kakak nailah

teringat saat-saat mengantuk sangat,
tetapi si kakak belum mau kunjung tidur…
terkadang emosi turut serta,
memasang wajah manyun karena lelah yang teramat berat…

 

tetapi kemudian siapa yang sanggup marah melihat wajah surga ini…
bukankah dahulu diri ini yang mendambanya,
memohon sepenuh hati supaya Dia berkenan menitipkannya..
bayi mungil ini adalah anugerahNya, bukan sebuah beba
n untuk didzolimi..
sungguh, ia yang banyak memberi kepada kami,
bukan ia yang banyak meminta,
karena memang kami yang
menginginkannya…


hampir 2 bulan keberadaannya, membuat kami banyak belajar bersabar, bersyukur…
tetapi sungguh, ia lebih banyak ‘memberi’ kepada kami
tangisan pertamanya ke dunia…membuat kami terharu.
saat ia pertama kali memberikan senyuman dalam lelap matanya, memberikan tanda kenyamanan yang ia rasakan.
dan lagi kami tersenyum.
terkena pipisnya yang membasahi baju kami,
kami kaget, berteriak dan tiba-tiba menutup mulut supaya ia melanjutkan pipisnya.. :D
mendengar bunyi kentut dan pup nya ‘brot’,
lalu kami tertawa bersama…
melihatnya membalas senyuman kami…
aaaahhhhh, itu seperti ketiban uang semilyar, gunung emas, ato apalaah yang lainnya..
melupakan malam-malam di mana kami tak tidur dibuatnya..
sungguh, kami menyayangimu, kakak nailah.. :-*
sehat selalu, tumbuhlah menjadi anak sholehah,  :)

with love, ummi..
ayah juga.. :)

inspired by:
Mengapa Kita Punya Anak? by Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150396599580700

 

4 thoughts on “kakak nailah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s