Tentang Seorang Teman

 Aku yang pernah berkata padanya:

Aku berteman denganmu karena aku tak ingin sesuatu terjadi padamu karenaku

Lalu, ia tak menerima alasan itu, dan (sedikit) marah padaku tampaknya

Aku yang menjalankan ini semua dengan senang hati,

berkata bahwa aku siap sakit hati karenanya,

Tapi, ia juga tak mau menerima alasan itu…

Ia bilang,

Kalau seperti sekarang, kesannya hanya aku yang mengambil keuntungan,

tak ada timbal baliknya…

Kemudian aku bertanya,

So what?

Aku melakukannya dengan senang dan tak masalah menurutku,

Tapi masalah buatnya…

Aku jadi tidak mengerti.

Aku pun berkata lagi:

Berteman atau tidak denganmu, aku masih bisa hidup dengan tenang dan senang,

Jadi kenapa harus mengharapkan timbal balik atas pertemanan yang kita jalani…

Bukankah banyak memberi lebih baik?

Disadari atau tidak, sebenarnya banyak timbal balik yang sudah kudapat lewat pertemanan ini, walaupun motivasi awalku mungkin ada yang salah di matanya…

Dia yang menemaniku kalau BTku tiba-tiba kambuh,

Dia yang menghiburku, kalau tiba-tiba moodku jelek seketika,

Dia yang memberiku semangat, kalau tiba-tiba autisku sedang datang,

Dia yang sabar mendengar ocehanku yang tidak jelas juntrungannya,

Lalu, timbal balik apa yang sebenarnya ia harapkan?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s