Dear God

Dear God, the only thing I ask of You
is to hold them when I’m not around, when I’m much too far away

*them = semua orang yang saya sayangi di dunia ini. Suami saya, Bapak, Mama, Papa, adek2, Ayah, Ibu, sahabat2 saya dan semua orang yang saya sayangi…senjata saya cuma do’a. agar mereka yang saya sayangi selalu dalam pelukan Tuhan..

Ketika Allah Mengajari Saya Bagaimana Cara Bersyukur

Apakah Anda percaya bahwa hidayah Allah bisa datang lewat orang-orang di sekitar Anda..?
Saya termasuk orang yang sangat percaya akan hal itu.
Seorang sahabat yang akun surelnya bernama ukhtimaniez (hehehe,,dan itu surel dari kampus dulu,ampun dah.akun saya juga nggak kalah narsis: immoeth.. :D ) bercerita kepada saya salah satu hal yang ia peroleh dari sebuah majelis ilmu. Tentang berdo’a. Kurang lebih begini yang saya ingat:

Berdoa sama Allah kan gratis ya, nggak bayar. Maka mintalah banyak hal kepadaNya. Coba tuliskan 1000 keinginan. Dan bacalah ketika waktu berdo’a tiba.

Kemudian. Pada suatu waktu ketika saya sedang banyak tidak bersyukur. Pada suatu masa ketika saya merasa banyak tidak puas dengan kehidupan yang saya jalani saat ini. Teringatlah saya akan cerita di atas. Dan mulailah saya menuliskan keinginan-keinginan saya pada sebuah buku kecil.

yes, i still have dreams.

1. pengen masuk surga,jumpa Allah dan RasulNya
2. Naek haji
3. …
4. …
dst

Tahukah Anda? Saya baru bisa menulis hanya sampai nomor 22.
Saya jadi terdiam dan kemudian tersenyum. Astaghfirullah, betapa menuliskan keinginan itu sangat sulit ya. Betapa Allah itu sudah mengatur kehidupan saya sedemikian indah. (jadi inget salah satu film yang ceritanya manusia yang menjadi Tuhan.saking bingungnya dengan banyaknya keinginan manusia,kacau balaulah kehidupan saat dia menjadi Tuhan)
Saya jadi bersyukur.
Alhamdulillaahilladzii bini’matihi tatimmus shaalihaat (segala puji bagi Allah yang dengan ni’matNya,sempurnalah kebaikan)

Maka sekarang, ketika saya sedang banyak tak bersyukur, saya lihat catatan do’a itu lagi, dan masih tidak bisa melanjutkan menulis. Bukannya saya tidak punya keinginan. Tapi, saya ingat-ingat kembali apa yang sudah saya dapatkan 24 tahun ke belakang. Lalu, saya lihat 22 keinginan tadi. yang 22 saja belum saya ikhtiarkan dengan maksimal. masa’ sudah mau minta lagi sama Allah…?? *tapi, berdo’a kan gratisan yak.siapa yang hari gini gak mau gratisan?tengoklah operator seluler aja berlomba-lomba ngasih gratis ini,gratis itu… :p

maka..benarlah adanya.untuk urusan dunia lihatlah ke bawah.untuk urusan akherat lihatlah ke atas.

terima kasih..untuk lingkaran kebaikan yang selalu menyelimuti saya.sesungguhnya ini ni’mat yang paling besar,tapi sering terlupakan.
ni’mat iman, islam dan semua dekapan ukhuwah di dalamnya.
terima kasih ya Allah.untuk terkabulnya do’a-do’a yang mungkin saya pun lupa pernah berdo’a tentang itu, atau do’a-do’a keluh-kesah saya,do’a-do’a ndumel saya yang saya tidak sabar menunggunya… (padahal sudah tau ilmunya,bahwa Allah bisa mengabulkan do’a, menundanya, atau menggantinya dengan yang lebih baik).

dasar manusia ya.nggak pernah berhenti menggerutu.
Allah.saya minta lagi ya, semoga ketika saya tidak bersyukur, Engkau ajari caranya bersyukur. Aamiiin…

Why Kenapa?

Kakak.
Kenapa kami memanggilnya kakak. Karena ia adalah anak pertama.
Kenapa bukan adek bayi, kan lucu? Karena ia adalah anak pertama, kalau Allah berkenan menitipkan amanah lagi kepada kami, panggilannya harus diubah dong, jadi butuh adaptasi lagi nantinya… :D Terinspirasi cerita ayah yang sampe sekarang tetep dipanggil ‘adek’ padahal punya adek. Hehehe.. Ayahnya dipanggil ‘adek’, anaknya dipanggil ‘kakak’.. :D
Kenapa kakak? Bukan mbak? Buat panggilan adeknya kalo ada nanti, pokoknya yang bungsu aja baru dipanggil adek. Yang ini terinspirasi di rumah ummi. Kalo ke yang lebih tua manggil mas/mbak. Giliran ke yang lebih muda panggil nama. Jadi biar semua punya sebutan. Biar berasa punya panggilan khusus. :D

Ummi.
Kenapa ummi? Tadinya pengen dipanggil momna (mom wina), tapi dengan akhiran vokal ‘a’, saya tidak ingin anak-anak kelak jejeritan manggil ibunya. Cukup kepada ayahnya saja ya. Hehehe..
Akhiran vokal ‘i’ kayaknya sih gampang juga ditereakkan. Tapi gak sebebas akhiran vokal ‘a’. Hehehe, biar beda aja ah. Saya panggil Mama. Mas Zaki panggil Ibu. Kakak Nailah panggil Ummi. :)

kakak nailah

teringat saat-saat mengantuk sangat,
tetapi si kakak belum mau kunjung tidur…
terkadang emosi turut serta,
memasang wajah manyun karena lelah yang teramat berat…

 

tetapi kemudian siapa yang sanggup marah melihat wajah surga ini…
bukankah dahulu diri ini yang mendambanya,
memohon sepenuh hati supaya Dia berkenan menitipkannya..
bayi mungil ini adalah anugerahNya, bukan sebuah beba
n untuk didzolimi..
sungguh, ia yang banyak memberi kepada kami,
bukan ia yang banyak meminta,
karena memang kami yang
menginginkannya…


hampir 2 bulan keberadaannya, membuat kami banyak belajar bersabar, bersyukur…
tetapi sungguh, ia lebih banyak ‘memberi’ kepada kami
tangisan pertamanya ke dunia…membuat kami terharu.
saat ia pertama kali memberikan senyuman dalam lelap matanya, memberikan tanda kenyamanan yang ia rasakan.
dan lagi kami tersenyum.
terkena pipisnya yang membasahi baju kami,
kami kaget, berteriak dan tiba-tiba menutup mulut supaya ia melanjutkan pipisnya.. :D
mendengar bunyi kentut dan pup nya ‘brot’,
lalu kami tertawa bersama…
melihatnya membalas senyuman kami…
aaaahhhhh, itu seperti ketiban uang semilyar, gunung emas, ato apalaah yang lainnya..
melupakan malam-malam di mana kami tak tidur dibuatnya..
sungguh, kami menyayangimu, kakak nailah.. :-*
sehat selalu, tumbuhlah menjadi anak sholehah,  :)

with love, ummi..
ayah juga.. :)

inspired by:
Mengapa Kita Punya Anak? by Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari

http://www.facebook.com/note.php?note_id=10150396599580700

 

The Stage Is Yours, Panduan Singkat Berbicara Di Hadapan Publik

Ceritanya kali ini saya sedang jadi ibu peri. :D Membantu ex-boss jaman kuliah yang sedang menyelesaikan thesisnya. Si boss termasuk yang outlier. Lhaaa. S1 nya Farmasi, S2 nya malah Manajemen. :D <ampun boooossssss..>

Ok.. Jadi apa yang saya bantu…? Saya membantu mempromosikan jualan onlen. Produknya adalah….

JReng…jReeeeeeeeeeeeNNNggggggggggggg

*Covernya Aja Keren, Apalagi Isinya…. *

Sinopsis:
Buku ini memuat berbagai tips-tips singkat untuk melakukan komunikasi lisan di hadapan publik. Mulai dari persiapan, pelaksanaan, hingga setelahnya. Buku ini juga memuat tips-tips singkat tentang beberapa profesi yang memanfaatkan kemampuan berbicara di depan publik. Jadi, tips dalam buku ini mudah diterapkan, dengan disertai banyak contoh.
Karena…
Berbicara di depan publik, itu adalah suatu seni. Termasuk seni, karena ada ekspresi di dalamnya. Ekspresikan ide dan pesan anda, kepada publik, dengan cara yang anda sukai, tetapi tetap menghibur. Dan, ada kaidah-kaidah umum yang perlu kita ketahui ketika berbicara di depan publik.
So…
Baca buku ini, lakukan tips-tips di dalamnya, dan akan semakin sempurna cara anda berbicara di depan publik.

*Jadi,,,Cara Belinya Gimanaaaa*

kunjungi: klik-amazing[dot]com
atau
twitter ke @amazing_comm
atau
facebook fan page : amazing communication

ookkkaaaaaaaaaaaaaai.. ditunggu kunjungannya lhoooooooooooo………