Bagaimana Nasibnya???

Suatu malam, malam senin tepatnya (12 Juli malam), sepulang pengembaraan mencari seikat kacang tanah (Borma Bojong>>>Griya Pahlawan>>>Superindo>>>Total Buah>>>Riau Junction)… Melewati sebuah jalan tikus menuju kosan. Di depan ada sebuah taksi dan mobil kijang berpapasan. Mobil taksi tampak melewati sebuah ‘gundukan’ berwarna hitam, dan tampak sangat harot (harot=apa yaa, susah gitulah kali)… Karena jalanan memang tampak sangat sempit.

Aku, padahal sudah memakai kaca mataku (kiri:silinder 0,5 dan kanan: -0,25), tetap saja tidak bisa melihat ‘gundukan’ hitam itu…

Dan ternyata setelah didekati, itu adalah: manusia (yang kulihat sudah kejet-kejet…)

Langsung istighfar dalam hati…

Tadinya mau memberhentikan pak supir taksi, tapi itu sudah malam, hampir jam 9…

Hanya bisa berdoa semoga bapak itu baik-baik saja…

Esoknya ketika aku melewati jalan yang sama, aku sudah tak melihatnya lagi. Hanya ada dua alasan:

Hidup atau Tidak Hidup…

Advertisements

2 thoughts on “Bagaimana Nasibnya???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s