SpioN

2009 October 14
by WinaWinaWina

Alkisah, di sebuah malam minggu, aku dan seorang mbak kos sedang pergi keluar di malam hari, untuk mencari sesuap nasi. Kami menyebutnya ‘makan besar’, sebuah kebiasaan hampir setiap satu bulan sekali, makan malam  atau makan siang di restoran atau warung atau cafe, apalah itu, yang jelas tidak makan di kosan saja. Dipilihlah malam itu tempat makan di Jalan Cipaganti, terkenal dengan iga bakarnya, nama tempatnya ‘Si Jangkung’. Nah, di tengah perjalanan menyadari ada yang aneh dengan sepeda motor mbak kosku itu. Iya, spionnya agak ’mleot-mleot’ dan ’cenderung agak narsis’ karena menjadi menghadap ke arah supir, maksutnya ke arahku.. Lah, lah, ini fungsi spionnya jadi bagaimana yah…? Jadi berpikir, spion ini sebenarnya fungsinya untuk apa yah? Kalau tidak ada spion apakah lantas kita akan terhenti mengendarai kendaraan?dimusics_47afd8a6e4c50

Kalau menurutku fungsi spion yang utama ya untuk melihat kendaraan yang ada di belakang kita, memastikan bahwa kita benar-benar aman untuk mengambil keputusan ke depan perjalanan akan dilanjutkan ke arah mana…Apakah lurus ke depan, belok kanan, belok kiri, atau berhenti. Lalu, pada waktu apakah kita harus melihat spion ini? Apakah harus setiap saat? Apakah perlu sewaktu-waktu saja? Lagi-lagi, menurut si aku, cukup sewaktu-waktu saja. Kalau terlalu sering, kita jadi tidak fokus pada perjalanan yang ada di depan mata. Apalagi di kanan-kiri masih ada pemandangan lain yang mungkin juga akan menarik perhatian pengendara…

Kalau diibaratkan dalam kehidupan, seperti pernah kutulis dalam postingan lain di blog ini, manusia itu layaknya pengendara dan kehidupan adalah sebuah perjalanan panjang. Spion ini ibaratnya adalah cara untuk melihat masa lalu kita, melihat apa saja yang sudah kita kerjakan di kehidupan kemarin. Sesuai dengan pendapatku tadi, tak perlu terlalu sering menilik masa lalu. Cukup sesekali, untuk dijadikan pelajaran, diambil hikmahnya…Menyesal karena pernah merasa gagal di masa lalu itu boleh, tapi lantas tidak menjadi penghalang untuk melanjutkan kehidupan selanjutnya… Kalau ’nuruti’ menyesal, lha, ndak maju-maju…Allah juga suka sama orang yang bertaubat, Dia kan Maha Penyayang dan Maha Pengampun…

Hmm, intinya sih jangan kebanyakan melihat spion saat berkendara, fokus sama perjalanan berikutnya saja…Lagian, pengendara lain di belakang kita kan juga bisa melihat, jadi saling menghomati sajalah…Hehe, mengapa harus fokus pada pengendara di belakang? Lha wong mereka aja fokusnya ke depan…Haha…

2 Responses leave one →
  1. 2009 November 2
    afano permalink

    Berkendara Melihat Spion Kadang Kadang Romantis Juga Ya Mbak..
    Masa Lalu=Romantis
    Maju Terus Selamat dan Suksek Selalu
    Daaa..Mbak Wina

  2. 2009 November 2
    afano permalink

    Maaf Mbak ,Maksudnya..Sukses Selalu

Leave a Reply

Note: You can use basic XHTML in your comments. Your email address will never be published.

Subscribe to this comment feed via RSS