Double Date, Double B’Day

Hari ini ceritanya umat muslim di dunia sedang merayakan Idul Adha, harusnya si sama hari ini, kalaupun ada yang berbeda, berarti ya wanda [wa nda tau...]

Ada lagi yang spesial sebenarnya…

Dua adek kecilku hari ini berulang tahun, yapz,8 Desember… Unik yah, dua orang dalam satu keluarga bertanggal lahir sama. Tahun 2005 yang lalu, perayaan dua adek kecilku ini disatukan. Hehe, jadi irit memang. Tapi undangannya yang lumayan juga merogoh kocek, hehe, aku ya tekor jugah. Sekali kasih kado, dua sekaligus. Kadang aku jadi ingat tahun 2003 waktu adekku yang bungsu akan dilahirkan. Aku, papa, dan 2 adekku menduga-duga, jangan-jangan adek bungsuku ini lahir tanggal 8 Desember juga.. Dan ternyata benar… Cuma beda jam. Si bungsu lahir jam 9 malam. Kalau kakaknya, setelah maghrib (jam setengah tujuh-an) begitu..

Wah, kadang-kadang, nggak habis pikir, dan nggak logis abizzz…

Tapi ya gitu itu, kun fayakun, jadi, maka jadilah…

Subhanallah…

SeBeRaPa peNtiNgkah hari lahir / ultah / miLad untuk Anda???

Dulu sebenarnya pernah berpikir, kenapa ya kemudian ulang tahun selalu jadi hal penting yang selalu ditunggu, jadi terasa istimewa… Padahal kalau menurutku sih biasa-biasa saja,,,

Akhirnya setelah sekian tahun mencari, aku mendapatkan jawaban yang cukup rasional… [Soalnya yah, dalam Islam, yang namanya miLad, tidak pernah dicontohkan oleh Rasulullah…]

Apa coba?

Memang hari itu bisa jadi hari yang biasa saja, sangat biasa, bahkan bisa jadi hari itu adalah hari yang berbeda dengan saat kita pertama kali menghirup udara di luar rahim ibu kita…

Lalu, apa yang istimewa kemudian?

Yang membuatku akhirnya memaknai hari ini?

Jawabannya adalah:

Ibu = Mama = My LoveLy Mom…

Ya, kalaupun hari lahirku aku anggap biasa-biasa saja sebelumnya, sejak aku menemukan jawaban ini, tak lagi jadi biasa-biasa saja…

Hari itu adalah hari di mana, ibu kita melahirkan kita, dengan penuh perjuangan, bahkan kalaupun beliau meninggal saat itu, maka pahalanya akan dihitung sebagai mati syahid… Ya, hari itu, adalah saat untuk kita merenung, apa saja yang telah kita lakukan untuk ibu, ya khususnya ibu, umumnya kedua orang tua kita. Sebagai suatu lecutan agar ke depannya bisa lebih baik lagi… Bukan untuk siapa-siapa, tetapi untuk diri kita sendiri. Karena sesungguhnya setiap kebaikan yang kita lakukan bukan untuk siapa-siapa, tapi untuk diri kita sendiri. Bukan untuk menolong siapa-siapa, tapi untuk menolong diri kita sendiri…