Manusia Subkultur

Subkultur sebenarnya istilah yang baru saja aku dengar. Ini gara-gara aku jadi mentor panitia INKM. Si Syauq yang menularkan kata-kata ini. Kata Syauq, sub kultur itu dapat diartikan sebagai ’perlawanan budaya’. Ini terkait dengan posisi mahasiswa dalam masyarakat. Kenapa akhirnya disebut melawan budaya, karena mahasiswa mempunyai tugas untuk melakukan kritik jika terjadi penyimpangan yang dilakukan oleh negara. Di sini, mahasiswa melakukan fungsi kontrol sosial dalam masyarakat. Ya, padahal, seharusnya setiap komponen masyarakat bisa melakukan fungsi tersebut.

 

Nah, sebenarnya, bukan posisi mahasiswa itu yang hendak kuceritakan. Tetapi ini lebih ke istilah ’subkultur’-nya itu. Kalau dalam definisiku, gampangnya si, subkultur = aneh. Kenapa aneh? Ya, karena subkultur tidak sama dengan yang lain, atau berbeda. Aneh? Sama dengan unik nggak ya? Dalam beberapa hal bisa disamakan. Jadi, manusia subkultur=manusia aneh. Biasanya seseorang disebut aneh karena orang tersebut tidak memiliki kesamaan dengan yang lainnya, utamanya kalau memiliki pemikiran yang tidak biasa [inget iklan Pemilu tahun 1999 nggak, ’beda, boleh kan…’ ???]. Bisa sih dari hal lain seperti tingkah laku, kebiasaan, kesukaan, ideologi, tapi semuanya berawal dari pikiran menurutku… Lalu, kalau Anda disebut aneh, harus sakit hati, senang, sedih, atau malah bunuh diri? Ya, terserah Anda… Setiap hal kan mempunyai potensi. Tentu saja, potensi baik dan potensi buruk. Manfaatkan saja potensi baiknya dan minimalisasi potensi buruknya. Selanjutnya, menurutku potensi baik ’aneh’ adalah:

1. Mencirikan individu, ’unik’

2. Berprospek untuk dunia kerja, ’membuat usaha yang aneh’

3. Mempertahankan kebudayaan, ’melestarikan warisan nenek moyang’

4. Mengembangkan hal baru , ’researcher’

5. Menjaga prinsip hidup, ’karakter yang mendarah daging’

6. Mengalurkan kehidupan, ’visioner’

 

Potensi negatifnya adalah:

1. Krisis percaya diri, ’membunuh karakter’

2. Menenggelamkan idealisme, ’terwarnai’

Dan akhirnya, menjadi ’aneh’ adalah salah satu takdir yang dipilihkan baik mutlak terjadi ataupun diusahakan. ’Aneh’ nggak?

Advertisements

One thought on “Manusia Subkultur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s