Ini adalah kisah yang cukup sederhana dan mudah dipahami, tapi syarat makna. Selamat menikmati.
Nabi Musa bertanya: Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajarkan kepadamu (untuk menjadi) petunjuk?
Trus kata Nabi Khidir, Sungguh, engkau tidak akan sanggup sabar bersamaku.
Heuheu, Nabi Musa keukeuh mareukeuh, ceunah:
Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak menentangmu dalam urusan apapun.
Hmm, nih kalau aku yang jadi Nabi Khidir, aku akan bilang: Udahlah kamu mah ga akan sanggup bareng aku, percayalah, tapiii, berhubung aku bukan Nabinya, jawaban Nabi Khidir mah beda:
Jika engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apa pun, maka janganlah engkau menanyakan kepadaku tentang sesuatu apapun, sampai aku menerangkannya kepadamu.
(kalau bayanganku, saat itu Nabi Musa kemudian mengatakan Yes!!! Boleh. Berhasil, Berhasil, Hore, kayak gaya Dora gtu kali ya.. Heheh, hanya imajinasiku sajah..)
Lalu keduanya mengalami perjalanan bersama.
Keanehan Pertama:
Waktu naek perahu bareng, perahunya dilubangi oleh Nabi Khidir. Continue reading
