6 Huruf : MISKIN

Pas baca KOMPAS beberapa hari yang lalu (KOMPAS hari Minggu, 31 Mei 2009 kayaknya…), jadi sedih… Di sana diberitakan tentang kemiskinan yang ada di Indonesia. Udah mah miskin, mereka dijadikan objek jualan pula. Lihat saja, berapa banyak reality show yang menjanjikan mimpi-mimpi bagi mereka. Bule-bule dari luar negeri aja, sekarang kalau jalan-jalan malahan paket tour keliling ke perkampungan kumuh… Sampai-sampai orang-orang miskin di kampung-kampung itu agaknya alergi dengan kamera. Bayangan mereka, mungkin saja ini kamera reality show yang kemudian akan mengubah nasib mereka sesaat (aku bilang sesaat, karena uang atau barang yang mereka dapat, jumlahnya pasti jauh dan jauh lebih kecil dibandingkan dengan penghasilan iklan yang didapat, ga berapa juga bakalan habis lagi… udah gitu, itu sama aja langsung memberikan ikan, harusnya berikan umpan atau kailnya dong…) . Tapi nyatanya, itu hanya kamera para turis yang hanya bisa mengiba terhadap kehidupan mereka…

Tidak heran kalau kemudian mereka bertanya: “Anda ini siapa? Wartawan, kameramen, relawan, turis atau apa?”

Tidak heran juga, kalau kemudian, salah seorang pengemis yang diminta bantuannya untuk film dokumenter meminta bayaran untuk ongkos syuting… Bah, tak kalah dengan artislah mereka ni…

Hmm,

Jadi merenung… (merenung aja nggak cukup Wina!!! gapapalah daripada nggak sama sekali…)

Apa iya kalau miskin nggak boleh merasa bahagia? Seenggaknya mereka hidup nyaman di tempat tinggal mereka sekarang, tanpa harus diusik-usik oleh penjualan potret kemiskinan.

Apa iya, kalau seorang miskin yang menyadari kemiskinannya mau terus hidup seperti itu dan menjadikannya profesi pula? Atulah…

Apa iya, mereka yang sekarang miskin akan selamanya miskin? Mewariskan kemiskinan pada anak cucu mereka?

Apa iya, kalau miskin nggak boleh mengenyam pendidikan dengan baik? Nyatanya emang iya, yang jadi mahasiswa kan hanya sekitar 2% penduduk Indonesia…

Apa iya, kalau miskin nggak boleh jadi kaya? Boleh aja lah, ayooo….. Pasti bisa…

Pada akhirnya mereka harus membuka mata, telinga dan hati mereka lebar-lebar, bahwa yang namanya nasib itu tidak akan berubah kalau mereka sendiri tidak berusaha. Iyalah bener itu…

Kayak di QS Ar Ra’d : 11:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan mereka sendiri…

 

Aku juga agak bingung baca itu. Harus ngapain? Jadi ikut-ikutan mengiba aja…

[yang jelas, harus cepet lulus kuliah doeloe… harus!!!]

 

sebuah renungan di tengah kondisi yang serba tidak pasti

Terima kasih, semoga bermanfaat

Wallahu a’lam bishshawab

Advertisements

3 thoughts on “6 Huruf : MISKIN

  1. renungan tentang duit,yah?

    saya (masih) merenungi perkataan pak ichsanuddin noersy ttg ekonomi syariah vs neoliberalisme..

    sedikit banyak ada hubungannya dengan 6 huruf yang kamu renungkan, dan sedikit banyak ada hubungannya dengan 2 istilah yang saya renungkan, wina..

    kalo kata pak ichsan,”bermula dari uang..”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s