Masih hangat dalam benak saya, ketika saya memaksa untuk menukar bingkisan kado dari kantor bapak untuk mama. Ceritanya mama saya mendapat titipan kado juga untuk budhe. Daaaaan, saya yang masih kecil sangat ingin menukar bingkisan itu dengan bingkisan lain yang ditujukan untuk budhe saya. Karena apa cobaaaaaaa..? Cuma karena bungkus kadonya lebih bagus! Setelah dibuka isinya.. Hmm, ternyata isinya yang ternyata cangkir setengah lusin itu , jauh lebih tidak bagus daripada yang seharusnya mama saya dapat. Aaaaaaaaaah, saya jadi menyesal. Saya yang waktu itu belom tau apa itu: “Don’t judge the book by its cover”. Cuma bisa diam dan bengong. Sementara mama saya cuma bilang: “tuuuh kan, lebih bagus yang aslinya emang buat mama“. Dan tidak marah sedikit pun. ![]()
Entahlah..tiba-tiba kemaren sore tiba-tiba pikiran saya melayang ke memori itu. Dan baru sadar kalau esok harinya (it means today) adalah hari Ibu se-Indonesia (saya tidak tau kapan hari Ibu sedunia, bodo amat). Saya jadi ingat kisah ke’ngeyelan’ saya waktu kecil. Kalo dipikir-pikir sekarang, harusnya waktu itu saya tidak merengek-rengek untuk menukar bingkisan hanya karena kertas kadonya yang lebih menarik buat saya. Kan bisa toh, mama saya tetap dapet cangkir bagus, trus saya minta saja kertas kado yang bagus itu ke budhe. Aaaaaaaah, namanya juga anak kecil. ![]()
Belom bisa mikir panjang, dan belom bisa mikir yang sebaiknya bagaimana. Hmm, baru nyadar, memang belom ada pola pikir ya waktu itu. Aiiiis, beruntunglah saya, berarti saya bertambah pintar, sudah bisa mengerti kalo yang seperti dulu itu salah. ![]()
Oya,,kemaren sore karena saya bosen tingkat tinggi, saya telpon mama. Padahal sebelumnya bingung mau ngobrol apa. Tapiii, kata suami saya: “telpon aja, pasti ada yang diobrolin ntar..” Daaaaan, benar sajah.. 1jam lebih jadinya. Hehe.. ![]()
Di antara obrolan yang panjaaaaaaaaaaaaaaaang itu, ada hal yang paling berkesan:
klo ditanya mau jadi rumput atau pohon pilih mana…?
Kata Mama saya:
“Mama pilih jadi rumput. Walaupun diinjak-injak orang, rumput masih tetap hijau. Masih tetap kuat. Masih tetap punya harga diri. Akarnya kuat, dihempas angin juga nggak goyang ke barat, ke timur, ga ikutan. Tetep kokoh. Kalo pohon makin tinggi makin kenceng terpaan anginnya, kalo nggak kuat bisa patah.kalo akarnya nggak kuat bisa tercabut dai tanah“
Hmmm,,,saya jadi ingat ayat quran yang ini:
“Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah Telah membuat perumpamaan kalimat yang baik* seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit. Pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk ** seperti pohon yang buruk, yang Telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.” [QS Ibrahim (14) : 24-26]
Continue reading
Tag Archives: mama
Who next, your mother..?
Who should I give my love to? My respect and my honor to. Who should I pay good mind to? After Allah, And Rasulullah
Comes your mother. Who next? Your mother
Who next? Your mother
And then your father
Cause who used to hold you. And clean you and clothes you. Who used to feed you? And always be with you
When you were sick. Stay up all night. Holding you tight. That’s right no other.Your mother (My mother) Continue reading
Ego
Ego = kardi, dalam bahasa madura merupakan kepanjangan dari kareppa dhibik, atau dalam bahasa jawa diterjemahkan sebagai karepe dhewe…yang artinya (tenang, saya tahu Anda sedang menunggu) : semaunya sendiri, atau bahasa sekarang nya egois.
Jadi ingat adek bungsu saya yang tidak mengerti apa arti kardi dan kemudian seperti biasa nyamber aja:
”Kalo kamu Kardi, aku Tukiyem daaahh…”
Hihi…Kalau ingat masa kecil dan sampai sekarang pun, sepertinya saya sangat dekat dengan ke-kardi-an ini.
Sampai suatu hari, saya menangis sejadi-jadinya gara-gara merasa bersalah kepada seseorang yang sangat saya sayangi (mama saya maksutnya).
Betapa tidak.
Saya sering kali punya pendapat yang sering saya pertahankan, dan mama saya hanya mengalah. (kalau saya ingat, duh, saya ini sok tau sekali, sampai-sampai mama saya mengalah, dan mungkin mama saya ingin berkata: hmm, Nak, kalau saja mama tahu kamu jadi begini, mungkin mama tidak menyekolahkan kamu sehingga jadi sangat ’pintar’ begini, dan juga pintar ’ngeles’) Continue reading
A Song for Mama
Ini lirik lagunya “A Song for Mama” dari Boys II Men… Lirik lagunya bagus banget menurutku, bagus, bagus… Hmm, tidak ada salahnya kalau aku tulis di blogku sebagai sebuah ungkapan hati untuk mamaku tercinta, untuk semua mama di dunia, yang tak pernah lelah mendo’akan anak-anaknya, yang tak pernah putus asa memberikan motivasinya, yang tak pernah putus memberikan kasih sayangnya…
You taught me everything
And everything you’ve given me
I always keep it inside
You’re the driving force in my life,
Yeah…
There isn’t anything
Or anyone that I can be
And it just wouldn’t feel right
If I did’nt have you by my side
You were there for me to love and care for me
When skies were grey
Whenever I was down
You were always there to comfort me
And no one else can be what you have been to me…
You’ll always be ,
you always will be the girl
In my life for all times
Chorus:
Mama, mama, you know I love you
Oh you know I love you
Mama, mama, you’re the queen of my heart
Your love is like
Tears from the stars
Mama, I just want you to know
Loving you is like food to my soul
(yes you did)
You’re always down for me
Have always been around for me
Even when I was bad
You showed me right from my wrong
Yes you did
And you took up for me
When everyone was down in me
You always did understand
You gave me strength to go on
There was so many times
Looking back when I was so afraid
And then you came to me
And say to me I can face anything
And no one else can do
What you have done for me
You’ll always be ,
You always will be the girl
In my life for all times
Back to chorus
Bunda Menangis
Tumbuhan ini kata mama, namanya ’bunda menangis’. Soalnya setiap pagi mengeluarkan air dari pucuk daunnya. Kalau prediksiku, tumbuhan ini melakukan peristiwa yang disebut gutasi, singkatnya mengeluarkan kelebihan uap air yang ada di dalam sel tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya… [hyaa, bener nggak ya...terakhir kali belajar beginian pas SMP sepertinya]. Dulu, pas masih di Bondowoso, ada juga pohon yang seolah-olah menangis, kebetulan pohonnya ada di jalan dekat rumah, di Jalan Pelita. Kalau Anda berdiri di bawah pohon itu, serasa hujan lokal. Dan seperti biasa, yang ada kemudian adalah cerita mistis tentang pohon tersebut…
Tapi, bukan tumbuhan itu koq yang ingin kuceritakan. Ini tentang sebuah kisah yang tanggal 18 malam dibawakan oleh Ust. Budi Prayitno di DT, dan aku mendengarnya lewat radio di kosan. [hahaha, maaf ya usatadz, banyak kisahnya yang aku ceritakan kembali di blog, aku suka sekali dengan kisah-kisah inspiratifnya, koq bisa ya beliau menemukan begitu banyak hikmah yang bertebaran di muka bumi ini... Subhanallah...].
Nah, setelah membaca kisah ini, juga mohon dido’akan semoga tokoh dalam cerita ini diberikan yang terbaik, diberi kekuatan, diberi keteguhan oleh Sang Khaliq… Continue reading
