Ego

Ego = kardi, dalam bahasa madura merupakan kepanjangan dari kareppa dhibik, atau dalam bahasa jawa diterjemahkan sebagai karepe dhewe…yang artinya (tenang, saya tahu Anda sedang menunggu) : semaunya sendiri, atau bahasa sekarang nya egois.

Jadi ingat adek bungsu saya yang tidak mengerti apa arti kardi dan kemudian seperti biasa nyamber aja:

”Kalo kamu Kardi, aku Tukiyem daaahh…”

Hihi…Kalau ingat masa kecil dan sampai sekarang pun, sepertinya saya sangat dekat dengan ke-kardi-an ini.

Sampai suatu hari, saya menangis sejadi-jadinya gara-gara merasa bersalah kepada seseorang yang sangat saya sayangi (mama saya maksutnya).

 

Betapa tidak.

Saya sering kali punya pendapat yang sering saya pertahankan, dan mama saya hanya mengalah. (kalau saya ingat, duh, saya ini sok tau sekali, sampai-sampai mama saya mengalah, dan mungkin mama saya ingin berkata: hmm, Nak, kalau saja mama tahu kamu jadi begini, mungkin mama tidak menyekolahkan kamu sehingga jadi sangat ’pintar’ begini, dan juga pintar ’ngeles’)

Saya sih waktu itu merasanya saya benar-benar saja. Tapi akhir-akhir ini saya banyak berpikir dan ’nyadar’ kalau saya salah. Tidak sepantasnya saya bicara seperti dulu. Gaya komunikasi saya mungkin memang agak parah dan terkesan seperti ’preman’ sehingga mungkin harus agak dipermak biar lebih cantik lagi. (saya sudah cantik, eh nggak deng, manis kata mama saya. narsis mode on kumat).

Pembelaan saya: saya nggak maksut koq ngomong kasar sama mama, waktu dulu mungkin saya masih remaja yang labil, yang idealis tapi nggak realistis, yang nggak fleksibel, yang nggak bijak. Masih belum ngerti kalau ada cara yang lebih baik baik untuk menyampaikan segala pendapat saya dengan cara yang lebih santun. Huh… >.<

Kenapa baru nyadar sekarang, di saat saya sudah mulai jarang di rumah. Huks…huks…

Lagi-lagi lagunya Sheila on 7 menampar pipi saya:

”kau..takkan pernah tau apa yang kau miliki, hingga nanti…kau kehilangan…”

Tapi saya tidak pernah tahu mama saya berpikir apa tentang saya.

Apapun itu, saya ndak mau jadi anak durhaka. (na’udzu billah…)

Hmm, saya hanya bisa rajin mendoakan mama…

Ya Allah, ampuni kedua orang tua saya (utamanya mama saya =D) dan sayangilah mereka seperti mereka menyayangi saya di waktu kecil.

 

 

*suatu saat nanti saya ingin bertutur kata dengan lemah lembut kepada mama saya, karena pengaruh kepahaman saya pada akhirnya mungkin: ”berbuat baiklah pada ibu-bapakmu, janganlah kamu bekata ’uh’ apalagi kasar”, hadooooh saya ke mana aja…mama, maafkan saya ya… T.T

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu. Hanya Aku kembalimu. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, dan pergaulilah keduanya dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku. Kemudian hanya Aku tempat kembalimu, maka akan Aku beritahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” -QS Luqman 14-15- 

-saya kangen mama.saya sayang mama,walopun mama ndak bisa baca tulisan saya ini.-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s