Menulis dengan Hati

A question, dari dulu menulisnya nggak pake menyertakan hati..?? Hmm, nggak juga sih.. Pengen aja judulnya itu. Biar lebai-lebai dikit dan touchy-touchy gimana begitulah.. :D

*** karena judulnya menulis dengan hati, maka isinya pun sedikit curahan hati, atau bahasa keren yang baru saja saya dapat, inner voice, sesuatu yang disuarakan dari dalam hati, yang kalau dikeluarkan bisa legaaa seperti suara khas yang dikeluarkan dari sistem buang gas alami kita :D ***
Belakangan ini, kalau ingat dan melihat suatu hal yang dihubungkan oleh suatu hal lainnya <rumit amat>, saya memang suka jadi sedih, trus pengen nangis nggak jelas, trus jadi bad mood, tapi akhirnya jadi merenung sendiri dan ujung-ujungnya jadi banyak bersyukur. “Alhamdulillah, alhamdulillah”, begitu yang sering saya ucapkan dalam hati dan lewat lisan. Sebuah mantra ajaib versi saya yang langsung bisa membuka mata, pikiran dan hati saya untuk melihat sekeliling dan semesta, yang akhirnya membuat saya sadar bahwa saya masih diberi kesempatan untuk bisa menghirup nafas dengan sangat leluasa, dan jadi lupa kalau pernah menangis termehe-mehe.. Alhamdulillah..

“Kalo gitu, biar nggak sedih lagi jangan buka-buka atau lihat-lihat itu lagi ya…”

Continue reading

Rheologi Hati

Dalam pelajaran Farmasi Fisika, saya pernah belajar tentang rheologi. Apakah rheologi itu? Rheologi adalah ilmu yang mempelajari sifat aliran suatu zat cair atau deformasi untuk zat padat. Nah, sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, adakah istilah untuk rheologi hati? Hemat saya sih, rheologi hati merupakan sifat aliran hati. Maksudnya di sini adalah yang namanya hati manusia itu sifatnya kadang condong pada kebaikan, pada saat yang lain menjadi condong pada keburukan. Lalu, kalau dianalogikan dengan jenis cairan yang ada, seperti apakah hati kita itu ya? Seperti cairan yang mengikuti Hukum Newton, yang viskositasnya tidak pernah berubah pada suhu dan tekanan tertentu serta tidak bergantung pada kecepatan gesernya (shear stress)? Nah, ini berarti, bahwa yang namanya hati kita itu tidak pernah tergoyahkan pada berbagai kondisi, tidak terpengaruh dengan adanya hal-hal yang menggeser kebaikan yang ada di dalam hati nurani kita, ya intinya, kita itu adalah sosok yang tangguh, tanggap, dan trengginas (by the way, trengginas artinya apa ya?); tidak luluh lantak karena hujan dan badai; tidak terpedaya tipu muslihat dunia; tidak silau dengan yang sifatnya fana…Atau seperti jenis cairan lain, yang tidak mengikuti Hukum Newton (non newtonian), yang viskositasnya bervariasi pada setiap kecepatan gesernya. Ya, kalau yang ini tidak perlu dijelaskan lagi, pasti sudah dapat mengerti. Kondisi hati yang masih gampang bimbang; mudah gundah gulana, resah gelisah tak menentu; ya, dengan sederet gejala-gejala yang lainnya…

Pertanyaannya sekarang, termasuk yang manakah Anda? Silakan memilih dan evaluasi lagi, apakah sudah sesuai dengan yang Anda inginkan? Kalau tidak, ya segera saja mengubah jenis cairan. Supaya rheogramnya menjadi bagus kembali sesuai fitrahnya…