Tepat sekitar 1 minggu yang lalu..
Saat saya hendak pergi ngampus untuk suatu urusan.
Di lampu merah perempatan Dago(Ir.H.Juanda)-Bawah jembatan flyover Pasopati, saya sedang mengantri menghadap ke barat. Ke arah toko Kue Labe**e. Ke arah jalan menuju Gedung Annex, tempatnya Pak Rektor ITB ngantor.
Seorang bapak pemulung paruh baya yang berlari-lari menyebrangi zebra cross.
Bersemangat sekali.
Karena memang lampu hijau sudah menyala, dan bapak itu melambaikan tangan untuk meminta jalan dengan berseri-seri.
Topinya terbang. Wusssshh….
Dan beliau menoleh, melihat topinya yang sudah tergeletak di tengah jalan.
Dan hanya tersenyum kecil. Mungkin sedikit tertawa.
Ya, tak apa, topi itu masih bisa diambil saat lampu merah menyala lagi, mungkin…
Ah senyum penuh semangatnya itu, membuat saya menjadi pecundang pagi itu. Saya kalah semangat.
Saya kalah semangat.
Bukan bahagia yang membuat kita bersyukur, tetapi bersyukur yang membuat kita bahagia.