Renungan Ramadhan (5): Sunyi

Tiba-tiba aku terbangun dari mimpi

Hanya ditemani suara jam dinding di luar kamar di sebelah taman

Mimpi aneh lagi

Kulihat jam, masih dini hari, jam 1-an…

Padahal sebelum kupejamkan mata aku sudah banyak berdoa dengan mapan

Sesekali kuingat syair lagu Tasya si penyanyi cilik nan menarik hati

Jangan takut akan gelap, karena gelap melindungi diri kita dari kelelahan

 

Kamarku pun sunyi, karena aku memang sedang sendiri

Di luar pun mungkin sedang tak terlihat adanya kehidupan

Tapi, tak kasat mata, mungkin semesta sedang mengabdi

Tetumbuhan sedang memberikan puji-pujian

Angin, sedang menyapa dengan penuh serah diri

Laut, berombak dengan penuh harapan,

sebuah harapan untuk kembali bertemu dengan langit atau mungkin pasir nun jauh di tepi

ah, semuanya sedang berdoa dalam keheningan

Aku hanya merenung lagi,

Aku yang punya akal sudahkah sebegitu menghamba rela berkorban?

 

Masih sekitar jam dua dini hari

Doa-doa sudah habis kulantunkan

Mataku tak juga mau kututup dengan rapi

Entah beberapa menit kemudian,

Akhirnya kuterlelap lagi,

Sampai subuh datang, walaupun tak ada suara kokok ayam jantan

yang ada hanya bunyi anjing menggongong meramaikan pagi

Ah, selamat datang pagi, semoga hari ini berlalu dengan amal kebaikan

Terima kasih Ya Allah, Engkau kembalikan nyawaku hari ini

Advertisements

One thought on “Renungan Ramadhan (5): Sunyi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s