampai pada suatu kalimat, kata sanak saudara saya itu (haduh parah, maaf ya, saya belum mencari konten sebenarnya seperti apa, shohih atau tidak, tapi kata-katanya bagus, anggap saja ini kata-kata mutiara saja bagaimana…?):

…. (sebelumnya ada obrolan panjaaaaaaaaaang, bla, bla, bla….) Kata Rasulullah juga kan: ”kalau kamu mempunyai banyak uang maka berikanlah kepada orang kaya. Supaya apa, supaya orang kaya itu jadi sadar bahwa harta itu tidak ada apa-apanya. Kemudian berikan kepada maling, supaya dia tidak mencuri lagi. Lalu berikan kepada pelacur supaya dia sadar dan betaubat kepada Allah (dan dilanjutkan dengan obrolan lainnya bla, bla, bla…)…

Kenapa tiba-tiba saya jadi ingat obrolan ini…? Itu karena saya sering mendadak terharu dan berujung menangis sesenggukan kalau ada orang yang berbuat amat banget ceknya sangadh really very baik kepada saya. Saya jadi berfikir apakah saya sebegitu jahatnya sampai-sampai Allah menghadirkan begitu banyak orang baik di sekeliling saya…?

Huhu, kalau iya… Saya … Saya …Β  >.<

Jadi benar-benar malu sama Allah… >.<

Advertisements

One thought on “Jangan-Jangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s