Renungan Ramadhan (6): Kataku Siy: “Resek”

Kadang-kadang aku merasakan sendiri kalau seorang farmasis itu:resek. Ini ada contoh beberapa contohnya.

Contoh:

Sekelompok mbak-mbak lagi ngumpul di dapur, ceritanya lagi acara memasak bersama. Salah seorang ada yang mau membuat the. Wadah yang tersisa hanyalah wadah plastik, trus si farmasis akan nyeletuk: Ih itu kan nanti bisa mengeluarkan melamin. Ih itu kan berbahaya untuk kesehatan,,,

Ato contoh yang laen::

Aku nggak suka sayur, jadi biasanya semua jenis sayur aku goreng aja. Wortel, juga aku goreng deh. Trus farmasis akan bilang: Lho, vitamin A, D, E dan K kan nggak larut di air, alias larut di minyak, apa iya vitaminnya nggak ilang tuh kalo digoreng,,,

Contoh yang laen lagi:::

Ada seseorang yang lagi sakit gigi. Minta dibawain P**NSTAN. Trus si farmasis akan bilang: Kenapa si harus beli obat itu, itu kan asam mefenamat? Udah beli generiknya ajah… Tapi si klien keukeuh, minta P**NSTAN. Yawdah, dibeliin. Udah diminum, obatnya ga langsung kerja. Klien komplain lagi: “Koq obatnya nggak ngefek si…?” Ya, iyalah belum ngefek, itu obatnya kan bentuknya tablet. Zat aktifnya butuh waktu untuk lepas dari matriksnya. Itu kan dalam tablet ga zat aktif aja isinya, ada pengisinya, ada pengikatnya, dan bahan lainnya. Butuh waktu dulu untuk beredar sampai akhirnya sampai di tempat targetnya.

Haha, kadang aku merasakan betapa tidak bebasnya kalau ada seorang farmasis di sekitarku. [padahal aku sendiri adalah calon farmasis].

Tapi, ternyata itu hanya perasaanku saja. Aku bahkan sering menanyakan kepada teman-temanku yang bukan anak farmasi. “Kalian ngerasa sebel nggak si, dikit-dikit aku jelasin kalo misalkan kita lagi ngebahas masalah apaaa gtu, trus tiba-tiba aku ngomong panjang lebar yang berhubungan dengan farmasi. Aku cerewet kayak mak-mak yaa..??”

Jawaban mereka:

“Nggak koq Wina,,, aku malah seneng dibilangi kayak gitu, aku jadi tau. Makasih yaa…”

Hoho, surprise sekali… Yeah! Like this…

 

Semangat belajar untuk lebih bermanfaat bagi sekitar!

 

 

Terima kasih, semoga bermanfaat,

Wallahua’lam bishshawab…

Advertisements

3 thoughts on “Renungan Ramadhan (6): Kataku Siy: “Resek”

  1. kalo yang contoh ketiga…mending diarahkan pake bahasa yg lebih gampang deh, nanti aja jelasinnya klo dah sembuh.
    Indonesia bisa lebih cepat sehat dengan banyaknya farmasis di sekitar kita.thx

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s