Allah itu memang memberikan hidayah, rejeki, kepada hambaNYA dengan jalan yang indah, pada waktu yang tak terduga, momen yang pas, dan dipastikan indah. Tidak pernah salah skenario dan kalau dimasukkan dalam ajang nominasi apa pun, seharusnya sih bisa jadi BEST semuanya, atau bahkan mungkin harusnya dijadikan rujukan seluruh sutradara di semesta ini. (Wah jadi merindukan saat-saat di mana Islam menggenggam dunia…)
Turning point atau titik balik sering diartikan sebagai suatu titik di mana kita kembali merasakan nikmat iman dan Islam, mendapatkan hidayahNYA, dan benar-benar memahami makna hidup di bumiNYA sebagai khalifah fil ardh… Dan ini erat kaitannya dengan kekuasaan Allah sebagai Sang Maha Kuasa. Jikalah Allah sudah berkehendak, maka tidak ada satu apa pun yang dapat menghalalngiNYA. (Istilahnya, mau jungkir balik seperti apa pun, kalau Allah tidak berkehendak, ya sesuatu tidak pernah mungkin terjadi, namun, hal ini harus senantiasa dibarengi dengan ikhtiar kita sebagai manusia… ) Lewat postingan ini, aku hanya ingin berbagi sebuah berkah da’wah yang mungkin tidak terasa signifikansinya dalam hidupku, ingin meyakinkan semua pengunjung “pesanggrahan”, bahwa berkah itu nyata… Padahal sudah banyak kisah yang harusnya bisa jadi pelajaran atas keberkahan sebuah kata bernama da’wah. Tapi, dasar aku saja, kalau belum mengalami sendiri, belum melihat sendiri, mendengar sendiri, dan merasakan sendiri, jangan harap bisa percaya buta-buta… 
Tag Archives: hidayah
18 Agustus 2003-18 Agustus 2008
Waw, tanggal apakah itu???
Sebenarnya bukan termasuk orang yang selalu mengingat-ingat tanggal yang berhubungan dengan perayaan sesuatu. Bahkan juga masalah ulang tahun. Sudah pernah di-posting dalam artikel sebelumnya.
Jadi, kalau demikian, apa gerangan yang terjadi?
Tarrrra…
18 Agustus 2003 adalah hari pertama aku memakai kerudung.
Dan kalau dihitung-hitung berarti sudah sekitar 5 tahun ya, aku menggunakan kerudung. Moga-moga tetap menjaga hidayah itu. Ya, kan yang namanya hidayah itu yang memberi kan Yang Maha Pemberi. Doakan juga ya, semoga tetap istiqomah…
Bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), Maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. dan janganlah kamu membelanjakan sesuatu melainkan Karena mencari keridhaan Allah. dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup sedang kamu sedikitpun tidak akan dianiaya (dirugikan).(QS Al Baqarah:272)