just smile :)

Setelah biasanya meng-apdet tulisan yang berat-berat seperti ngangkat gajah, kali ini saya mau menulis yang santai-santai.
Ini cerita akhir-akhir ini saja.

Cerita I
Pak Seguriti: “ini yang punya mobil nggak sekolah ini, parkir kok kayak gini” (emang parah, masa’ parkir serasa punya sendiri, miring-miring ndak jelas gitu. semoga aja yang punya nggak miring juga)
Suami Saya: cuma tersenyum. :)
Lalu bercerita ke saya, and you know, apa komennya:
Ya iyalah gak sekolah, ini kan hari libur nasional.tanggal merah.”
=___= ! baiklah..yang salah yang mana kalo gitu..?

Cerita II
Kami sedang mencari batu sikat. Hihihi, taukah Anda batu sikat apa..? Iya, yang untuk di jalan-jalan, yang untuk taman-taman, untuk lantai car port. yang kayak gini:
Saya: “ini namanya batu apa Pak..?”
Mang Penjual: “batu pancawarna.”
Saya: (oooh, pancawarna= lima warna kali ya, dengan pede nanya lagi) “emang ada warna apa aja..?”
Mang Penjual Batu: “macem-macem. ada krem, putih, pink, ungu, biru.”

Malem harinya saya (dan suami) iseng ke Gramed, seperti biasaa,, sekarang kerjaanya nyari inspirasi all about home. :)
Baca-baca buku, dan..
“Oalaaaah, ternyata jenis batunya emang namanya batu pancawarna. Aiiiih, tadi ngapain ya nanya warna apa aja..?” tuing, tuing, ketauan dong-dong nya si saya.. hahaha :)

WeseL

Suatu malam, lebih tepatnya tadi malam, pak seguriti di kosan memberikan kabar kepada saya [dan suami saya tentunya].
Cep, aya wesel Cep..” [beliau memang suka sekali berbahasa sunda dan memanggil "cep" kepada anak laki-laki]
Kami masih bingung, terbengong-bengong, sambil mengernyitkan dahi…Wesel? Perasaan nggak minta kiriman uang ke siapa-siapa deeh. Kita sudah ngarep itu adalah undian iPhone dari langit [haha, NGAREPNYA SIH GITU]. Atau ada yang tiba-tiba berbaik hati mengirimkan uang kepada kami.
Masih bingung. Dan ternyataaaa, itu, adalah Paketan dari rumah Sidoarjo [hehe, jangan ditanya isinya apa, tapi yang jelas itu adalah ransum, hehe :D ]
OaLaaaahhh…

Jaman kieu, wesel…? Eleh, eleh…

*mungkin jaman dulu kan yang ngetrend itu wesel.jadiii, sampe jaman sekarang juga kalo ada paketan disebutnya tetep wesel…ohoho, baiklaaahh…yang penting dapet ransum, alhamdulillah :D *

Kan Sama-Sama Jari

Mama Saya: ”Ayo cap tiga jari, kata bu guru belum itu lho…”
Adek Bungsu: ”Cap tiga jari itu apa se…? OooOoo…Cap Kaki Tiga ya Ma…” <menyimpulkan sendiri dengan kepandaian anak kecil  yang beranjak masuk SD>

hehe, masa’ iya di ijazah mau pake cap tiga jari kaki…?? :D

-Lagi-lagi, ceritanya datang dari adik bungsu saya, sekarang udah mau masuk SD lho…Hehe, saya kangen berisiknya, teriak-teriaknya, ketawa-ketawanya, spontanitasnya, lucunya, dan segala tingkah polahnya-

I Knew I Loved You ;)

Hihi… <belum-belum udah ketawa cekikikan pas nulisnya>. Saya sedang ingin menulis apa yang ada di kepala.

Dulu sekali, sewaktu kelas dua esempe, kelas 2F waktu itu, pelajaran ekonomi ceritanya. Saya duduk sebangku dengan sahabat saya, yang sampai sekarang pun masih bersahabat. Cerita ini salah satu cerita kenakalan remaja yang masih wajar, hehe, kadang, geli sendiri, soalnya… kok ya o saya bisa melakukan hal seperti itu. Hihi, kelucuan masa remaja…
Alkisah…pada suatu hari di suatu kelas…
Pak Guru sedang bercerita tentang koperasi.
Pak Guru ngendhika, ”Koperasi adalah soko guru pembangunan Indonesia”.
Di sisi lain, sahabat saya sedang menggoda saya yang sedang khusyuk mendengarkan penjelasan pak guru.Kata sahabat saya, ”Wina, Wina, soko guru itu kan bahasa madura berarti ya, klo indonesianya artinya kaki guru kan ya…ya…ya…???” <dan terus mengusik saya>
Kemudian pak guru bertanya: ”Siapa yang tau arti dari soko guru…?”
”Taooooooooooooh…”
[itu bahasa madura yang atinya nggak tau. Upppps, suara saya kenceng sekaleee, pas di saat kelas sedang hening, SEPI, tidak ada suara. Semua mata tertuju pada saya. Berasa jadi ondel-ondel diarak doooong. Saya pun nggrundel sendiri. Dan saya pun clingukan. Takut disuruh maju ke depan kelas. Ini gara-gara sahabat saya nggodain saya mulu, saya jadi jengkel, dan keluarlah celetukan itu]
Daaaan kisah ini berakhir dengan dipanggilnya saya ke depan kelas. Karena tidak ada tersangka yang lain. Hanya saya satu-satunya. Dan saya pun maju ke depan kelas dengan gentlewoman [aslinya siii dengan malunya.. hahaha...]
”Disuruh apa ini Wina…?”, kata pak guru.

[saya sudah maluuuuuu sekali]
”Nyanyiiiiiiiiiiii, nyanyi Pak…” [seisi kelas kompaaaak sekali, plus ngetawain saya, ndak sopan]
Dan menyanyilah saya dengan pasrahnya, haha, mana ada yang lupa pulaaa…

Maybe it’s intuition
d..s..t
I knew I loved you before I met you…
[salah satu liriknya, yap, lagunya I Knew I Loved You by Savage Garden]

–heuuu, malu sekali kalau ingat ini, sekaligus ketawa sendiri–