“pesanggrahan”

Tugas Siapa?*

Posted by: W on: 07 Sep, 2008

Potongan Kisah

Tulisan saya ini akan saya buka dengan sebuah kisah, salah satu kisah di masa silam yang pernah muncul saat masih polos dan lugu [baca:cupu], waktu mengikuti acara ospek jurusan yang kala itu namanya PKKF (Pengenalan Kemahasiswaan dan Keprofesian Farmasi). ”Maaf Pak, tau farmasi nggak?”, tanya salah seorang peserta yang sedang melakukan observasi lapangan. Lalu jawabnya, ”Wah, maaf Dik, saya baru pindah di sini…Coba tanya yang lain”. Nah, tulisan ini saya buka dengan sebuah fakta bahwa ternyata farmasi memang cukup tidak populer di mata masyarakat. Bahkan di kota besar selevel Bandung. Lalu, sebenarnya siapkah kita menerima penjajahan gaya baru sementara banyak hal yang belang betong di segala bidang kehidupan?

Sebuah Wacana Pembuka

Seiring berjalannya waktu, kita harusnya menyadari bahwa yang namanya era globalisasi sedang menghadang di depan mata. Telah kita ketahui bersama, bahwa dengan berlakunya AFTA (Asia Free Trade Area) beberapa tahun mendatang akan membuat negara kita tercinta ini kedatangan orang-orang asing yang siap berkompetisi dengan orang-orang pribumi (jangankan beberapa tahun lagi, sekarang saja juga sudah cukup banyak). Ya, memang, katanya negara kita ini sudah merdeka 63 tahun, tapi nyatanya kita belum merdeka, jelas-jelas di bidang ekonomi kita masih dikendalikan oleh kekuatan luar. Lalu, sebagai salah seorang yang berada dalam sebuah sistem perguruan tinggi (baca: mahasiswa), lantas saya sudah berbekal apa? Atau lebih jauhnya, organisasi kemahasiswaan farmasi yang sekarang saya kenal kurang lebih sejak tingkat dua (baca: HMF ”Ars Praeparandi” ITB) sudah membekali apa saja kepada anggotanya? Tulisan ini sekaligus tempat saya merenung dan berwacana (ya karena, kalau beraksi konkret bukan di sini tempatnya, tapi di dunia nyata dan bukan di dunia aksara) kira-kira apa saja yang bisa dilakukan untuk upaya pembekalan mahasiswa farmasi pasca kampusnya nanti.

Read the rest of this entry »

—Pemandangan Lampu Kota di Malam Hari—

Setelah kemaren bernostalgia dengan mentari, sekarang ingin bernostalgia dengan lampu kota di malam hari…

Ini cara lain untuk menghilangkan penat tubuh, ya walaupun agak berisiko, soalnya butuh suasana malamnya, dan kalau pergi sendirian cukup berbahaya juga… [jadi sebaiknya jangan terlalu sering dilakukan, ya sekali dua kali bolehlah, eits, tapi jaga keamanan diri sendiri dan ingat batasan yang berlaku].

Si aku pernah menghabiskan malam di atas Gumuk Kerang, yang ini tempatnya di Jember. Dulu pas zaman-zaman SMA pernah beberapa kali ke sana buat acara Diklatnya PMR, ya buat survei ya diklat. Tapi kayaknya waktu itu pas survei, sambil makan kacang rebus di puncak gumuk [gumuk=bukit kali ya…], terus sambil melihat riuhnya lampu-lampu di Kota Jember. Haha, sebenarnya ini rentan banget untuk disalahgunakan untuk hal-hal yang tidak benar, untungnya waktu SMA aku sudah tobat, hihihi…

Di Jember masih ada lagi, dari Rembangan [tempat wisata gitu dah…] juga bisa melihat lampu-lampu di kota Jember… Read the rest of this entry »

—Menikmati Pesona Mentari—

Kehadiran matahari di pagi hari dan kepergiannya di sore hari selalu unik dilihat dari tiap sudut… Ini salah satu bentuk refreshing yang sangat murah saat hati sedang suntuk, atau pikiran kalut, atau kantong sedang menipis sedang butuh hiburan, ya inilah salah satu alternatifnya…

Kalau mengorek ingatan sepertinya aku sudah melewatkan begitu banyak momen dengan mentari, makanya kemudian aku bisa mengeluarkan pernyataan bahwa kemuculan mentari dan ditelannya mentari itu indah dilihat dari sudut yang berbeda…

Kalau pergi ke Bali, jangan lupa menyempatkan diri ke Sanur untuk menikmati sunrise. Suasananya sangat khas, pagi-pagi langit berwarna oranye, kemudian burung-burung mulai beterbangan di atas lautan [namanya burung camar bukan ya???, lalu si mentari akan muncul perlahan, kalau aku bayangkan seperti bermain intip-intipan dengan bumi… Jangan lupa juga sorenya melihat sunset di Kuta. Suasananya tidak jauh beda, mulai dari temaram senja sampai akhirnya gelap gulita, tapi tetap saja ada rasa kagum saat melihat matahari terbenam. Read the rest of this entry »

Blind Spot itu Ada…

Posted by: W on: 04 Sep, 2008

Ini ilmu yang sudah lama sekali didapat di bangku kuliahan. Dulu, zaman-zaman SMA kalau memperhatikan pelajaran yang namanya Biologi pasti tahu kalau ada sebuah titik di mata kita yang namanya bintik buta (blind spot). Bintik buta ini merupakan area pada retina mata di mana saraf-saraf optis (penglihatan) dan pembuluh darah meninggalkan retina, dengan demikian tidak memiliki reseptor visual. So, wajar saja kalau pada bagian ini kita tidak dapat melihat. Nggak percaya? Coba saja ujinya, kalau bisa sih minta tolong teman biar lebih seru… Caranya:

1. Pada selembar kertas A4 putih polos, atau kertas secukupnya gambarkan tanda + dan tanda . , dengan posisi kurang lebih sejajar

2. Nah, kalau sudah, sekarang tutup mata kiri, lalu fokuskan mata kanan pada tanda +

3. Dengan mata kanan tetap terfokus, gerakkan gambar mendekati mata. Nah, pada jarak tertentu akan ada saat di mana titik hitam akan menghilang dan muncul kembali pada jarak tertentu. Saat hilangnya si titik hitam itulah yang membuktikan bahwa ada bintik buta pada mata kita…

Selamat mencoba…

Wanted!!!

Posted by: W on: 03 Sep, 2008

Berlaku keraslah pada dirimu sendiri, maka dunia akan lunak padamu…

Jika kamu berlaku lunak pada dirimu, maka dunia yang akan berlaku keras padamu…

Merenungi kata-kata per kata… Menyelami makna dibalik itu semua… Yeah, selama ini sudah memperlakukan seperti apa seonggok tubuh yang berjalan kokoh karena adanya sistem rangka yang Maha Sempurna dan bisa berjalan karena setiap aib telah ditutup oleh Sang Maha Penyayang???

Sedang bertanya-tanya, mencari jawaban, menyebabkan terbukanya seluruh ruang-ruang berpikir, membuat hati nurani untuk berada dalam keadaan paling tenang, untuk bisa menerima semua input yang harus diproses dengan sistematis dan terkendali.

Ini saatnya kembali menyelami kedalaman tekad, membuktikan sucinya niat, bukan karena apa-apa dan siapa-siapa, tapi cuma karenaNYA.

Mahasiswa Ideal, antara Opening dan Habis?

Posted by: W on: 01 Sep, 2008

Ini ceritanya mau disetor buat pra syarat buat jadi Mentor Circle-K di kampus:

Mahasiswa Ideal, antara Opening dan Habis?

Opening

Tulisan ini akan saya awali dengan sebuah hal yang sangat saya junjung, apa-apa yang saya tulis adalah segalanya benar dalam perspektif saya. Namun saya menyadari bahwa apa yang menurut saya benar tidak selamanya benar dalam pandangan orang lain atau dengan kata lain bisa jadi salah menurut orang lain. Oleh karenanya saya sangat terbuka menerima segala kritik dan masukan untuk menyepakati kebenaran umum yang terjadi dan jalan tengah yang paling banyak menghasilkan manfaat.

Ideal?

Ideal. Apa yang ideal? Pertama, saya akan mengembalikan artinya ke dalam KBBI. Menurut KBBI, ideal adalah sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki. Nah, kalau menurut saya, yang namanya ideal itu selamanya hanya akan ada dalam teori dan wacana belaka. Darimanakah teori dan wacana? Ya, hasil olah pikir kita. Maka kesimpulannya, ideal itu ada dalam salah satu organ kita yang beratnya kurang lebih 1.4 kg, utamanya dalam sebuah bagian di mana semua hal yang kita lihat, dengar, dan rasakan diproses dan kemudian disimpan sebagai memori,yang disebut cerebrum [atau mudahnya baca: OTAK]. Hal-hal yang kemudian kita temui dalam kehidupan sehari-hari saya sebut sebagai realita. Kalau saja tulisan ini akan diakhiri, saya bisa saja mengakirinya sampai di sini bahwa, mahasiswa ideal itu tidak pernah ada. Titik. Karena sesungguhnya, segala keidealan itu hanya milik Sang Khaliq saja. Kita terlahir sebagai manusia memang paling sempurna dengan akal yang dimilikinya. Tapi kemudian, kita perlu sadar ada kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. Namun, mungkin Sang Khaliq berkehendak lain, entah kenapa, jemari saya masih bersemangat menekan huruf alfabet yang tersusun acak dalam keyboard laptop. Oleh karena itu, tulisan ini tidak akan berhenti sampai di sini saja. Read the rest of this entry »

Indonesian Muslim Blogger

ceRita yang Lalu

Sajian Menu...

TanggaLan...

September 2008
M T W T F S S
« Aug    
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930