KomunikASi Efektif
Beberapa hari yang lalu, aku mengikuti sebuah acara di tempat yang cukup terpencil [seriusan, tapi jalannya bagus kalau naek sepeda motor, sayangnya waktu pergi ke sana naek angkot, dan seperti biasa mabuk darat, harusnya si minum ’antiemetika=antimuntah’ dulu kali ya, ah tapi nggak seru, kan jadi nggak bisa menikmati perjalanan...walhasil tetap mabuk darat deh...hehehe...]. Nah, salah satu materinya adalah Komunikasi Efektif [eits, tapi jangan salah ya, gunakan tips ini untuk hal yang benar, definisi benarnya adalah ketika digunakan tepat sasaran, tepat indikasi, tepat cara pemakaian, tepat dosis, dan waspadai efek samping...nah lho, koq kayak kuliah ya...intinya jangan salah orang, salah sikon...].
Nih, aku bagilah apa yang kudapat…
1. Mulailah dengan 3S [Senyum, Salam, Sapa]
Eh katanya ya, senyum profesional itu senyum 227, 2 cm ke kanan, 2 cm ke kiri, tahan 7 detik… Susah amat sih, ya kalau nggak mau ribet, yang penting senyum setulus hati…
2. Mencari kesamaan
Katanya ya, dengan mencari kesamaan, maka akan membuka barier psikologis. Kalau kita diam, yang ada malah berprasangka yang tidak-tidak.
Contohnya ni, dalam satu lift yang sama, trus diem-dieman, pasti yang ada kita akan berpikir macam-macam, kayaknya orng ini, ini deh, bla…bla…bla…
Tapi kalau kita mulai dengan mencari kesamaan dijamin dah,,,nggak lama udah akrab…
3. Membangun ketertarikan
Caranya adalah memilih topik atau tema yang menarik. Apakah itu? Ya, mungkin tidak pernah disadari, sebenarnya topik atau tema yang paling menarik itu ya tentang diri kita sendiri. [narsis di mana-manalah..]
Nah, udah deh bisa ngobrol ke mana-mana…




ya begitulah teorinya
silahkan dipraktekkan, itu yg terpenting hehe..
senyum professional?
bknnya itu senyum ESQ ?
teori yang bagusss….mesti direalisasi
ikhya:
wee…
meni banyak kasih commentnya…
bagus-bagus…
eh, ga ikutan bikin blog???