sibuknya mensyukuri nikmat yang ada akan lebih membahagiakan dan mendatangkan karunia lainnya, daripada sibuk dengan keinginan-keinginan.
#sms taushiyah aagym
maka… bersyukurlah.
kumpulan kisah motivasi dan (semoga) menggugah
sibuknya mensyukuri nikmat yang ada akan lebih membahagiakan dan mendatangkan karunia lainnya, daripada sibuk dengan keinginan-keinginan.
#sms taushiyah aagym
maka… bersyukurlah.
ada kalanya
kita cuma bisa diam dalam doatanpa kata-kata
tanpa aksi nyata
hanya pasrah kepadaNya..dan kemudian
Allah menjawab doa itu pada saat tak terduga
bahkan mungkin, di saat kita hampir lupa bahwa kita pernah berdoa
Seringkali, Allah menghadapkan kita pada sebuah pilihan yang tidak ingin kita hadapi. Mungkin, itulah caraNya untuk menyayangi kita.
*klo masih merasa disayang.
Tiada suatu bencanapun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri. [QS al Hadid: 22-23]
Seorang sahabat memberi saya taushiyah tentang ayat ini.
Perumpamaannya seperti cerita berikut:
Ada sepasang suami istri yang sedang menaiki sebuah perahu. Si suami adalah seseorang yang sangat ‘cool’, sedangkan si istri adalah seseorang yang gampang panikan. [hahaha,nampak gue banget ya ceritanya.]
Kemudian,saat mereka tengah melaju, badai datang. Si suami tetap cool. Sampe-sampe si istri protes, gak berperasaan banget sih.
Si istri bertanya: “Kok, sangsu gak panik sih??”
Si suami tiba-tiba menodongkan pisau ke arah istrinya, TEPAT DI LEHER. dan bertanya: “Kok nggak takut ditodong begini?
Lalu jawab istrinya: “Karena yang memegang pisaunya adalah orang yang kucintai dan kupercayai, jadi mana mungkin dia menyakitiku.” [eaaaaaaaaaaaaa, gombal abis.sumpah huek, huek, huek :p ]
Kata suaminya: “Ya begitulah jika kita percaya dan cinta kepada ALLaH, dunia ini kan ada dalam genggamannya. Mengapa takut Ia akan menyia-nyiakan kita..??“
Kata sahabat saya: Jadi.
All is well when you believe and love ALLaH
*ceritanya nampak sangat gombalisme sekali yah.
)
Ah. Allah memang selalu punya The Best Way. Mesti percaya.
Apakah Anda percaya bahwa hidayah Allah bisa datang lewat orang-orang di sekitar Anda..?
Saya termasuk orang yang sangat percaya akan hal itu.
Seorang sahabat yang akun surelnya bernama ukhtimaniez (hehehe,,dan itu surel dari kampus dulu,ampun dah.akun saya juga nggak kalah narsis: immoeth..
) bercerita kepada saya salah satu hal yang ia peroleh dari sebuah majelis ilmu. Tentang berdo’a. Kurang lebih begini yang saya ingat:
Berdoa sama Allah kan gratis ya, nggak bayar. Maka mintalah banyak hal kepadaNya. Coba tuliskan 1000 keinginan. Dan bacalah ketika waktu berdo’a tiba.
Kemudian. Pada suatu waktu ketika saya sedang banyak tidak bersyukur. Pada suatu masa ketika saya merasa banyak tidak puas dengan kehidupan yang saya jalani saat ini. Teringatlah saya akan cerita di atas. Dan mulailah saya menuliskan keinginan-keinginan saya pada sebuah buku kecil.
yes, i still have dreams.
1. pengen masuk surga,jumpa Allah dan RasulNya
2. Naek haji
3. …
4. …
dst
Tahukah Anda? Saya baru bisa menulis hanya sampai nomor 22.
Saya jadi terdiam dan kemudian tersenyum. Astaghfirullah, betapa menuliskan keinginan itu sangat sulit ya. Betapa Allah itu sudah mengatur kehidupan saya sedemikian indah. (jadi inget salah satu film yang ceritanya manusia yang menjadi Tuhan.saking bingungnya dengan banyaknya keinginan manusia,kacau balaulah kehidupan saat dia menjadi Tuhan)
Saya jadi bersyukur.
Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmus shaalihaat (segala puji bagi Allah yang dengan ni’matNya,sempurnalah kebaikan)
Maka sekarang, ketika saya sedang banyak tak bersyukur, saya lihat catatan do’a itu lagi, dan masih tidak bisa melanjutkan menulis. Bukannya saya tidak punya keinginan. Tapi, saya ingat-ingat kembali apa yang sudah saya dapatkan 24 tahun ke belakang. Lalu, saya lihat 22 keinginan tadi. yang 22 saja belum saya ikhtiarkan dengan maksimal. masa’ sudah mau minta lagi sama Allah…?? *tapi, berdo’a kan gratisan yak.siapa yang hari gini gak mau gratisan?tengoklah operator seluler aja berlomba-lomba ngasih gratis ini,gratis itu… :p
maka..benarlah adanya.untuk urusan dunia lihatlah ke bawah.untuk urusan akherat lihatlah ke atas.
terima kasih..untuk lingkaran kebaikan yang selalu menyelimuti saya.sesungguhnya ini ni’mat yang paling besar,tapi sering terlupakan.
ni’mat iman, islam dan semua dekapan ukhuwah di dalamnya.
terima kasih ya Allah.untuk terkabulnya do’a-do’a yang mungkin saya pun lupa pernah berdo’a tentang itu, atau do’a-do’a keluh-kesah saya,do’a-do’a ndumel saya yang saya tidak sabar menunggunya… (padahal sudah tau ilmunya,bahwa Allah bisa mengabulkan do’a, menundanya, atau menggantinya dengan yang lebih baik).
dasar manusia ya.nggak pernah berhenti menggerutu.
Allah.saya minta lagi ya, semoga ketika saya tidak bersyukur, Engkau ajari caranya bersyukur. Aamiiin…
tentang rejeki…
ada kalanya, rejeki yang Allah berikan untuk kita, bukanlah untuk kita.
rejeki itu cuma Allah titipkan kepada kita, dan kemudian kita bertindak sebagai perantaraNya.
itu hanya soal perpindahan uang.
masihkah kita hidup hanya untuk mengurus perpindahan kertas yang seperti itu..?
bukankah ada hal lain yang lebih layak untuk diperjuangkan..??
