Bunda Menangis

Tumbuhan ini kata mama, namanya ’bunda menangis’. Soalnya setiap pagi mengeluarkan air dari pucuk daunnya. Kalau prediksiku, tumbuhan ini melakukan peristiwa yang disebut gutasi, singkatnya mengeluarkan kelebihan uap air yang ada di dalam sel tumbuhan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya… [hyaa, bener nggak ya...terakhir kali belajar beginian pas SMP sepertinya]. Dulu, pas masih di Bondowoso, ada juga pohon yang seolah-olah menangis, kebetulan pohonnya ada di jalan dekat rumah, di Jalan Pelita. Kalau Anda berdiri di bawah pohon itu, serasa hujan lokal. Dan seperti biasa, yang ada kemudian adalah cerita mistis tentang pohon tersebut…

Tapi, bukan tumbuhan itu koq yang ingin kuceritakan. Ini tentang sebuah kisah yang tanggal 18 malam dibawakan oleh Ust. Budi Prayitno di DT, dan aku mendengarnya lewat radio di kosan. [hahaha, maaf ya usatadz, banyak kisahnya yang aku ceritakan kembali di blog, aku suka sekali dengan kisah-kisah inspiratifnya, koq bisa ya beliau menemukan begitu banyak hikmah yang bertebaran di muka bumi ini... Subhanallah...].

Nah, setelah membaca kisah ini, juga mohon dido’akan semoga tokoh dalam cerita ini diberikan yang terbaik, diberi kekuatan, diberi keteguhan oleh Sang Khaliq…

This is the story:

Suatu saat ustadz ditanya oleh seorang ibu, bagaimana hukumnya menggugurkan kandungan? Ustadz bingung, siapa yang akan melakukan hal itu, dan mengapa??? Lalu, cerita si ibu tadi, menantu saya, istri anak saya yang paling besar, yang akan menjadi cucu pertama saya. Dokter mengamati bahwa janin yang dikandung oleh wanita muda yang notabene adalah menantunya itu tidak mempunyai tangan dan kaki, dan sangat mungkin jika lahir maka bayi itu akan cacat. Dan si ibu tadi merasa tidak sanggup untuk merawat dan mendidiknya, tidak mengerti bagaimana harus memperlakukannya…

Lalu, ustadz menceritakan kisah hampir serupa. Ada seorang ibu yang hampir menopause, hamil anak ketiganya [dua anaknya sudah besar-besar]. Saat memeriksa kehamilan ke dokter, diduga kuat, bahwa jika si janin ini lahir, kemungkinan besar akan menderita Down Syndrome [keterbelakangan mental, atau idiot]. Ibu ini dengan bijak, kemudian menyerahkan segala urusan kepada Sang Khaliq, setiap malam seluruh keluarga melakukan shalat tahajjud, yang akhirnya Allah memberikan jawaban dan keteguhan hati untuk tetap mempertahankan janin tersebut. Bahkan dengan bijak si ibu ini berkata:” Boleh jadi jasad anak saya memang cacat, tapi jiwanya sungguhlah sempurna, sempurna di hadapan Allah…

Dan sekarang si anak ini sudah duduk di kelas 5 SD.

Setelah bercerita, ustadz ingin tahu bagaimana komentar si ibu, ustadz juga ingin tahu bagaimana kondisi menantu ibu itu. Alhamdulillah, menantu ibu itu adalah seorang yang mempunyai pendidikan dan agama yang baik. Bahkan si menantu itu pernah berkata pada sang ibu, ”Saya akan tetap mempertahankan janin ini, bagaimanapun ini amanah, saya akan tetap menjaganya, apapun yang terjadi”. Lalu, ibu itu kemudian berkata, ” Baiklah saya akan melakukan hal yang sama, saya sekeluarga akan tahajjud setiap malam”

Hmm, kasih ibu memang sepanjang jalan, walaupun belum tahu bagaimana wujud si anak, dengan rasa cintanya yang begitu besar, selalu menjaga dan menyayanginya. Nggak peduli mau berat apa nggak, nggak tanggung-tanggung, 9 bulan dibawa kemana-mana…[udah tau itu berat, tapi tetep ajah mau...nggak habis pikir...]

Hmm, jadi tambah pengen pulang, jadi pengen ketemu sama mama, dan berkata: ”Mama, makasih buat semuanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s