Herpes

Kali ini aku akan bercerita tentang sebuah penyakit, tapi ini yang terjadi di kulit, bukan di tempat lain, karena ada juga yang terjadi di tempat lain . . . Selamat menikmati, semoga bermanfaat…

 

Kenalan dulu…

Ini adalah nama sebuah virus. Virus apa? Virus penyebab penyakit Herpes. Lengkapnya adalah Herpes Simplex Virus disingkat HSV 1 dan 2.

 

Kapan?

Tubuh kita akan terkena penyakit ini biasanya saat imun tubuh sedang turun (drop) atau tubuh kita sedang kelelahan. Jadi, jangan heran kalau tiba-tiba merasa gatal-gatal, lalu kalau gatal kan biasanya digaruk, nah, setelah itu akan terasa perih/nyeri/panas, tempat yang gatal tadi akan berubah menjadi lesi (luka) kalau sudah parah malah sampai bernanah.

 

Kenapa?

Nah, jangan kaget juga karena biasanya kalau sudah terkena di daerah kanan misal daerah lengan kanan atas [pengalaman pribadi, hihi…], penyakit ini kalau tidak ditangani serius bisa menjalar ke daerah kanan yang lain, ternyata usut-punya-usut virus ini akan mengikuti perjalanan saraf di tubuh kita.

 

Bagaimana?

Nah, apa obatnya? Biasanya sih akan disarankan menggunakan Acyclovir [tenang sajah ini nama obat generik], ada juga derivatnya seperti Valacyclovir, Ganciclovir, Cidofovir; Trifluridine.

Sedikit cerita tentang mekanisme kerja acyclovir, untuk aktivasinya, diperlukan tiga langkah fosforilasi. Pertama, acyclovir akan diubah menjadi derivat monofosfat oleh timidine fosfat yang spesifik virus, kemudian menjadi difosfat dan trifosfat oleh enzim sel inangnya. Karena acyclovir memerlukan kinase virus untuk fosforilasi awal maka acyclovir diaktifkan secara selektif dan trifosfat hanya berakumulasi pada sel yang terinfeksi. Nah, acyclovir trifosfat inilah yang akan menghambat sintesis DNA virus melalui dua mekanisme yaitu penghambatan kompetitif dari deoksiGTP untuk polimerase DNA virus, dengan mengikat pada pola DNA sebagai suatu kompleksyang ireversibel dan terminas rantai mengikuti penggabungan menjadi DNA virus.

 

Hehe, punyeng tak?

 

Kalau saran sahabatku yang calon dokter, karena ternyata ada efek samping terasa panas, si sahabatku ini menyarankan untuk menggunakan kortikosteroid, tapi si aku belum ngecek lagi kortikosteroid yang mana, dan apakah bisa membasmi virusnya?

 

Nah, biar nggak kena penyakit ini, jaga daya tahan tubuh Anda, oke…

Sumber:

Katzung, Bertram G. 2004. Farmakologi Dasar dan Klinik Edisi 8 Buku 3. Jakarta: Salemba Medika. Hal 128-130.

SMS-an ma sahabat, hehe, thx a lot for the info, konsultasi gratis…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s