Sengsongseng

Ceritanya tadi malam, saya sedang menonton tipi. Tentu saja ditemani oleh my lovely husband…

Beritanya masih seputar pengangkatan Ibu Sri Mulyani menjadi Managing Director World Bank.

Heu, saya pusing, terlalu banyak isu. Nggak ngerti. Mana yang harus saya percaya. Konspirasi apa ini…

Iseng. Saya tanya suami saya.

Mrs. Zaki: Emm, Pak Zaki bagaimana tanggapan Anda terhadap pinangan World Bank ke Ibu Sri Mulyani…

Mr. Zaki: “Wah, kesempatan yang sangat baik. Mungkin Ibu Sri Mulyani bisa segera menggunakan Kartu HOLA dari Sengsongseng. Perlu diketahui, roaming partnernya sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir, walaupun di luar negeri masih bisa berkomunikasi dengan baik. Bisa pake BB juga.

Kalau perlu setiap negara yang akan berhutang diberi syarat menggunakan Kartu HOLA.”

Mrs. Zaki: :)

<dasar, ditanya serius jawabnya malah gitu…sekalian aja dilanjutin becandaannya>

Ow, jadi rupanya Sengsongseng sudah siap go internasional ya..?Bagaimana dengan pasar dalam negeri sendiri…?

Mr. Zaki: Ow, sudah sangat siap.. InsyaAllah…

-memang nggak penting, tapi saya mau mengabadikan momen yang membuat saya ngakak tiba-tiba-

Kuliner: Bebek Goreng H.Slamet Cabang Solo

Hehe, bertambahlah salah satu bahasan di blog saya tentang dunia kuliner.

23 April yang lalu, lidah saya berkesempatan menikmati lezatnya sajian yang disuguhkan oleh sebuah tempat makan.

”Bebek Goreng H. Slamet Cabang Solo (asli)”

begitu spanduk yang saya baca.

Lokasinya ada di daerah Buah Batu, Bandung [alamat  lengkapnya siy, di Jalan Buah Batu 63, pokoknya di Buah Batu bawah begono daaaah, tentu saja, di mana lagi, saya kan lagi ada di Bandung]

Saya disarankan untuk makan bebek goreng remuk [ada dada dan paha, cuma waktu itu adanya yang pahanya ajah]. Okelah, saya coba.

Tarrra, tidak berapa lama, datanglah pesanan saya. nasi putih, bebek remuk paha, dan kol goreng. Dan andalan di sini ::Sambel Korek::

Kol Goreng, Sambel Korek, Bebek Goreng Paha Remuk

Wiiih, Lapar Kanak! (ini istilah yang saya [dan suami] buat untuk mengatakan kalau rasa makanannya top-markotop)

Sambel Korek nya muantaaap…tap…tap…tap…Saya yang nggak suka sambel sampe ’nggado’ itu sambel hanya dengan kol goreng, dan hasilnya::woooooow, paduan yang sangat asyik::

Saya ngeliatin dan melototin ini sambel dari apa yak, diulek kasar sepertinya, saya rasa-rasa ada bawang merahnya, trus ada minyak-minyaknya gtu, wew, colek sajah bersama kol goreng, wuiiiih, mantaaaaaaaaap… =) [lumayan juga untuk bekal eksperimen...hehe]

Klo bebek goreng remuknya itu, daging bebeknya nggak disajikan utuh, tapi disuwir-suwir gtu, jadi bumbunya merasuk semua. Mantap, kriuk-kriuk gtu, plus bumbunya kerasaaaa banget… [heu, jadi lapeeeeer...]

::IniBebekGorengPahaRemuk::

Continue reading

Paris van Java

Bandung, memang eksotik… Yeah, itu memang benar sekali. Setiap sisi kotanya sangat indah, nggak percaya? Anda harus ke sini… Kalau dulu aku hanya melihat itu di televisi, atau hanya mendengar dari omongan orang saja, itu kan baru katanya… Nah, aku sudah membuktikannya… Paling tidak, selama di Bandung aku sudah mengunjungi beberapa tempat penting dan bersejarah…

Paling sering dikunjungi: Gasibu

Biasanya setiap hari Ahad (Minggu), di tempat ini ada pasar tumpah yang menjual berbagai kebutuhan manusia. Mau cari apa? Pasti adalah di sini… Dan harganya sangat-sangat terjangkau, tapii harus bisa melihat kualitas barang juga. Paling suka, cari kaos kaki yang harganya cuma seribu perak atau 5rb-3 ama makan arum manis yang harganya cuma seribu perak per bungkus. Pokoknya mau cari apa aja ada lah… Mulai dari aneka kuliner: yang modern kayak Zupa-Zupa ampe tahu bulat ada di sini. Mau cari boneka lucu, bantal, sprei, sepatu, kartu perdana, hiasan, tas, addddaaaa lah pokoknya…

Oya, di depan Gasibu, ada Gedung Sate, gedung yang ada satenya.. Hehe,,,

Oya, di Gasibu juga pernah ketemu Pak Bondan dan sempet foto bareng waktu ada acaranya Keju Craft…Serbuu Keju Moo…

Di Lapangan Gasibu bersama Pak Bondan

Di Lapangan Gasibu bersama Pak Bondan

Continue reading

Pisang Karamel di Mana-Mana…

Eh sudah taukah Anda? Akhir-akhir ini Bandung, khususnya di kampus ITB, diramaikan dengan sebuah jajanan baru yang bernama pisang karamel…

Awal kemunculannya sih tidak begitu mendapat tempat di hati, tetapi ternyata sekarang jadi ketagihan juga…

Yah, demam pisang karamel di mana-mana…

Update:
Setelah sekian lama mencoba-coba, akhirnya memutuskan yang paling enak itu yang ada di belakang kampus ITB, depan Sabuga [dibayar berapa ma penjualnya sampe ditulis di blog gini???  ].
Kalau kata kakak kelas si, yang di sana itu Quality Control (QC)nya paling baik, ukuran pisangnya relatif sama. Hohoho…
Juga, gara-gara makanan yang satu ini, hampir setiap hari mbak-mbak di kosan jadi nitip. Jadinya si aku punya pekerjaan sampingan sebagai kurir pisang karamel menuju kosan. Hehe..